mlm is your life

hpanetwork.id - member of PT Herba Penawar Alwahida Indonesia - lahirkan pengusaha muslim yang tangguh
Showing posts with label mlm. Show all posts
Showing posts with label mlm. Show all posts

Sunday, October 7, 2018

Konimex Garap Bisnis MLM Lewat Akuisisi Indocare Citrapasific

Pada tanggal 4 Juli 2018, kepemilikan saham PT Indocare Citrapasific (Indocare) secara resmi beralih ke PT Konimex (Konimex). PT Multicare Mitra Sejahtera (Multicare) yang merupakan anak perusahaan Indocare kini tergabung ke dalam Konimex Group.

Serah terima kendali perusahaan Multicare secara simbolis dilakukan di acara Konvensi Ulang Tahun Multicare yang ke-30 di Soehanna Hall, The Energy Building Lantai 2, Jendral Sudirman Kav 52-53, Jakarta. Pemilik lama diwakili oleh Ridwan Salim, sedangkan pemilik baru diwakili oleh pemilik sekaligus Direktur Utama Konimex Indonesia, Rachmadi Joesoef.

Peristiwa di atas membuktikan bahwa bisnis MLM adalah bisnis yang menarik. Daya tarik perusahaan MLM ada pada produk-produknya yang inovatif. Tanpa inovasi produk, perusahaan MLM tidak akan dapat bersaing.
"Dari beberapa perusahaan MLM, saya melihat Multicare termasuk salah satu yang paling inovatif dalam kategori produk health supplement dan personal care. Hal itulah yang menjadi salah satu daya tarik Multicare di mata Konimex," ujar Marketing Director Indocare, Suyudi.

Pengalihan kepemilikan saham Indocare ini akan makin memperkuat posisi Multicare di Industri MLM Indonesia karena bekal pengalaman Multicare selama 30 tahun akan disinergikan dengan pengalaman Konimex yang sudah 50 tahun berbisnis di industri farmasi.

Multicare didirikan pada 1988 dengan misi meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui peluang bisnis mandiri serta produk-produk perawatan kesehatan dan penampilan. Bisnis mandiri Multicare dijalankan oleh anggota atau mitra bisnis yang berasal dari beragam lapisan masyarakat yang tersebar di seluruh Indonesia, antara lain: Jakarta, Solo, Surabaya, Padang, Makassar, Pontianak dan kota-kota lain.

Multicare memiliki produk yang cukup beragam. Beberapa produk dari kategori perawatan kesehatan antara lain: Vitacare Ester-C (vitamin C yang aman bagi lambung), Vitacare Maitake (ekstrak jamur untuk kanker), Vitacare Squalene (ekstrak hati ikan hiu), Vitacare Echinacea (ekstrak herbal segar untuk daya tahan tubuh).

Produk kategori perawatan penampilan antara lain: Phytostemcell (sel induk dari buah apel), Dermalite (mengandung bahan aktif bee venom), Phyto Squalane (Squalane dari olive).

"Produk-produk Multicare dikembangkan oleh divisi Research and Development internal dan ditindaklanjuti dengan proses produksi menggunakan sarana pabrik produk personal care milik sendiri. Dengan demikian, kualitas kami kontrol secara langsung," jelas Associate Marketing Director Indocare, Monica Katrin.

Konimex merupakan perusahaan swasta nasional independen (private company) yang bergerak di bidang farmasi, consumer goods dan produk ekstrak bahan alami. Perusahaan ini didirikan oleh Djoenaedi Joesoef pada 1967 di Solo dengan tujuan menyehatkan keluarga Indonesia karena semua orang punya kesempatan yang sama untuk menjadi sehat dan hidup bahagia.

Oleh sebab itu sejak didirikan, konimex selalu berpegang pada falsafah 3MU (Mutu, Mudah, Murah), yaitu kualitas produk yang terjamin, mudah didapat dengan harga yang terjangkau. Selain itu Konimex juga sangat inovatif dalam mengembangkan produk-produknya.

Perusahaan inilah yang pertama kali memperkenalkan obat dalam kemasan catch-cover isi 4 tablet, obat sirup bebas gula dan bebas alkohol, vitamin bentuk effervescent, dan obat tetes mata sekali pakai. Selain produk obat, Konimex juga memiliki produk suplemen kesehatan, kembang gula (confectionery) dan makanan ringan.

"Kami sangat antusias untuk meneruskan kiprah bisnis Multicare. Kami yakin dapat berbuat banyak pada Multicare sehingga akan menjadikannya makin kuat di peta industri MLM Indonesia," tutur Suyudi. Jakarta, Merdeka

Konsultasi Syariah: Kriteria MLM Syariah

Diasuh oleh Dr Oni Sahroni, Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb.

Ustaz, bagaimana kriteria bisnis yang menggunakan pemasaran melalui skema penjualan langsung berjenjang (MLM) menurut fikih Islam? Mohon penjelasannya.

Irfan - Depok

Jawaban:

Waalaikumussalam wr wb.

Di antara kriteria MLM syariah adalah tidak termasuk money game (skema piramida), ada objek transaksi riil yang halal, tidak ada excessive mark-up dan eksploitasi, dan komisi berdasarkan pada prestasi kerja. Di antara contohnya, perusahaan MLM memiliki sertifikat dari regulator, asosiasi terkait, dan sertifikat DSN MUI.
Kesimpulan hukum ini berdasarkan hasil wawancara dengan praktisi MLM, telaah terhadap fatwa DSN, kajian ulama ahli fikih tentang MLM, kaidah-kaidah muamalah, dan regulasi terkait MLM.

Di antara kriteria MLM syariah adalah, pertama, tidak termasuk money game atau lebih khusus tidak menjalankan sistem skema piramida, sebagaimana UU No 7/ 2014 Pasal 9 tentang Perdagangan. "Pelaku usaha distribusi dilarang menerapkan sistem skema piramida dalam mendistribusikan barang."

Skema piramida adalah kegiatan usaha dengan memanfaatkan peluang keikutsertaan mitra usaha untuk memperoleh imbalan atau pendapatan, terutama dari biaya partisipasi orang lain yang bergabung, kemudian atau setelah bergabungnya mitra usaha tersebut.

Sementara, money game adalah kegiatan penghimpunan dana masyarakat atau penggandaan uang dengan praktik memberikan komisi dan bonus dari hasil perekrutan mitra usaha yang baru bergabung kemudian dan bukan dari hasil penjualan produk atau dari hasil penjualan produk, tapi produk tersebut hanya sebagai kamuflase atau tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dalam bahasa fikih muamalah, money game memenuhi unsur gharar, maisir, dan mukhatarah.

