mlm is your life

hpanetwork.id - member of PT Herba Penawar Alwahida Indonesia - lahirkan pengusaha muslim yang tangguh
Showing posts with label profil. Show all posts
Showing posts with label profil. Show all posts

Sunday, April 29, 2012

Menuai Kesuksesan yang Sempat Tertunda

Pertengahan Maret lalu, kira-kira pukul delapan malam, kantor perwakilan PT Duta Future International (PT DFI), di ruko Tebet Mas, Tebet Raya, Jakarta Selatan, dipenuhi sekelompok pemuda. Mereka merupakan pebisnis dari DBS (Duta Business School), selaku anak perusahaan PT DFI, salah satu perusahaan MLM di Indonesia yang sedang naik daun. Rupanya mereka baru pulang berlibur dari salah satu pulau di Kepulauan Seribu, Jakarta. Wajah mereka memancarkan kebahagiaan, meski juga terlihat lelah. 

Salah satu diantara mereka adalah Randu Sekti Wibowo. Pemuda kelahiran Surakarta, 4 Maret 1985 ini merupakan top leader dari DBS. Meski usianya terbilang muda, namun keberhasilannya berbisnis jaringan di DBS tak diragukan lagi. Betapa tidak, dari hasil berbisnis di sana, lulusan Teknik Fisika ITB, Bandung ini telah mengumpulkan banyak materi dan telah mencapai peringkat Platinum Entrepreneur. Lihat saja mobil koleksinya, seperti Ferrari, Toyota Celica, BMW Z3, serta memiliki 10 rumah. 

Menurutnya semua ini didapat dari hasil kerja kerasnya membangun bisnis di DBS. Ia mengaku mendapatkan passive income sekitar Rp500 juta per bulan. Namun, barang mewah tersebut didapatkannya dari hasil reward berbisnis MLM. “Kalau Anda tidak percaya, saya bisa menunjukkan BPKB mobil dan sertifikat rumah atas nama saya,” katanya, serius. Randu mengaku jengah dengan pendapat orang bahwa bisnis MLM tak benar-benar bisa memberikan reward yang nyata. Maka, dengan menunjukan sertifikat rumah dan BPKB mobil atas namanya bisa membuktikan adanya reward atas prestasi seseorang di bisnis MLM. 

Meski sudah mendapatkan reward dan passive income ratusan juta per bulan dari DBS, Randu ternyata masih sering diprospek MLM lain. “Mereka sering mengiming-imingi reward yang lebih besar,” ungkapnya. Namun, sebagai anak muda, ia tak mudah percaya begitu saja. Ia pun melakukan penyelidikan. Ternyata, “Ada beberapa yang tidak benar,” paparnya lagi. 

Menemukan Bisnis yang Cocok 

Untuk mencapai keberhasilan, Randu harus melalui berbagai pengalaman pahit. Ia pernah merasakan jatuh bangun saat bergabung di beberapa perusahaan MLM. Pada 2003, saat usianya masih belasan tahun, ia sempat bergabung dengan salah satu perusahaan MLM asing yang memproduksi food supplement. “Waktu itu saya berharap bisa mendapatkan penghasilan lumayan,” kenang anak sopir bus Damri ini. Kenyataannya, kendati sudah berusaha keras tapi Randu tak pernah bisa mencapai puncak kesuksesan. Padahal, waktu itu Randu harus membiayai kuliah sendiri. 

Suatu saat, Randu pun meminta penjelasan kepada upline-nya, mengapa penghasilan dia tak sesuai apa yang dijelaskan di buku presentasi. “Ternyata, tak hanya saja yang tak mencapai penghasilan seperti yang dijelaskan di buku presentasi. Upline saya juga,” keluh Randu. Alhasil, dia pun berkesimpulan, bahwa ada yang salah di perusahaan MLM asing tersebut. Ia kecewa berat. Sebab, ia berharap mendapatkan penghasilan untuk membiayai kuliahnya. 

Randu pun sadar, di sejumlah bisnis network marketing terutama yang menggunakan sistem matahari, terdapat ketidaktransparanan dalam penghitungan penghasilan dan omset member. Padahal, kata Randu, salah satu syarat sebuah sistem bisnis dapat dikatakan Halal jika sistemnya transparan. 

Himpitan ekonomi yang dialami Randu membuatnya tidak menyerah untuk tetap berbisnis. Ia pun mencari bisnis lain yang cocok. Ternyata, untuk kedua kalinya ia mengalami kegagalan. Tak hanya itu, di bisnis berikutnya, Randu sempat mendapati downline yang mencemooh dan meminta pertanggungjawaban karena kerugian yang didapat. “Mereka minta pertanggungjawaban karena tak mencapai penghasilan sesuai yang dijanjikan,” jelas Randu. Ia pun lalu berusaha menyelesaikan persoalan secara baik. 

