mlm is your life

hpanetwork.id - member of PT Herba Penawar Alwahida Indonesia - lahirkan pengusaha muslim yang tangguh
Showing posts with label tianshi. Show all posts
Showing posts with label tianshi. Show all posts

Sunday, February 3, 2013

Perusahaan MLM Asal China Raih Sertifikat Halal

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia menyerahkan sertifikat syariah dan halal kepada perusahaan multi level marketing (MLM) asal China, TIENS Indonesia.

Sertifikat syariah dan sertifikat halal diberikan setelah mendapatkan rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas pembukaan unit usaha syariah TIENS Indonesia.

"Pemberian sertifikat syariah dan halal ini tentunya setelah dilakukan evaluasi dan pengkajian intensif terhadap keseluruhan aspek bisnis dan operasional manajemen TIENS telah sesuai dengan kaidah-kaidah syariah," kata Ketua DSN KH Ma'ruf Amin dalam konferensi pers di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Senin (14/1).

KH Ma'ruf Amin mengatakan saat ini tidak banyak perusahaan yang memiliki Unit Usaha Syariah, terlebih perusahaan yang bergerak di bidang MLM. Ia mengatakan dengan pemberian sertifikat syariah dan halal kepada TIENS, menandakan produk-produk perusahaan TIENS halal dan dari segi bisnis telah sesuai aturan-aturan syariah.

Chairman Tiens Group Co Ltd Li Jinyuan mengatakan pemberian sertifikat syariah dan halal dari MUI kepada perusahaannya menjadi salah satu bukti bahwa TIENS sangat peduli akan syariah Islam.

"Indonesia yang memiliki masyarakat Muslim terbanyak merupakan market terbesar kami, sehingga kami berupaya keras agar masyarakat Indonesia dapat dengan nyaman dan tanpa kekhawatiran baik dalam mengkonsumsi produk, maupun menjalankan peluang bisnis kami," kata Li Jinyuan.

Li mengaku bangga karena perusahaannya menjadi perusahaan China pertama yang mendapatkan sertifikat syariah. Dengan adanya sertifikat tersebut, TIENS Indonesia di bawah nama PT Singa Langit Jaya telah memenuhi persyaratan pembukaan Unit Usaha Syariah sebagaimana tertuang dalam Fatwa DSN No.75/DSN MUI/VII/2009 tentang Pedoman Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS).

TIENS merupakan salah satu unit bisnis dari Tiens Group yang bergerak di bidang penjualan langsung. Produk-produk TIENS yakni suplemen herbal dan alat kesehatan yang mengacu kepada warisan pengobatan tradisional China yang telah dikenal sejak 5.000 tahun lalu dengan memadukan resep pengobatan tradisional dengan teknologi modern dan mutakhir. 


Referensi: 
http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/01/14/2/122586/Perusahaan-MLM-asal-China-Raih-Sertifikat-Halal

Pingin baca dirumah??? download aja DISINI,,, 

Wednesday, March 21, 2012

Bakal Bangun Pabrik Di Indonesia

Minggu (12/2) pagi, langit Jakarta tampak cerah. Kendati beberapa hari sebelumnya mendung selalu bergelayut, hari itu, tak ada awan hitam yang menyelubungi matahari. Sungguh membahagiakan. Hari itu, Li Jinyuan, Presiden Tiens Group Co. Ltd., meresmikan Kantor Tiens Cabang Jakarta. Mengenakan setelan jas berwarna hitam dan berdasi warna merah muda, Li memotong pita sebagai penanda Kantor Tiens Cabang Jakarta di Menara Citicon di kawasan Slipi, Jakarta Barat resmi dibuka.

Sejenak kemudian hingar bingar barongsai membahana di pelataran gedung. Li pun memasukkan angpao ke mulut barongsai, berharap Tiens Indonesia mendapatkan limpahan berkah dan keberuntungan di tahun mendatang.

Siangnya, ribuan distributor Tiens berkumpul di Istora Senayan Jakarta untuk mengikuti Tiens Indonesia Award. Perusahaan network marketing dari China ini hadir di Indonesia sejak tahun 2000. Produknya dikenal luas di masyarakat, terutama produk suplemen herbal dan alat kesehatan. Tak heran, hingga saat ini mereka memiliki sekitar 4 juta distributor dan pengguna produk Tiens, yang tidak hanya memberikan manfaat kesehatan tapi juga memberikan peluang usaha yang menyejahterakan keluarga Indonesia. Hingga saat ini, perusahaan MLM ini telah memiliki 13 kantor cabang di seluruh Nusantara.