Kedua, secara khusus Fatwa DSN-MUI No 75 tentang Pedoman Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PBLS) menyebutkan beberapa rambu-rambu tambahan, yaitu (a) ada objek transaksi riil yang halal yang diperjualbelikan berupa barang atau produk jasa, (b) tidak ada excessive mark-up dan ekploitasi, sehingga merugikan konsumen karena tidak sepadan dengan kualitas yang diperoleh, (c) komisi yang diberikan oleh perusahaan kepada anggota, baik besaran maupun bentuknya harus berdasarkan pada prestasi kerja nyata yang terkait langsung dengan volume atau nilai hasil penjualan barang atau produk jasa, dan harus menjadi pendapatan utama mitra usaha dalam PLBS.

Selain itu, (d) bonus yang diberikan oleh perusahaan harus jelas jumlahnya ketika transaksi, sesuai dengan target penjualan yang ditetapkan perusahaan, (e) di antara skema yang bisa diberlakukan adalah skema bai' merujuk pada Fatwa DSN-MU No 4/2000 tentang murabahah, skema wakalah bil ujrah sesuai Fatwa DSN-MUI No 52/2006 tentang wakalah bil ujrah pada asuransi syariah, skema ju'alah pada Fatwa DSN-MUI No 62/2007 tentang akad ju'alah, dan akad ijarah pada Fatwa DSN-MUI No 9/2000 tentang pembiayaan ijarah.

Dengan demikian, keuntungan perusahaan di antaranya berupa margin jual beli. Sedangkan, pendapatan member adalah reward dari skema jualah atau fee dari skema ijarah atau wakalah bil ujrah.

Di antara cara untuk mengetahui kesesuaian syariahnya adalah (a) memiliki surat izin usaha penjualan langsung sesuai dengan Permendag Nomor 32/M-DAG/PER/8/2008 tentang penyelenggaraan kegiatan usaha perdagangan dengan sistem penjualan langsung dan sertifikat dari asosiasi penjualan langsung berjenjang untuk memastikan model MLM tersebut terhindar dari money game. Dan, (b) memiliki sertifikat kesesuaian syariah dari DSN MUI untuk memastikan pemenuhan aspek syariahnya. Wallahu a'lam. Jakarta, Republika

Monday, September 17, 2018

Awalnya Gagap Bicara, Kini Jago Motivator dan Bisnis MLM

Livewell Global adalah salah satu  penerima Nusantara Platinum Award pada malam Anugrah Prestasi Indonesia.  Nah untuk mendapatkan anugerah yang bergengsi ini bukanlah yang mudah bagi Leonardo Wiesan, salah satu  pendiri Livewell Global.  

Leonardo mengawali bisnis alam kondisi gagap alias terbata-bata bicaranya, padahal pelaku bisnis MLM dituntut untuk piawai dalam berbicara saat memasarkan produk  dan memprospek calon membernya serta menyakinkan orang.   

Namun kegagapan  ini ternyata tidak lantas membuatnya  putus asa. Dengan semangat yang tinggi, presentasi kepada calon member akhirnya hambatan kurang lancar bicara bisa teratasi karena sering presentasi.

“Leonardo kini sangat piwai sekali dalam berbicara di depan publik, bahkan dalam seminar besar. Bahkan sudah berbicara hingga 10.000orang lebih,” ujar Chief Communication Officer, Livewell Global Ira Nursita di sela-sela malam Anugerah Prestasi Indonesia, di Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Menurut  Ira, bosnya itu pernah presentasi pertama kali, keluar keringat panas dingin dan cuma dua kalimat yang keluar dari mulutnya. Leonardo dulunya juga pernah putus sekolah yang menyebabkan dia putus asa. “Tidak mau larut dalam keputusasaan, akhirnya dia memutuskan menggeluti bisnis MLM dari nol atau zero to zero,” bebernya.

Kini Leonardo  dan dua temannya yaitu Suprato Tjoetja dan Sadrakh Tjoatja berhasil mendirikan perusahaan yang berbasis MLM yaitu Livewell Global.

Lebih lanjut, Ira menjelaskan Livewell Global merupakan perusahaan yang bergerak dibidang kesehatan dan kecantikan yang memproduksi air botol hydrogen dengan teknologi modern yang belum ada di Indonesia. 

“Perusahaan ini mengusung konsep empat pilar  dalam mengembangkan  bisnis jaringan yaitu support system program bisnis yang berkesinambungan baik secara online maupun offline, fasilitas bisnis, produk yang berkualitas dan dukungan manajemen sumber daya manusia yang professional.  Jadi, ini empat pilar ideal belum pernah ada di bisnis MLM manapun, “ katanya.

Ira menambahkan, salah satu kunci sukses binis MLM adalah  pelayanan terhadap kepuasan member benar-benar diperhatikan.“Tak  heran, dalam waktu hanya 2 tahun, semenjak tahun 2016 Livewell Global sudah memiliki 20.000 member. Mereka tersebar tidak hanya di Indonesia, melainkan sudah ada di Filiphina, Malaysia, Singapura,  Vietnam, Australia, Amerika dan Dubai,” lanjut Ira. Jakarta, Sindonews

Saturday, July 21, 2018

Anik Nurmawati, Mengajak Sukses Bersama NASA

Jawapos.com - Anik, panggilan akrab Anik Nurmawati tergolong perempuan yang selektif. Terlebih, untuk urusan usaha dan keuangan. Maklum, background ibu tiga anak ini adalah sarjana ekonomi akuntansi jebolan IKIP PGRI Tuban (sekarang, Unirow). Dia juga pernah menjadi guru honorer SMA Muhammadiyah 3 Bancar dan SMK Taruna Jaya Prawira (TJP). 

Kali pertama mengenal PT Natural Nusantara (NASA), perusahaan yang berupaya menumbuhkan semangat wirausaha dengan menawarkan sistem bisnis dengan prospek pasar luas, produk berkualitas, dan dengan suport penuh yang membantu mewujudkan keinginan siapa pun untuk menuju masa depan lebih baik, Anik tidak langsung menjatuhkan pilihan. ''Saya khawatir NASA seperti multi level marketing (MLM) yang lain,'' kata dia. 
Setelah dipelajarinya selama tiga bulan, awal April lalu, dia memutuskan gabung NASA. 