Dengan modal nekad, ia lantas bergabung dengan DBS, pada 2007. Padahal, saat itu ia dalam keadaan minus modal dan minus kepercayaan terhadap bisnis MLM. Tambahan lagi, ia harus membiayai uang kuliah sendiri. Jadi, bisa dibilang Randu orang yang gigih dan pantang menyerah. 

Ketika Randu memilih bergabung dengan DBS bukan tanpa alasan. Pasalnya pimpinan DBS, Febrian Agung Budi Prastyo, diakuinya sebagai pimpinan yang cerdas. Begitu juga tim IT-nya sudah berpengalaman di bidang server pulsa. Terutama, pemuda yang memiliki hobi game online ini juga ingin membuktikan kepada banyak orang kalau ia bisa berhasil menjalani bisnis jaringan. Randu ingin menjadi bukti sebagai orang yang sukses menjalani bisnis MLM. 

Setelah Randu disiplin menjalani berbagai training dan pertemuan, sedikit demi sedikit mulai menampakkan hasil. Tak dinyana ia mulai bisa melunasi utang yang melilit orang tuanya. Bukan hanya itu, ia juga bisa mewujudkan berbagai impiannya, seperti memiliki mobil dan rumah mewah, tabungan miliaran rupiah, serta penghasilan lebih dari cukup untuk seusianya. 

Harapannya di kemudian hari, seperti dilansir di majalah Go Freedom, Randu mengimpikan semua orang Indonesia bergabung dengan DBS. Ia berharap masyarakat bisa menjadi entrepreneur lewat sistem network marketing. Namun, ia memberikan pesan bagi masyarakat yang akan bergabung dengan perusahaan network marketing. “Sebelum mengikuti suatu bisnis MLM, pilih perusahaan yang memberikan bukti kesuksesan. Jika perlu selidiki sebelum bergabung,” paparnya, mengakhiri pembicaraan. 

Majalah duit! edisi 04/VII/APRIL 2012 hal 46-47 

Wednesday, April 25, 2012

Tawarkan Bisnis Air Minum Higienis

Setiap makhluk hidup, tak terkecuali manusia, tentunya membutuhkan air untuk berbagai aspek kehidupannya. Terutama untuk air minum, manusia akan lebih selektif dalam mengonsumsinya. Seperti kita ketahui, saat ini, bumi sudah mengalami pencemaran, baik udara maupun air. Manusia pun harus lebih berhati-hati untuk mengonsumsi air tanah. Pasalnya, air yang berasal dari dalam tanah tak bisa sembarangan dikonsumsi. 

Dari permasalahan di atas, Bambang Hermanto terinspirasi untuk merintis bisnis air minum beroksigen dengan kualitas tinggi. Bambang Hermanto, yang akrab disapa BH, menggandeng Ade R. Soepandi yang sudah malang melintang di bisnis MLM. BH dan Ade pun sepakat mendirikan perusahaan air minum beroksigen dengan basis penjualan langsung berjenjang. Pada 5 Oktober 2010, keduanya mendirikan PT Tirta Solusi Semesta (TSS) dengan produk bermerek Hygio2. Tentu saja, sebelum dijual ke konsumen, produk tersebut harus melalui pengujian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. 

Produk Sehat, Jaringan Sehat 

Untuk mencapai pasar, Hygio2, produk minuman beroksigen dengan PH 7,4 dan TDS 0,00 ini mengalami proses panjang. Hal ini dikarenakan Bambang Hermanto, Presiden Direktur sekaligus owner PT Tirta Solusi Semesta (TSS), ingin memasarkan produk yang menurutnya berkualitas dan aman bagi kesehatan. 

Untuk mesin pengolahnya saja, mereka mengadopsi gabungan teknologi dari Jepang, Amerika Serikat, dan Perancis. Adapun mesin tersebut dirakit di Thailand dan di uji coba di sana pula. Sedangkan untuk bahannya, mereka memilih air dari Tabanan, Bali. Otomatis pabriknya pun berdiri di sana. Di Tabanan, BH mempekerjakan 100 karyawan. 

Proses produksinya canggih. “Hygio2 menggunakan sistem komputerisasi, yaitu adjustment stabilizer. Dan untuk kandungan oksigennya menggunakan sistem blending injection. Jadi, air di-blending dengan oksigen, baru dimasukkan ke dalam botol,” papar BH. Mesin tersebut setiap jam dapat memproduksi 5.000 botol dan berlangsung non stop (24 jam). 

Ditambahkan oleh Nandi Suswandi, network and marketing manager TSS, “Untuk produk, kami mengklaim memiliki keunggulan, di antaranya mulut botol kristalisasi, tutup botol dilengkapi rubber linier di bagian dalam, ketebalan botol 29 gr agar tidak pecah pada pengisian air bertekanan tinggi dan dilapisi UV. Selain itu, konstruksi bagian bawah botol berbentuk belimbing untuk distorsi tekanan dalam botol dan agar tidak terkonsentrasi bodi bagian bawah,” urai Nandi, akhir Maret lalu, di kantor pusat TSS di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan. 