Jumlah distributor dan pengguna yang besar ini membuat Tiens Indonesia tercatat sebagai pendongkrak omset Tiens di wilayah Asia Pasifik mendorong manajemen pusat Tiens Group, yang berkedudukan di China, menunjuk Indonesia sebagai kantor pusat Tiens Group Asia Pasifik, membawahi beberapa negara di antaranya Malaysia, Brunei, Thailand, Filipina, Pakistan, Taiwan, dan Hongkong, sejak 2006.

Secara global, perusahaan yang merambah pasar internasional sejak 1997 ini beroperasi di 190 negara dan memiliki kantor cabang di 110 negara. Tak hanya itu, Tiens menjalin aliansi strategis dengan perusahaan kelas dunia di lebih dari 20 negara. Adapun Tiens Bio Tech Group (USA) Inc., telah mencatatkan namanya di Bursa Efek Amerika Serikat.

“Tiens merupakan konglomerasi multi nasional yang bergerak di berbagai bidang seperti bio teknologi, pendidikan (mereka memiliki Universitas International Tiens – Red), ritel, parisiwata, institusi keuangan, serta perdagangan International,” kata Li, yang mendirikan perusahaan ini di Tianjin, China. Tiens memasarkan secara langsung produk suplemen herbal dan alat kesehatan yang mengacu pada warisan pengobatan tradisional China yang sudah dikenal sejak 5.000 tahun yang lalu.

Keseimbangan Bisnis

Untuk memenuhi permintaan produk dan memperluas bisnis, Tiens Group membangun kawasan industri Tiens International Health Industrial Park dengan investasi 7 miliar yuan. Dalam kawasan kesehatan seluas 1 km persegi tersebut terdapat pusat riset, pusat penelitian bio-teknologi, pusat kendali mutu, pusat manajemen kesehatan, dan pusat produksi suplemen kesehatan. “Kami baru saja membuka Pusat Manajemen Kesehatan Tai Ji Sun,” ungkap Li, bangga.

Lebih lanjut Li menuturkan bahwa Tai Ji Sun merupakan pusat manajemen kesehatan terlengkap dan terbesar di China dengan menggunakan perlatan kesehatan paling mutakhir dan canggih untuk mengecek kesehatan pada jantung, pembuluh darah, otak, sel kanker. “Pemeriksaan kesehatan dengan alat canggih bisa mendeteksi kemungkinan penyakit yang akan menyerang tiga hingga lima tahun ke depan,” kata Li, yang mendapat gelar Honorary Doctor dari UNI Institute for Ecology and Life Science. Dengan demikian dokter dan pasien yang bersangkutan bisa melakukan antisipasi tindakan pencegahan dan pengobatan sedini mungkin.

Selain itu, pusat riset kesehatan Tiens juga mengembangkan metode penyembuhan dengan menggunakan sel induk. Konsultan dokter berstandar International. “Metode one stop service menjadikan Tai Ji Sun terdepan dalam kualitas pelayanan kesehatan di China,” imbuh Li, yang pernah dianugerahi penghargaan China Top Outstanding Economic Talents ini.

Menurut Mr. Li, produk Tianshi sudah mendapat beberapa sertifikat dari berbagai negara, seperti Jepang, China, Amerika, Eropa, serta Indonesia. Hal itu merupakan kekuatan yang berarti produk Tianshi memiliki kualitas International. Mereka juga memiliki bisnis kesehatan dan bila seseorang menjalankan bisnis tersebut maka akan menyebarkan kesehatan yang pada akhirnya akan mendapatkan kesejahteraan keluarga. Selain itu, bisnis ini juga menolong Pemerintah dalam menanggulangi pengangguran.

Sementara itu, untuk urusan Corporate Social Responsibility (CSR), Li juga membangun Tiens Meijing International Charitable Foundation. Yayasan caritas ini didirikan Li dengan investasi sebesar 800 juta dolar Hongkong, pada 2004. Mereka akan menggalang dana bagi kesejahteraan publik. Total donasi untuk tujuan sosial masyarakat hingga saat ini telah mencapai lebih dari US$260 juta. “Kami telah melakukan aktivitas amal di bidang pendidikan, pengentasan kemiskinan, dan pemulihan dampak bencana alam,” papar Li, yang menerima penghargaan China Most Responsible Entrepreneur for Society ini.

Bangun Pabrik di Indonesia

Menghadapi pasar MLM di Indonesia yang mulai menghadapi titik jenuh, Tiens mengambil sejumlah langkah strategis. Di antaranya memberikan pelayanan dan produk terbaik. Lebih lanjut, manajemen Tiens Indonesia mengungkapkan pihaknya akan membangun citra Tiens sebagai solusi kesehatan dengan melengkapi diri dengan sistem teknologi canggih. Selain itu, perusahaan berjanji akan memberikan inovasi pada manajemen dan marketing plan, untuk mempererat jaringan.