Anik mengatakan, NASA memakai sistem penjualan langsung dengan sistem network marketing. Dengan sistem bisnis MLM NASA, siapa pun dari berbagai status dan profesi bisa bergabung menjadi mitra/distributor tanpa perlu modal jutaan rupiah. Perempuan 1 April 1980 ini mengatakan, dirinya yang baru bergabung sekitar tiga bulan dan jenjang karirnya di peringkat paling bawah kini memiliki penghasilan sekitar Rp 1 juta lebih. Penghasilan tersebut didapat dari keuntungan penjualan dan poin mendapatkan downline anggota. ''Penghasilan saya ini sama sekali tidak mengambil hak anggota saya,'' kata dia yang optimistis sukses menuju masa depan. 

Anik optimistis penghasilannya terus meningkat setiap bulannya seiring kerja keras dan keseriusannya. Pada jenjang karir stokis yang diprediksi bakal diraihnya tak lebih dari setahun, dia mengatakan dirinya tak perlu kerja. Cukup ongkang-ongkang kaki, income atau penghasilannya yang  menembus belasan bahkan puluhan juta per bulan terus mengucur. Dia kemudian mencontohkan salah satu pegawai negeri sipil (PNS) di Pemkab Lamongan yang penghasilannya menembus puluhan juta rupiah. 

Untuk menuju tangga sukses, mereka yang bergabung mendapat bimbingan dan  media pembelajaran dengan program home sharing satu bulan sekali. Tahapan pembimbingan tersebut mulai NDO (news distributor orientasi), KDI (klub diatributor inti), hingga SMB (seminar menembus batas). 

''Dengan bergabung NASA, saya menyiapkan hari tua yang penuh harapan,'' kata istri pengusaha properti Bambang Setiyono itu. Karena itulah, Anik mengajak semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali untuk bergabung dengan NASA yang memproduksi produk unggulan pertanian, perkebunan, perikanan, kesehatan, dan produk rumah tangga. Produk ini sangat berkualitas. Terbukti, setelah ditawarkan melalui online, banyak pemesan dari berbagai daerah, termasuk dari luar pulau. Seperti Kalimantan dan Papua. Sebagian pemesan dari negeri jiran seperti Malasyia. ''Banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat setelah mengonsumsi produk yang murni herbal ini. Karena teruji, yang menginginkan produk ini pun harus inden,'' tegas dia. 

K-Link Mengaku Fokus Kembangkan MLM Syariah

Republika.co.id - Presiden Direktur K-Link Indonesia Radzi Saleh mengaku perusahaannya akan terus fokus mengembangkan pasar syariah. Tak heran, KLink pun baru saja menggelar tabligh akbar bertema "Membangun Ekonomi Umat".

Radzi mengatakan perusahaan yang mendapatkan sertifikasi MLM syariah dari MUI berarti tata cara bisnis, tata kelola perusahaan sesuai dengan kaidah syariah, hanya menjual produk yang berkualitas dan halal, dan transaksi bisnis dalam perusahaan syariah sesuai kaidah bisnis syariah. Hal ini, menurutnya akan menumbuhkan kepercayaan diri bagi para member K-LINK untuk menawarkan bisnis ini kepada masyarakat tanpa harus meragukan apakah bisnis ini bertentangan dengan kaidah syariah.
Ia mengatakan ada beberapa keuntungan MLM Syariah. Pertama, tata kelola perusahaan sesuai dengan kaidah syariah dan marketing plan syariah artinya fair sehingga tak merugikan siapapun. Kedua, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, yang artinya potensi pasar untuk produk dan bisnis MLM sangat besar.

Ketiga, konsep ekonomi syariah merupakan konsep ekonomi alternatif (selain dari konsep ekonomi konvensional), yang telah diterima umum dan dipraktekan secara luas di negara-negara lain di Asia dan Eropa. Hal ini didukung oleh adanya investasi syariah, perbankan syariah, asuransi syariah. 

"Konsep ekonomi syariah ini dipraktekan berdampingan dengan konsep konvensional, tidak hanya dinegara yang penduduknya muslim tapi juga negara seperti Inggris juga memiliki bank syariah  dan asuransi syariah," ucap dia melalui siaran pers, Selasa (17/7).

Kemudian, di Indonesia sendiri, pemerintah Indonesia mengakui dan mendukung perkembangan ekonomi syariah, didukung dengan disyahkannya UU Perbankan Syariah. Selain itu pasar ekonomi syariah ini terbuka untuk umum bukan hanya untuk masyarakat muslim namun juga untuk masyarakat non muslim, yang diatur oleh ekonomi syariah adalah tata cara berbisnis yang baik dan sesuai syariah dan tata kelola perusahaan yang syariah. 

"Konsep syariah secara garis besar melindungi kepentingan semua pihak (baik pemberi jasa ataupun penerima jasa, pembeli atau penjual) transaksi yang adil dan bermanfaat bagi kedua belah pihak tanpa ada pihak yang dirugikan atau diuntungkan secara sepihak,"

Keenam, konsep bisnis yang syariah tidak ada hubungannya dengan pemaksaan ritual agama tertentu dalam melakukan transaksi atau praktik bisnis. Konsep syariah dapat dilakukan dan diterima pihak manapun, secara umum tanpa ada hubungannya dengan agama dan keyakinan yang dianut oleh seseorang. 

Sebab tujuan dari konsep syariah adalah memastikan semua pihak yang terlibat dalam bisnis atau transaksi tersebut dalam posisi yang sama-sama diuntungkan dan saling memberikan manfaat.

Secara umum, ucap dia, K-LINK Indonesia berfokus pada pasar syariah sejak 2010. Dapat dilihat dari produk-produk kesehatan yang terinspirasi dari sunnah rasul dan Al-Qur’an. Bisnis K-LINK juga mendapatkan sertifikat syariah dari Dewan Syariah Nasional MUI (DSN MUI). Serta untuk membimbing agar perjalanan bisnis K-LINK Indonesia tetap memenuhi prinsip-prinsip syariah (syariah compliance), maka K-LINK Indonesia juga memiliki 3 orang Ulama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menempati posisi sebagai Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Sunday, June 3, 2018

CNI Incar Kenaikan Omzet 15%

Perusahaan multi level marketing (MLM) PT Citra Nusa Insan Cemerlang (CNI) menargetkan pertumbuhan penjualan hingga 15% pada 2018 dibandingkan dengan capaian pada tahun lalu.

Head of Marketing Support Marselius Ferdinan mengatakan, guna mencapai target tersebut perusahaan akan terus konsisten menghadirkan produk-produk berkualitas baik berupa suplemen kesehatan, food & beverage, kebutuhan perawatan diri, kebutuhan rumah tangga, dan farming.