BH mengaku membutuhkan dana Rp9 miliar untuk membangun pabrik di Tabanan dan Rp12 miliar untuk membangun jaringan pemasaran. 

Pada praktiknya, banyak cara yang bisa dilakukan perusahaan untuk mengembangkan pemasaran produk, salah satunya melalui sistem jaringan berjenjang. Cara inilah yang kemudian dipilih TSS. Namun, mereka ingin menciptakan jaringan yang sehat. Itu sebabnya, mereka menggandeng Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) bidang kewirausahaan untuk membangun jaringan pemasaran. “Kami ingin menciptakan entrepreneur-entrepreneur baru,” kata BH, berharap. 

Alhasil, setelah hampir satu tahun berjalan, kini TSS lewat produknya Hygio2, bisa menjaring 15.000 distributor yang tersebar di Jabodetabek, Tulungagung, Gresik, Mataram, Sumbawa, Pangkalan Bun, dan daerah lain-nya di Tanah Air. Sedangkan stokis Hygio2 jumlahnya mencapai 200-an yang tersebar di berbagai pelosok Nusantara. 

Sembilan Bonus 

Semua usaha, terutama MLM, tentu akan mempertahankan jaringan bisnisnya, begitu pula dengan Hygio2. Agar jaringan tetap terpelihara, perusahaan tersebut telah menyediakan fasilitas dan beberapa peluang untuk meraih keuntungan. Agar distributor lebih termotivasi, Hygio2 menawarkan beberapa tingkatan prestasi, mulai dari Distributor, Unit Distributor, Senior Distributor, Manager, Rubi Manager, Pearl Manager, Diamond Manager, dan yang paling tinggi Crown Manager. 

Bagi mereka yang berprestasi telah disediakan sembilan jenis Bonus menurut tingkatan prestasi, seperti Generasi Fee, Presenter Fee, Personal Fee, Network Fee, Matching Fee, Royalty Fee, Duplication Fee, Leadership Fee, dan Spesial Fee. Selain itu perusahaan tersebut juga menyediakan reward fleksibel berupa uang, laptop, dan lain-lain. “Kini kami sedang mengupayakan adanya asuransi bagi para distributor Hygio2,” tambah Nandi. 

Namun, ada hal menarik bagi para distributor Hygio2. Dalam melakukan aktivitasnya, para distributor dimudahkan dengan adanya sistem online. “Para distributor bisa memantau bonus dengan mudah,” kata Nandi. Selama terkoneksi dengan internet, para distributor bisa memantau kinerja dan bonus yang didapat setiap saat, real time. 

Selayaknya bisnis jaringan, Hygio2 juga memfasilitasi para distributornya dengan berbagai pelatihan. Secara berkala, di kantor operasionalnya, di Tanjung Barat, Jakarta Selatan, mereka mengadakan pelatihan mengenai pengembangan sumber daya manusia, seperti NLP, hypnoselling, dan public speaking. 

Meski telah memiliki belasan ribu member, dalam perjalanannya Hygio2 pernah mengalami goncangan dengan keluarnya beberapa leader, tapi semua itu bisa mereka atasi. Bahkan, pada september mendatang, TSS akan membangun pabrik baru itu, BH mengungkapkan perusahaan akan mengalirkan dana hingga Rp24 miliar. 

Tak Cuma itu, TSS juga akan menambah dua jenis produk lagi, yaitu air alkali dan air mineral yang akan dipasarkan secara konvensional di bawah bendera PT Tirta Alam Makmur. Dan, untuk memperkuat posisi Hygio2 di bisnis MLM, perusahaan akan merevisi sistem marketing plan, dari semula sistem binary akan berubah menjadi sistem gabungan antara binary dan matahari. “Adanya sistem baru ini akan lebih menguntungkan para distributor,” jelas Nandi. 

Majalah duit! edisi 04/VII/APRIL 2012 hal 44-45 

Sunday, December 4, 2011

Pencetak Para Miliarder

Kenal Louis Tendean dan Tianshi/Tiens? Bagi pelaku bisnis MLM, kedua nama ini rasanya tak asing. Maklum, Louis dikenal sebagai salah satu pebisnis MLM yang terbilang sukses di Tianshi. Kini, pria asal Bandung ini tercatat sebagai top leader Tianshi Indonesia dan miliarder di jajaran pebisnis network marketing. Pria berperingkat Director 4 Diamond Gold Lion ini dikabarkan punya omzet jaringan lebih dari Rp50 miliar per bulan. Sekitar 80% kekuatan bisnis Tianshi Indonesia, ada pada jaringan Louis yang bernama Unicore. Padahal, sebelum bergabung di Tianshi pada 2001, Louis hanyalah pedagang keliling.