Setelah meresmikan kantor Tiens cabang Jakarta di Citicon, Slipi, yang menelan biaya renovasi lebih dari US$650.000 Tiens juga berencana membangun pabrik di Indonesia, pada 2015. “Indonesia merupakan market yang amat penting bagi kami,’ tegas Li. Sementara itu, untuk memperkokoh fondasi bisnis, Tiens Group memfokuskan pertumbuhan market di Indonesia dan berencana akan mengadakan celebration yang akan dihadiri 40.000 orang, pada Oktober mendatang. Sementara itu, tahun depan, mereka menargetkan akan menghadirkan 100.000 orang untuk celebration.

Sumber : majalah duit! No. 03/VII/Maret 2012 hal 46 – 47 

Monday, December 19, 2011

Fighting Dreamers Community

Melalui aktifitas bisnis MLM Tianshi, terciptalah sebuah komunitas anak muda yang dinamakan Fighting Dreamers Community. Bukan hanya dalam hal bisnis, komunitas ini juga dijadikan ajang sharing hal-hal yang sifatnya pribadi.

Bisnis Multi Level Marketing (MLM) berhasil menyatukan sembilan anak muda ini. Hendra Saputra (Cenk-Cenk), Murhim, SE (Coy), Mursyidin LB, S.pt, Dewi Pertiwi P, Mukrim, Muslihat, Indra Wahyudi, Aloysius Samuel, Indra S (Deng-denk) bergabung dalam sebuah bisnis MLM bernama Tianshi. Komunitas yang mereka buat dengan nama Fighting Dreamers Community merupakan tim dibawah naungan Unicore, komunitas Tianshi Indonesia.

Yang istimewa dalam komunitas mereka, dijelaskan Cenk-Cenk, orang-orang yang tergabung di dalam semuanya adalah anak muda. Yang perlu disalutkan dari komunitas ini, karena meskipun semuanya anak muda, tetapi mereka sudah mulai belajar berbisnis. “Di komunitas ini kami diajarkan banyak hal, bukan hanya bisnis saja, tetapi juga berbagai macam aspek kehidupan,” tambah Cenk-Cenk.

Sebelum masuk dalam bisnis MLM, sebagian diantaranya pemalu. Akan tetapi setelah bergabung, mereka memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi. Itu karena dalam menjalankan bisnis, oleh sistem manajemen yang berjalan, telah diajarkan bagaimana cara meningkatkan kepercayaan diri. Dalam lingkup komunitas kami pun biasa saling sharing mengenai cara menjalankan bisnis yang sedang digeluti.

Secara formal dalam lingkup bisnis, setiap minggu mereka pasti berkumpul di salah satu hotel di Makassar. Melalui pertemuan tersebut, mereka saling refresh mengenai bisnis yang dijalankan, dan bagaimana cara agar bisa sukses menjalankan bisnis tersebut. Hal itu dilakukan menurut Cenk-Cenk, agar semua orang yang ada dalam komunitas ini bisa sukses bersama. Diluar pertemuan formal, para anggota komunitas juga sering ber-weekend bersama, dengan berkumpul di kafe atau di tempat santai lainnya.

Menyatukan karakter yang berbeda dalam sebuah komunitas bukanlah hal yang muda. Apalagi di dalam komunitas Fighting Dreamers Community, anggotanya memiliki background pekerjaan yang berbeda. Mulai dari pengusaha, PNS, ibu rumah tangga, mahasiswa, bahkan orang yang putus sekolah, bersatu dalam komunitas ini. Dituturkan Murhim, SE, semua anggota komunitas sudah dianggap sebagai keluarga. Itu untuk memudahkan dalam menyatukan karakter-karakter yang berbeda dalam komunitas.

Hubungan yang dijalin bukan hanya dalam bisnis, tetapi diluar dari itu, semua anggota komunitas sudah saling akrab dengan keluarga masing-masing. Menurut Cenk-Cenk, kadang mereka juga saling curhat mengenai masalah-masalah pribadi. Dari komunitas ini terkadang juga lahir solusi-solusi untuk mengatasi masalah pribadi. Bisa dikatakan semua anggota sudah menjadi keluarga besar dalam komunitas. (makassarterkini.com)

Sunday, December 4, 2011

Pencetak Para Miliarder

Kenal Louis Tendean dan Tianshi/Tiens? Bagi pelaku bisnis MLM, kedua nama ini rasanya tak asing. Maklum, Louis dikenal sebagai salah satu pebisnis MLM yang terbilang sukses di Tianshi. Kini, pria asal Bandung ini tercatat sebagai top leader Tianshi Indonesia dan miliarder di jajaran pebisnis network marketing. Pria berperingkat Director 4 Diamond Gold Lion ini dikabarkan punya omzet jaringan lebih dari Rp50 miliar per bulan. Sekitar 80% kekuatan bisnis Tianshi Indonesia, ada pada jaringan Louis yang bernama Unicore. Padahal, sebelum bergabung di Tianshi pada 2001, Louis hanyalah pedagang keliling.