Beberapa produk yang telah dikenal di antaranya CNI Ginseng Coffe, Sun Chlorella, CNI Ester C Plus, Nutrimoist, Ichi-I, dan Plant Catalyst 2006.

"Produk-produk tersebut telah dikenal, dikonsumsi, dan dipakai oleh konsumen loyal kita sejak lama," kata Marselius Ferdinan di Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Selain itu, perusahaan, lanjut Marselius, akan terus berinovasi dan melakukan berbagai terobosan bisnis. Produk CNI kini hadir lebih simple, menarik, terjamin, dan meningkat dengan i-Plan 2017. I-Plan CNI ini memberikan jaminan pendapatan pasti bagi setiap anggota CNI setiap periodenya.

"I-Plan CNI dihitung dalam dua periode kalkulasi per bulan di mana periode I mulai tanggal 1-15 sedangkan periode II mulai dari tanggal 16 sampai akhir bulan," ujarnya. Ia berharap melalui i-Plan dapat menciptakan jaringan bisnis CNI yang besar dan kokoh dengan cara melebar dan mendalam.wartaekonomi

Tuesday, May 8, 2018

Cantik, Muda dan Kaya Itulah Intan Nurimani Miliarder Muda dari Solo

Usianya belum genap 35 tahun. Lahir di Solo 14 Juni 1983. Tetapi wanita berpostur tinggi semampai ini sudah muncul sebagai miliarder muda. Bukan karena warisan orang tua. Lalu dari mana uang itu berasal?

Dari kerja Multi Level Marketing (MLM) yang ditekuninya sejak April 2013. Akumulasi bonusnya hingga 19 April 2018 sudah mencapai Rp 15,9 miliar. Betul ini, bukan hoax?

“Betul sekali. Bonus tersebut terakumulasi yang dibayarkan tunai setiap hari masuk rekening saya,” kata Intan Nurimani, si miliarder muda ini menjawab pertanyaan koranbernas.id Kamis (19/4/2018) saat berlangsung Table Talk Jogja di Rembug Kopi.
Bukan itu saja, dia juga mendapat reward berupa satu unit mobil Kijang Innova dan mobil Honda CRV, liburan ke beberapa negara Asia dan Eropa serta ibadah umrah. Semuanya gratis.

Sebagai mantan penyiar di sebuah stasiun radio swasta di Solo, dia memang punya modal pandai bicara. Ditambah personality dan personal approach yang bagus. Itu menjadi modal penting.

Menurut wanita yang dulu kuliah di Akademi Akuntansi di Yogyakarta ini, bisnis MLM bisa dilakukan oleh siapa saja. PNS, istri TNI dan Polri, guru, ibu rumah tangga, dokter dan siapa pun karena bisa disambi.

“Dan saya tidak melakukan door to door menawarkan propolis atau yang lain,”katanya sambil tersenyum.

Semuanya bermula dari gethok tular. Jika langsung gencar menawarkan barang, mungkin banyak orang tidak tertarik. Apalagi banyak orang tidak suka dan menganggap MLM itu haram, hanya menguntungkan yang di atas.

Padahal tidak. Bonus itu dibagi ke semua orang yang berada di jaringan “pohon” sebagai kontraprestasi kerja kerasnya. Lebih mantap lagi di Moment tempat dia bergabung sejak 2013 itu, sudah punya sertifikat Syariah. Sebelumnya dia pernah bergabung MLM sebuah perusahaan. Tetapi tidak merasa sreg karena ada kesan memaksa member.

300 tinggal 9

Tapi meraih sukses tidak semudah dibayangkan. Kerja keras, serius dan jeli melihat peluang itu menjadi kunci utama. Mengawali kerja ini bukan pekerjaan mudah bagaimana harus mampu membangun jaringan seluas-luasnya secara bertahap. Setiap bertemu orang, apalagi komunitas, harus dijadikan sebagai peluang.

“Apalagi saya memang sudah merasakan sendiri produk kesehatan dan kecantikannya. Sehingga saya ngomong punya dasar. Bukan sekadar kata orang. Kata si Anu dan sebagainya,” kata ibu dua anak ini. Dengan demikian dia menjadi sangat mantap menyampaikan ke orang lain.

Sulitnya bisnis ini berkembang karena banyak orang tidak fokus, tidak serius dan enggan kerja keras. Diawali dengan kata tidak bisa. Sebagai contoh dia pernah merekrut 300 orang sebagai downline.
Ternyata yang jadi hanya 9 orang. Betapa tidak imbang rasionya. Meskipun belakangan setelah tahu Intan berhasil banyak yang teriak “aku mau”. “Ya kenapa dulu tidak serius. Karena tidak ada sukses yang instan, harus kerja keras,” katanya.

Contoh gethok tular itu, saat dia dalam perjalanan menyeberang dari Bintan. Di atas perahu dia berdekatan dengan seorang ibu. Ngobrol, cerita anaknya sakit panas. Intan hanya bilang jika anaknya diberi propolis ternyata sembuh. Alhasil ibu itu membelinya. Hanya dalam waktu sekitar 15 menit. Dari situ diharapkan ibu tadi akan bercerita pada orang lain setelah anaknya sembuh.

Bahagiakan orangtua

Untuk apa bonus sebesar itu? “Saya ingin orang tua di masa senja bahagia. Tidak lagi harus bekerja seperti dulu,” katanya. Ayahnya Fatchurrahman Nugroho pengusaha percetakan kecil-kecilan. Ibunya Titut Sri Rejeki dulu jualan gudeg di teras rumahnya dan cukup laris. Kerap menerima pesanan dalam jumlah besar di kalangan pengusaha batik di Solo.

Dari bonus tersebut Intan membelikan rumah harganya di atas Rp 2 miliar. Lebih bagus dari rumahnya sendiri. Mobil Toyota Innova juga dipersembahkan pada kedua orangtuanya, serta mengumrahkannya.

Selain itu biaya hidup setiap bulannya dia penuhi. Meskipun Intan sadar seberapa pun dia bisa berikan tak akan cukup untuk membalasnya. Apalagi dia mengakui, saat remajanya sering menyulitkan orangtua.

Dia juga membelikan ruko untuk kakaknya, Dicky, karena dialah yang membiayai saat Intan kuliah di Yogya serta membelikan mesin cetak yang lebih memadai. Dicky sekarang meneruskan usaha percetakan ayahnya.

Selebihnya untuk membeli beberapa bidang tanah. Bonus tersebut benar-benar cementhel untuk keluarga dan masa depan anak-anaknya. Bukan untuk hura-hura.