Louis memang bukan satu-satunya pebisnis MLM Tianshi yang berhasil. Ada banyak distributor Tianshi lainnya yang sudah mengikuti jejaknya menjadi miliarder, seperti HM Trisulo, Agus Tri Laksono dan sebagainya. Boleh jadi, ini menjadi bukti bahwa bisnis Tianshi di Indonesia terbilang berhasil.

Di Indonesia, Tianshi resmi beroperasi pada Februari 2001 lewat PT Singa Langit Jaya. Kehadirannya juga mengejutkan pelaku bisnis MLM di sini. Sebulan setelah beroperasi, omzetnya sudah Rp1 miliar. Kini dengan 500 ribu lebih distributornya di Indonesia, Tianshi dikabarkan mengantongi omzet puluhan miliar rupiah. “Sampai tahun ini Tiens atau Tianshi Indonesia telah mencapai 13 kantor cabang di seluruh Indonesia. Indonesia dipilih menjadi tempat pusat manajemen wilayah Asia Pasifik sejak tahun 2006,” papar Peter Lie, CEO TIENS Asia Pacific.

Menurut Peter, untuk wilayah Asia Pasifik, market Indonesia bukan hanya terkenal dan penting, bahkan di seluruh dunia. “Indonesia adalah market yang luar biasa besar dengan para distributor yang memiliki jaringan yang sangat dewasa. Hal inilah yang menjadikan Indonesia market nomor satu di Asia Pasifik. Di Asia Pasifik ada 30 negara, Indonesia pertama, kedua India. India akan menjadi pesaing Indonesia, karena disana market-nya juga cukup baik. Selanjutnya, Vietnam, Bangladesh, Myanmar, Pakistan, Srilanka, Thailand, Taiwan dan Hongkong,” sambung Peter.

Sementara, menurut Norma Hsu, yang menjadi target pertama Tianshi Indonesia adalah branding image, terutama melakukan renovasi atau membangun kantor-kantor cabang Tianshi di seluruh Indonesia, sesuai standar internasional. Langkah ini dilakukan agar image Tianshi lebih kuat lagi. “Jadi tahun depan, TIENS seluruh Indonesia menggunakan standar yang sama,” ujar Marketing & Operation Director TIENS Asia Pacific & GM TIENS Indonesia.

Langkah kedua, katanya lagi, adalah memperkuat produk Tianshi. Apalagi adanya production base di Industrial Park China dan Vietnam, maka produk-produk Tianshi dijamin akan semakin sempurna. Sedangkan langkah ketiga, memperkuat akses informasi ke para distributor melalui pengembangan IT. Hal ini dapat dilakukan melalui jaringan internet dan Handphone.

Di sisi lain, dibangunnya pusat customer service di Indonesia bertujuan untuk memberikan pelayanan informasi pelanggan kepada distributor tertama pelangggan VIP atau top leader.

Publikasi, yang menjadi target kelima Tianshi ditujukan untuk selalu menyampaikan ke publik segala informasi mengenai perkembangan Tianshi, baik Indonesia maupun global.

Perusahaan yang memasarkan produk makanan kesehatan ini didirikan di Beijing, Cina tahun 1993 oleh Li Jin Yuan (kabarnya dia jadi orang terkaya no 32 dunia). Ketika pertama kali berdiri, penjualan produknya masih memakai sistem konvensional (lewat toko obat). Baru pada tahun 1995, Tianshi megadopsi sistem MLM. Sejak itu, kiprahnya sebagai perusahaan MLM di dunia membuat orang kagum. Bayangkan, tahun 1996 omzetnya baru 600 juta yuan, tapi setahun kemudian melesat menjadi 2,2 miliar yuan. Tak heran, sampai sekarang nama perusahaan ini sering disebut sebagai perusahaan nomor dua didaratan Cina. Lebih dari itu, Tianshi berhasil menerobos ke jajaran 10 besar perusahaan MLM dunia. Saat ini Tianshi sudah mengembangkan bisnisnya di 190 negara, termasuk Indonesia.

Sampai saat ini, tercatat sekitar 4 juta orang yang telah terdaftar sebagai distributor Tianshi, baik mereka yang hanya sebatas sebagai pengguna setia produk-produk Tiansh, hingga mereka yang benar-benar aktif menjalankan bisnisnya.

Majalah duit ed 9/VI/SEPTEMBER 2011 hal 23

Mengapa Perusahaan MLM Harus Terdaftar di APLI?

APLI adalah singkatan dari Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia, adalah suatu organisasi yang merupakan wadah persatuan dan kesatuan te...

Find Us on Facebook

Blog Archive

Visitors


pinjaman utang