Louis memang bukan satu-satunya pebisnis MLM Tianshi yang berhasil. Ada banyak distributor Tianshi lainnya yang sudah mengikuti jejaknya menjadi miliarder, seperti HM Trisulo, Agus Tri Laksono dan sebagainya. Boleh jadi, ini menjadi bukti bahwa bisnis Tianshi di Indonesia terbilang berhasil.

Di Indonesia, Tianshi resmi beroperasi pada Februari 2001 lewat PT Singa Langit Jaya. Kehadirannya juga mengejutkan pelaku bisnis MLM di sini. Sebulan setelah beroperasi, omzetnya sudah Rp1 miliar. Kini dengan 500 ribu lebih distributornya di Indonesia, Tianshi dikabarkan mengantongi omzet puluhan miliar rupiah. “Sampai tahun ini Tiens atau Tianshi Indonesia telah mencapai 13 kantor cabang di seluruh Indonesia. Indonesia dipilih menjadi tempat pusat manajemen wilayah Asia Pasifik sejak tahun 2006,” papar Peter Lie, CEO TIENS Asia Pacific.

Menurut Peter, untuk wilayah Asia Pasifik, market Indonesia bukan hanya terkenal dan penting, bahkan di seluruh dunia. “Indonesia adalah market yang luar biasa besar dengan para distributor yang memiliki jaringan yang sangat dewasa. Hal inilah yang menjadikan Indonesia market nomor satu di Asia Pasifik. Di Asia Pasifik ada 30 negara, Indonesia pertama, kedua India. India akan menjadi pesaing Indonesia, karena disana market-nya juga cukup baik. Selanjutnya, Vietnam, Bangladesh, Myanmar, Pakistan, Srilanka, Thailand, Taiwan dan Hongkong,” sambung Peter.

Sementara, menurut Norma Hsu, yang menjadi target pertama Tianshi Indonesia adalah branding image, terutama melakukan renovasi atau membangun kantor-kantor cabang Tianshi di seluruh Indonesia, sesuai standar internasional. Langkah ini dilakukan agar image Tianshi lebih kuat lagi. “Jadi tahun depan, TIENS seluruh Indonesia menggunakan standar yang sama,” ujar Marketing & Operation Director TIENS Asia Pacific & GM TIENS Indonesia.

Langkah kedua, katanya lagi, adalah memperkuat produk Tianshi. Apalagi adanya production base di Industrial Park China dan Vietnam, maka produk-produk Tianshi dijamin akan semakin sempurna. Sedangkan langkah ketiga, memperkuat akses informasi ke para distributor melalui pengembangan IT. Hal ini dapat dilakukan melalui jaringan internet dan Handphone.

Di sisi lain, dibangunnya pusat customer service di Indonesia bertujuan untuk memberikan pelayanan informasi pelanggan kepada distributor tertama pelangggan VIP atau top leader.

Publikasi, yang menjadi target kelima Tianshi ditujukan untuk selalu menyampaikan ke publik segala informasi mengenai perkembangan Tianshi, baik Indonesia maupun global.

Perusahaan yang memasarkan produk makanan kesehatan ini didirikan di Beijing, Cina tahun 1993 oleh Li Jin Yuan (kabarnya dia jadi orang terkaya no 32 dunia). Ketika pertama kali berdiri, penjualan produknya masih memakai sistem konvensional (lewat toko obat). Baru pada tahun 1995, Tianshi megadopsi sistem MLM. Sejak itu, kiprahnya sebagai perusahaan MLM di dunia membuat orang kagum. Bayangkan, tahun 1996 omzetnya baru 600 juta yuan, tapi setahun kemudian melesat menjadi 2,2 miliar yuan. Tak heran, sampai sekarang nama perusahaan ini sering disebut sebagai perusahaan nomor dua didaratan Cina. Lebih dari itu, Tianshi berhasil menerobos ke jajaran 10 besar perusahaan MLM dunia. Saat ini Tianshi sudah mengembangkan bisnisnya di 190 negara, termasuk Indonesia.

Sampai saat ini, tercatat sekitar 4 juta orang yang telah terdaftar sebagai distributor Tianshi, baik mereka yang hanya sebatas sebagai pengguna setia produk-produk Tiansh, hingga mereka yang benar-benar aktif menjalankan bisnisnya.

Majalah duit ed 9/VI/SEPTEMBER 2011 hal 23

Mengapa Perusahaan MLM Harus Terdaftar di APLI?

APLI adalah singkatan dari Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia, adalah suatu organisasi yang merupakan wadah persatuan dan kesatuan te...

Find Us on Facebook

Blog Archive

Visitors


pinjaman utang