Selain rajin beribadah, puasa Senin dan Kamis serta salat dhuha, Intan juga tidak melupakan 2,5 persen harta yang dilimpahkan Allah SWT adalah milik anak yatim, piatu dan kaum duafa. Dia juga rajin mengundang pengajian ibu-ibu. Soal pajak pun tertib.

Karena keberhasilannya, wanita yang mandiri sejak mudanya ini berkesempatan berbagi ilmu keliling berbagai kota besar di Indonesia. Bukan hanya di Jawa, tapi juga di Sumatera, Sulawesi, Bali sampai Raja Ampat Papua.

Setiap Rabu dijadwalkan Intan ke Yogya untuk berbagi ilmu, tempatnya berpindah-pindah. Memotivasi. Ini terbuka untuk siapa saja yang berminat mencari tambahan pendapatan. Terutama bagi kaum wanita yang seharusnya memegang uang hasil usaha sendiri. Ratusan ribu, jutaan bahkan miliaran, siapa tidak ingin?

“Kalau saja tidak di sini, kerja apa dan siapa yang mau menggaji saya sebesar itu?” katanya. Barangkali Anda salah satunya yang ingin meraih sukses seperti Intan? Silakan, gratis kok. Serap ilmunya, ikuti langkahnya.beritojowo

Thursday, April 26, 2018

CNI Tingkatkan Market Berbasis Online

Bisnis multi level marketing (MLM) yang sudah puluhan tahun ini, rupanya tak ingin ketinggalan zaman dan kehilangan anggotanya.

Untuk menguatkanya, PT CNI tengah memperbaiki infrastrukturnya, salah satunya dari segi pemasaran. Dulu secara manual door to door kini mulai bergerak secara digital atau online.

Menurut Head of Sales and Distribution Division PT CNI Theo Sondakh membenarkan hal tersebut.
“Kita lagi memperbaiki infrastrukturnya. Kalau sudah siap terstruktur, tentu nantinya akan lebih baik,” ujar Theo disela acara member achievement gathering (MAG) di hotel Grand Pasundan Bandung, Minggu(22/4).

Lanjutnya, pemasaran melalui digital ini guna mendekati kaum milenial. Pasalnya kaum milenial itu kalau mendapatkan informasi berbeda dengan kaum zaman old (dulu).

Dulu masih banyak lihat iklan dan bincang-bincang sedang untuk kaum milenial hal itu tidak mengena. Kaum milenial lebih mencari informasi di media sosial dan lain-lain.

“Mau tidak mau kita butuh kaum milenial tapi itu bukan hal yang utama karena hal utama kita memperbaiki infrastruktur. Soal akan ada produk-produk khusus bagi kaum muda itu, bisa saja kedepan ada,” terangnya.

Terpenting lanjutnya motor bisnisnya sendiri dan marketing plannya sudah rubah.

“Kita mungkin lebih punya kecenderungan bangun sendiri ketimbang kerjasama dengan platform yang sudah ada. Tak tak dipungkiri kadang produk kita ada di online mereka tetapi itu bukan dari perusahaan tapi dari member. Untuk galeri kita di web sudah ada gerai CNI.com,” ucapnya seraya mengatakan dua tantangan kedepan yang harus dihadapinya adalah teknologi dan pertumbuhan milenial.jabarekspres

Monday, April 9, 2018

Kemenag Larang Sistem Ponzi dan MLM dalam Bisnis Travel Umrah

Kementerian Agama (Kemenag) melarang sistem penjualan paket umrah yang menggunakan skema merugikan jamaah. Di antaranya, skema paket ponzi (modus investasi palsu), sistem pemasaran berjenjang (MLM), investasi bodong, atau jenis lain yang merugikan.

Kemenag menerbitkan regulasi baru untuk menertibkan travel umrah nakal yang meresahkan masyarakat karena menawarkan paket perjalanan ke Tanah Suci tetapi gagal memberangkatkan dan jenis-jenis pelanggaran lain yang merugikan jamaah. Regulasi itu adalah Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 8 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah yang menggantikan PMA Nomor 18 tahun 2015.

"PMA ini menutup celah aturan yang tidak termuat dalam PMA 2015," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar Ali di Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Dia mengatakan, PMA baru itu hadir untuk menyehatkan bisnis umrah sekaligus untuk perlindungan jamaah. Melalui regulasi baru itu, Kemenag  berupaya mendorong Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk mengedepankan bisnis syariah daripada skema-skema paket merugikan.

"Penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah bukanlah bisnis sebagaimana umumnya. Umrah adalah ibadah, karena itu pengelolaannya harus benar-benar berbasis syariah," tuturnya.

Selanjutnya, kata dia, PMA yang baru memperketat izin penyelenggaraan umrah. Izin PPIU hanya diberikan kepada biro perjalanan wisata yang memiliki kesehatan manajemen dan finansial, tidak pernah tersangkut kasus hukum, taat pajak dan tersertifikasi.

"Secara berkala akan diakreditasi oleh lembaga yang ditunjuk oleh Kemenag," ujarnya.

PMA itu, lanjut dia, juga mengatur mekanisme pendaftaran jamaah. Sistem pendaftaran harus dilakukan melalui pelaporan elektronik dengan pembatasan keberangkatan paling lama enam bulan setelah akad atau tiga bulan setelah pelunasan.inews

Wednesday, March 21, 2018

XL Axiata & K-Link Kerja Sama Penyediaan Paket Data

PT XL Axiata Tbk bekerja sama dengan usaha multilevel marketing, K-Link, untuk penyediaan paket data yang dibutuhkan perusahaan dan para membernya di seluruh wilayah Indonesia.

Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata Kirill Mankovski mengatakan antusias mendukung K-Link yang merupakan perusahaan MLM yang sangat besar dan kredibel dengan produk yang juga dikenal luas.

“Kami bekerja sama untuk meningkatkan produktivitas member K-Link untuk meraih tujuan bersama yang saling menguntungkan,” katanya seperti dalam rilis, Selasa (20/2/2018).

Penandatanganan nota kerja sama bdilakukan oleh Kirill Mankovski bersama Dato’ DR. H. MD Radzi Saleh, Presiden Direktur K-LINK Indonesia di jakarta, pekan lalu.
Menurut Dato Radzi Saleh sebagai perusahaan penjualan langsung yang sudah sangat mapan di Indonesia, saat ini K-Link memiliki member aktif yang tentunya adalah potensial pelanggan baru bagi XL Axiata. Karena itu, kerjasama ini juga sekaligus langkah strategis XL Axiata dalam memperbesar basis pelanggan.

“Saat ini K-Link juga sedang menuju era digital yang membutuhkan mitra kerja andal di dunia digital dan mampu menyediakan layanan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan para member,” katanya.

Dia menambahkan K-Link melihat XL Axiata sangat berkompeten dengan layanan yang kami butuhkan. Kami berharap, kerjasama ini akan membawa manfaat kemudahan bagi para member K-Link dalam berkomunikasi sesama anggota juga lebih produktif dengan adanya free akses website dan aplikasi K-Link Indonesia.

Saat ini jumlah member K-Link mencapai lebih dari 2 juta member.

Karena itulah perusahaan membutuhkan sarana telekomunikasi dan akses digital yang mampu mengakomodasi kebutuhkan untuk berkomunikasi dengan para member, termasuk mempermudah para member meng-akses web dan aplikasi digital K-Link.

Jaringan data yang berkualitas milik XL Axiata kini semakin luas dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia.

Jaringan 4G LTE XL Axiata telah menjangkau 360 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia, ditopang oleh lebih dari 17.000 BTS 4G dan hampir 46.000 BTS 3G. Sementara itu, layanan 3G U900 telah menjangkau lebih dari 400 kota d/kabupaten.bisnis

Friday, March 9, 2018

ASITA Riau Minta Kejelasan Fatwa MUI Tentang Bisnis Travel Sistem MLM

ASITA Riau meminta kejelasan fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap sistem Multi Lavel Marketing (MLM), yang dipakai perusahaan tour and travel dalam promosi paket perjalanan umrah. Ketua ASITA Riau Dede Firmansyah mengatakan soal trategi marketing itu menjadi hak masing-masing pengusaha.

Tapi terhadap masalah sistem MLM memang sedikit membingungkan karena tidak ada ketentuan jelas seperti apa dan bagaimana. "Sampai sekarang ketentuannya seperti apa. Kalau begitu bisa saja mereka tidak punya kantor, dong. Selama ini memang ada sistem seperti itu di bisnis tour and travel tapi mereka harus tergabung dalam APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia)," katanya, 2 Maret 2018.

Dalam asosiasi itu lanjut Dede, produsen atau member menjual langsung ke konsumen. Sebelum ini sejumlah pakar ekonomi syariah di Tanah Air juga sudah membahas masalah ini. Kalau memang sistem itu terakomodir dalam APLI maka diperbolehkan. "Kalau mengikuti APLI berarti ikut dalam aturan pemerintah.

Sekarang sistem untuk umrah ini bagaimana kejelasannya. Makanya kami juga ingin MUI memberikan fatwa apakah untuk bisnis perjalanan umrah sistem MLM seperti ini diperbolehkan?," sambung Dede.

Selanjutnya, ujar dia, beberapa perusahaan biro perjalanan di Riau yang menggunakan sistem seperti ini, untuk sementara ini tidak bisa disalahkan. Sebab mereka punya rencana dan strategi bisnis sendiri untuk menggaet konsumen. Tapi, alangkah baiknya, MUI juga segera mengeluarkan fatwa tentang masalah ini supaya semuanya jelas.radarpekanbaru

Thursday, February 8, 2018

Kemendag Sebut Bisnis MLM Semakin Kondusif

Perusahaan multilevel marketing (MLM) atau penjualan langsung diprediksi terus menggeliat setelah iklim usaha di bidang tersebut kian kondusif.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti mengatakan perusahaan langsung baik lokal dan asing memiliki prospek pertumbuhan yang baik di Tanah Air.

Menurutnya, kondusivitas usaha langsung dapat dilihat dari permohonan surat izin usaha penjualan langsung (SIUPL) selama 5 tahun terakhir. Selain itu, jumlah penduduk Indonesia yang besar diyakini masih menjadi daya tarik bagi perusahaan MLM asing untuk berinvestasi di Tanah Air.

Data yang dikeluarkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang mengeluarkan SIUPL, tercatat 80 perusahaan modal asing (PMA) dan 92 perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN) telah memiliki izin tersebut selama 2011 hingga Desember 2017.

“Terdapat peningkatan sebesar 20% jumlah perusahaan MLM dengan modal asing yang telah memiliki SIUPL pada 2017,” kata Tjahya kepada Bisnis pada Senin (22/1/2018).

Tjahya menuturkan jumlah perusahaan yang mendapat SIUPL meningkat signifikan dibanding total penerbitan izin tersebut pada 2011 yang berjumlah di bawah 50 perusahaan. Meski begitu, dia tidak menyebutkan target izin yang akan dikeluarkan pada tahun ini.

Pada umumnya, produk yang dijual dengan sistem penjualan langsung masih didominasi oleh produk suplemen kesehatan dan kosmetik atau perawatan tubuh. Beberapa perusahaan asing yang terkenal menjual produk tersebut seperti K-Link, Herbalife, Nu-skin dan Oriflame.bisnis

Wednesday, January 31, 2018

Garap Pasar Milenial, K-Link Perkuat Penjualan Daring

Perkembangan teknologi informasi memberikan pengaruh yang besar terhadap penjualan secara online (daring). Terlebih dengan hadirnya generasi milenial yang sangat menggemari belanja secara daring. Membuat pasar belanja secara daring ini semakin luas.

Hal tersebut diakui Presiden Director K-Link Indonesia, Dato' DR H Md Razi Saleh. Untuk itu di tahun ini ia mengaku akan menggenjot transaksi secara daring.

"Untuk penjualan online, kami menargetkan penjualan sebesar 30 persen atau Rp 50 miliar dari total omset," ujar Radzi Saleh, saat peluncuran co-working space "Dynamic Youth Lounge", beberapa waktu lalu di Jakarta.

Radzi menjelaskan, generasi milenial mulai menunjukkan pasar yang besar terhadap produk-produk K-Link. Mulai dari suplemen kesehatan, produk fashion hingga produk kecantikan wanita.

Untuk meraih pasar milenial secara daring itu, dalam waktu dekat K-Link akan meluncurkan satu platfom. Dimana para konsumen, khususnya generasi milenial, akan semakin mudah dalam bertransaksi.

Tidak tanggung-tanggung, Radzi mengatakan telah menunjuk konsultan dari Malaysia dan Indonesia yang akan membuat platform milik K-Link nantinya berbeda dengan yang ada.

"Selain itu kami juga akan lebih banyak mengajak bergabung para member dari generasi milenial," jelasnya.

Kehadiran Dynamic Youth Lounge itu pun dikatakanya untuk menjawab kebutuhan para generasi milenial dalam memasarkan produk-produk K-Link. Terlebih bisnis MLM sangat lekat dengan hal-hal yang inovatif, kreatif dan dinamis.

"Dyanmic Youth Lounge ini dibuat dengan suasana yang senyaman dan sesantai mungkin. Karakter ruang kerja dibuat sangat menarik agar pengunjung betah dengan atmosfer yang lebih relax dan playful," ujarnya.

Untuk para wanita, DYL juga menyediakan ruang khusus bagi Ladies Beauty Club (LBC) yang bisa digunakan untuk demo make up atau pertemuan.

“Anak muda kan senang bekerja dengan suasana santai. Karena itu kami bikin lounge ini. Di sini ada sofa, kursi ayunan, dan snack, juga wifie. Ini tempat kerja yang representatif untuk mengajak para prospek dan memperkenalkan produk K-Link dengan suasana yang santai,” jelas Ramdzi.republika

Tuesday, January 23, 2018

Cegah Money Game, Pemerintah Perkuat Aturan Izin MLM

Ketertarikan investasi untuk usaha langsung atau multilevel marketing (MLM) membuat pemerintah lebih berhati-hati dalam mengeluarkan surat izin usaha penjualan langsung. Hal ini disebut sebagai langkah mengantisipasi adanya pelaku usaha yang melakukan money game.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti mengatakan upaya pemerintah dengan memperkuat mekanisme penerbitan izin dengan kewajiban perusahaan melakukan presentasi program pemasaran (marketing plan) dan kode etik perusahaan.

Di samping itu, pemerintah bekerjasama dengan Satgas Waspada Investasi dalam melakukan pengawasan terhadap praktek money game atau investasi bodong yang terdiri dari tujuh perwakilan kementerian dan lembaga otoritas jasa keuangan (OJK).

Instansi yang terlibat yakni Kementerian Perdagangan, Kepolisian RI, Kejaksaan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Di sisi lain, pemerintah mengaku belum adanya peraturan yang mewajibkan peningkatan penggunaan produk dalam negeri sebagaimana waralaba. Alhasil, pelaku usaha masih memasarkan produk impor. Hanya sebagian kecil yang memasarkan produk dalam negeri.

“Diperlukan kreativitas dalam mengembangkan inovasi berusaha yang akan membuka akses pasar yang lebih uas bagi produk dalam negeri. Tantangan inilah yang harus di jawab oleh perlaku usaha penjualan langsung,” sebut Tjahya.bisnis

Transaksi Bisnis MLM Tembus Rp 15,75 Triliun

Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) menyatakan nilai transaksi penjualan langsung atau multi-level marketing (MLM) di Indonesia selama 2016 mencapai US$ 1,184 juta atau setara dengan Rp 15,75 triliun. Ketua Umum APLI Djoko Jartanto Komar menyebut nilai transaksi tersebut tumbuh 10 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya sekitar US$ 1,067 juta atau Rp 14,31 triliun.

"Untuk data 2017 akan keluar sekitar Mei 2018, tapi prediksi kami tumbuh semakin membaik, sekitar 12 persen," katanya di Jakarta, Jumat, 12 Januari 2018. Meskipun naik 10 persen, angka ini memang lebih rendah dibanding pertumbuhan dari 2014 ke 2015 yang mencapai 12,8 persen.

Menurut dia, prospek penjualan MLM di Indonesia masih sangat menjanjikan. Sebab Indonesia adalah negara dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan memiliki pasar yang terus berkembang. "Pertumbuhan direct seller (penjual langsung) hingga 2014, dari 2011, juga terus tumbuh, mencapai 11,3 persen," ujarnya.

World Federation of Direct Selling Association (WFDSA), sebuah asosiasi perdagangan global yang mewakili lebih dari 60 asosiasi penjualan MLM di dunia, menyampaikan hal senada. Prospek penjualan langsung di Indonesia juga diperkirakan semakin positif. "Indonesia masuk dalam 10 besar negara dengan pertumbuhan langsung tertinggi," kata Chairman WFDSA, Magnus Brannstrom.

Magnus menuturkan perkiraan ini juga dilihat berdasarkan kinerja dan prospek secara global. Pada 2016, nilai transaksi penjualan langsung mencapai US$ 182,6 miliar atau meningkat sekitar 1,9 persen dibanding 2015.

Tak hanya itu, CEO dari Oriflame Holdings ini, menyebut kawasan Asia-Pasifik juga menjadi penyumbang terbesar penjualan MLM di Indonesia yang mencapai 46 persen. Lebih tinggi dibanding Amerika yang hanya 33 persen, Eropa 20 persen, dan wilayah Timur Tengah dan Afrika sekitar 1 persen. "Saya percaya penjualan langsung akan lebih tumbuh. Ini juga akan membentuk menggerakkan roda perekonomian negara," kata Magnus.tempo

APLI Sebut Bisnis MLM Dapat Gerakkan Roda Perekonomian Indonesia

Bisnis direct selling (multi level marketing/MLM) dalam negeri diyakini memiliki prospek yang cukup cerah dan akan semakin berkembang.

Ketua Umum Asosiasi Penjualan Langsung (APLI), Djoko Hartanto Komara mengatakan, saat ini bisnis penjualan langsung di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang cukup tinggi. 

"Potensinya yang besar dapat menggerakkan roda perekonomian Indonesia dan memiliki kontribusi yang signifikan dalam menciptakan micro-entrepreneurs," ujar Djoko saat konferensi pers di Ruang Pelataran Ramayana Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Selain itu, tambahnya, semakin cerahnya potensi industri MLM di Indonesia juga didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang besar.

Merujuk data Bappenas pada tahun 2030-2040, jumlah penduduk Indonesia yang berusia 15 tahun-64 tahun lebih besar dibandingkan usia yang tidak produktif atau di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun.

"Untuk itu, industri penjualan langsung dapat memanfaatkan momentum kenaikan penduduk tersebut untuk memperluas pasar," tambah Djoko.

Sementara itu, World Federation of Direct Selling (WFDSA) mengemukakan pasar Asia Pasifik menjadi penyumbang terbesar total omzet bisnis penjualan langsung (multi level marketing/MLM) di dunia.

WFDSA mencatat kawasan Asia Pasifik menyumbang 46% dari total omzet MLM, disusul Amerka sebesar 33%, Eropa 20%, dan Timur Tengah serta Afrika 1%.

Sementara itu, berdasarkan data dari APLI, nilai transaksi MLM global pada 2016 mencapai US$182,6 miliar atau meningkat 1,9% dibandingkan perolehan 2015.

Sementara itu jumlah representetif independen dunia mencapai 107 juta atau mengalami peningkatan 3,1% dibandingkan 2015.industry

Saturday, January 13, 2018

e-Commerce Diyakini Tak Ganggu Bisnis Multi Level Marketing

Indonesia menjadi salah satu negara yang pertumbuhan e-commerce-nya cukup besar.

Bahkan tren ini juga memaksa banyak retailer mulai mengembangkan e-commerce sendiri atau terintegrasi dengan e-commerce untuk bisa bertumbuh.

Magnus Brannstrom, Chairman of WFDSA sekaligus CEO dan President of Oriflame Holdings menyampaikan direct selling tidak akan terganggu dengan penjualan online.

Dirinya melihat justru hal ini akan membantu perkembangan industri direct selling.

"E-commerce bukan kompetitor tetapi benefit, makanya kami sangat excited dengan masa depan, termasuk Indonesia. Apalagi Indonesia salah satu negara besar yang terkoneksi dengan internet," ujarnya di Jakarta, Jumat (12/1).

Dirinya mengatakan ke depan, industri direct selling akan mampu terkoneksi 40 juta orang Indonesia.

Apalagi fleksibilitas di industri ini juga membuat orang terbiasa untuk melakukan pekerjaan lain tanpa mengganggu.

"Direct selling itu low investment, jadi semua orang bisa mulai. Tidak perlu pinjaman, jadi orang biasa bisa mulai bisnis ini tanpa investasi yang besar dan risiko yang besar," lanjutnya.

Djoko Hartanto Komara, Ketua Umum Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) mengatakan bahwa e-commerce hanya sebuah metode.

Metode ini yang membuat cara komuniksi direct seller akan terkoneksi dengan online, sehingga online direct selling bisa digunakan.

"Iya boleh gunakan online, karena online bukan industri tapi cara baru berkomunikasi dan berjualan. Jadi direct selling bisa menggunakan online, hanya pasalnya berbeda dengan ritel seperti di Permendag 20 tahun 2016," tambahnya.

Dirinya mengatakan bahwa penggunaan online ini tidak saling bersinggungan dengan retailer yang menggunakan online juga.

Sebab, e-commerce bukan merupakan industri baru, melainkan cara baru dalam hal pemasaran, baik untuk retailers maupun perusahaan penjualan langsung.tribunnews

Perusahaan Travel Umrah Solusi Balad Kena Tegur Kementerian Agama

Calon jamaah umrah masih harus waspada. Masih banyak tawaran umrah murah yang bisa berujung ke kegagalan pemberangkatan jamaah ke Tanah Suci.

Tahun lalu, Kementerian Agama (Kemnag) mencabut izin dua travel umrah, yakni First Travel dan PT Biro Perjalanan Wisata Al Utsmaniyah Tour (Hannien Tour). Keduanya menawarkan promo paket umrah murah dengan skema MLM.

Yang terbaru, PT Solusi Balad Lumampah (SBL) juga masuk radar pengawasan Kemnag lantaran menunda pemberangkatan umrah.

Berdasarkan memo internal PT SBL No 12197/SBL/DIRUTXII/17 tanggal 16 Desember 2017 , SBL meminta seluruh kepala cabang agar memberitahukan tentang penjadwalan ulang pemberangkatan.

SBL memiliki sekitar 15.619 calon jamaah umrah. Perusahaan ini menunda keberangkatan mereka dari yang semula pada Desember 2017 dan Januari 2018 menjadi Februari, Maret, April dan Mei 2018.

Kepala Sub Direktorat Pemantauan dan Pengawasan Umrah dan Haji Khusus Kemnag Mulyo Widodo menyatakan, Kemnag telah mengirim teguran tertulis ke SBL. Dia memerintahkan SBL memberangkatkan 3.000 calon jamaah yang sudah ditunda.

Travel umrah nakal kerap memakai modus promo tarif murah di bawah Rp 20 juta untuk menarik konsumen. Sebagian di antara travel umrah itu menawarkan paket umrah dengan skema multi level marketing (MLM), bahkan dengan skema ponzi.

Widodo menyatakan, Kemnag telah menegur travel umrah yang menawarkan promo murah dan skema MLM. "Jika tak diindahkan, kami bekukan usaha. Bila masih melanggar, kami cabut izinnya," ungkap Widodo kepada KONTAN, Jumat (5/1/2018).

Ketua Komnas Haji dan Umroh Mustolih Siradj bilang larangan MLM umrah masih mandul. "Kemnag perlu konsisten dan bernyali mencabut izin travel nakal," katanya.tribunnews

Sunday, December 24, 2017

Tips Sukses Berbisnis MLM (6) Upayakan Membagi dan Promosikan Produk yang Dijual Setiap Harinya

Fokus untuk selalu membangun bisnis dan merekrut anggota baru, meskipun penghasilan yang Anda dapat dari MLM belum sesuai dengan target yang diharapkan. Jika ada pelanggan yang suka dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan, lakukan pendekatan dan hal ini lebih mudah untuk menariknya menjadi rekan di bisnis tersebut.

Orang yang menyukai produk yang dipakainya biasanya akan mempromosikan dengan sendirinya tentang produk yang Anda jual tersebut, jika banyak yang tertarik ini bisa menjadi kunci untuk mendapatkan pelanggan baru untuk kemudian direkrut juga menjadi anggota.

Cara-cara seperti membagi sampel produk atau mengajak orang yang Anda kenal untuk ikut mempromosikan produk juga baik dilakukan, Anda juga bisa melakukan hal ini melalui website atau akun media sosial yang dimiliki.

Tips Sukses Berbisnis MLM (5) Identifikasi Target Pasar

Satu kesalahan terbesar pelaku MLM baru lainnya adalah melihat semua orang (termasuk teman dan keluarga) sebagai pelanggan potensial yang bisa direkrut.

Seperti bisnis lain, Anda akan memiliki kesuksesan yang lebih besar dan efisiensi jika dapat mengidentifikasi target pasar dan memfokuskan upaya pemasarannya pada mereka.

Misalnya di bisnis vitamin, seseorang yang tidak peduli tentang kesehatan, bukanlah orang yang tepat untuk didekati, justru ini bisa mengganggu bisnis Anda, carilah orang yang tertarik dan memedulikan kesehatan diri untuk dijadikan prospek.

Mengapa Perusahaan MLM Harus Terdaftar di APLI?

APLI adalah singkatan dari Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia, adalah suatu organisasi yang merupakan wadah persatuan dan kesatuan te...

Find Us on Facebook

Blog Archive

Visitors


pinjaman utang