mlm is your life

hpanetwork.id - member of PT Herba Penawar Alwahida Indonesia - lahirkan pengusaha muslim yang tangguh
Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts

Tuesday, June 23, 2015

Kisah Jatuh Bangun Bisnis Wardah

Melewati sejumlah kelokan, sampailah kita di jalan itu. Swadharma Raya Kampung Baru, Jakarta Selatan. Dan sepintas tak ada yang istimewa dengan rumah nomor 60 itu. Begitu gerbang dibuka, dua Satpam bersiaga menyambut. Halaman parkir cukup untuk belasan mobil. Cuma ada sebatang pohon bertinggi sedang di halaman itu. Ruang tamu rumah itu bergaya minimalis.

Antik dan terasa begitu nyaman. Buku seputar mode dan kecantikan ditumpuk di meja. Di sudut ruang berdiri baliho kecil bergambar dua wanita berparas permai. Yang sedang tersenyum itu Inneke Koesherawati. Dan wanita di sebelah kanan itu Dian Pelangi. Wajah keduanya berkilau sama.

Di sisi kanan rumah itu ada jalan ke belakang. Ada halaman luas di sana. Sebelah kanan halaman itu, berdiri bangunan minimalis tapi modern. Juga bersih. Gerimis siang itu, menyebabkan alas sepatu kami dibalut lumpur tipis. Dan lumpur itu mengambar di lantai begitu kami menapak.

Malu juga melihat gambar alas sepatu itu membekas. Belum hilang rasa terkejut lantaran jejak sepatu itu, seorang Ibu menyapa kami. Dia ramah. Terus tersenyum sembari mempersilahkan kami duduk mengitari meja kaca itu. Meja itu panjang, bening bersih. "Maaf Bu, lantainya jadi kotor," seorang di antara kami meminta maaf bercampur malu atas jejak itu. "Waduh, ngga apa-apa mas," Ibu berusia 60-an itu menimpal.

Wanita bersahaja, yang berkali-kali menawarkan minuman itu adalah Nurhayati Subakat. Dan mungkin kita lebih mengenal merk dagangan yang dibesarkannya dari rumah itu berpuluh tahun: Wardah. Ya, wanita yang dibalut hijab biru itu adalah orang dibalik kegemilangan Wardah, perusahaan kosmetik kecantikan yang meraksasa dan setiap produk besutannya sohor ke mana-mana itu.

Kosmetik kecantikan ini sudah dipakai berjuta orang. Para wanita muda. Ibu rumah tangga. Wanita karir. Para pesohor yang bermunculan di layar televisi kita. Bahkan hingga ke manca Negara. Wardah juga sudah mensponsori begitu banyak hajatan besar. Sekedar menyebut satu: Indonesian Idol, tayangan yang membetot berjuta mata itu.

*****

Cerita tentang Nurhayati, bukan cerita tentang kecantikan belaka, tapi juga kisah tentang gagasan. Kejelian melihat pasar. Jatuh bangun membesut bisnis. Pantang menyerah. Keringat. Dan selalu melihat "Pertolongan dari Atas" pada setiap kemajuan yang dilalui.

Lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, 27 Juli 1950, dia melewati masa belia di kota di sana. Dia sekolah di Diniyah Putri. Lalu pindah ke kota Padang. Masa remajanya dilewati di kota itu. Menyelesaikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di situ. Sesudah lulus dari sekolah menengah, dia kuliah di Jurusan Farmasi Institut Teknologi Bandung. Dia cerdas. Juga rajin belajar. Kuliah tuntas lalu wisuda tepat pada waktu.

Kecintaan pada kampung halaman, memulangkan Nurhayati ke Sumatera Barat sesudah wisuda itu. Dia bekerja sebagai apoteker di Rumah Sakit Umum di Padang. Merasa cukup berbakti di sana, dia memilih pindah ke Jakarta. Bekerja sebagai staf quality control di sebuah perusahaan kosmetik yang sudah sohor. Bekerja di perusahaan itu adalah dambaan para professional muda lulusan farmasi. Dari rumahnya di Kebayoran lama, Nurhayati melaju ke kantor perusahaan di timur Jakarta itu. Saban hari begitu.

Dan karir di situ sesungguhnya sudah mulai berkilau. Tapi sebuah kejadian kecil di perusahaan ini mendorongnya keluar. "Saya kurang cocok dengan seorang petinggi di situ," kenangnya kepada Dream.co.id.

Keluar dari perusahaan raksasa itu, dia tak mau menyerah. Dapur harus mengepul. Semangat harus menyala. Dua anaknya beranjak remaja, butuh uang yang cukup. Dia lalu memulai bisnis sendiri. Dan itu tahun 1985. Sebuah industri rumahan. Semula tenaga kerjanya cuma satu orang. Pembantu rumah tangganya sendiri. Produk pertama yang dibesut adalah sampo dengan merek Putri. Dan membesarkan si putri itu mengucurkan keringat.

Si Putri itu mekar berkembang. Keuangan juga mulai berkilau. Meski pelan diterima pasar. "Alhamdulillah, sebagian besar salon menerima produk kami," kata Nurhayati mengenang masa pahit itu. Saat itu sejumlah produk besutannya dikenal di salon-salon ternama di Jakarta. Sudahlah bisa diramalkan, masa depan perusahaan ini bakal kemilau.

Tapi cobaan berat itu datang lima tahun kemudian. Pabriknya hangus terbakar. Usaha yang dirintis dari nol itu tiba-tiba saja jadi arang. Lenyap juga semua mimpi yang sudah lama menyala itu.

Dihantam krisis ke titik nadir seperti itu, Nurhayati hendak menutup perusahaan itu. Matematika bisnis sudah tak mungkin membangkitkan usaha itu. Sudah tak masuk akal. Utang dibank belum lunas. Ketika usaha ini merangkak naik, Nurhayati memang membeli secara kredit sebuah mobil box. Mobil itulah yang mengantarkan si Putri ke salon-salon. Jadi? Jalan paling masuk akal, tutup itu usaha. Tapi Nurhayati bukan seorang pebisnis belaka. Dia juga seorang ibu, yang bisa meleleh air mata memikirkan nasib para karyawannya. "Bila perusahaan saya tutup, bagaimana nasib mereka," kenangnya mengingat masa-masa susah itu. Mencoba bangkit juga sungguh tak gampang.

Pabrik sudah hangus. Menyerah bukan pilihan.

Dan Nurhayati adalah kata lain dari tekad. Dia mulai lagi. Dari nol. Benar-benar nol. Modal awal pinjam dari tabungan suami. Bayar gaji karyawan diambil dari gaji bulanan suami. Kerja keras episode kedua ini juga ada hasilnya. Mesin pabriknya kembali menyala, "Bahkan bisa bayar gaji dan THR para karyawan," kisahnya.

Sesudah itu mesin pabriknya terus menderu. Begitu untung, dia melakukan inovasi. Dan salah satu inovasi itu masuk ke bisnis kosmetik. Nurhayati jitu membidik konsumen. Merekam apa yang diperluka dunia di sekitarnya. Dari pergaulan sehari-hari dia merasa bahwa ada kebutuhan para muslimah untuk tampil elegan. Merias diri secara bebas tanpa perlu cemas soal halal tidaknya sebuah produk.

Nurhayati seperti menemukan rumah usahannya. Dia membidik segmen muslimah itu. Meramu produk kosmetik yang kini kita kenal dengan nama Wardah. Bunga mawar yang indah. Perlahan si bunga itu mekar. Merangsek pasar. Mulai dikenali dan jadi kosmetik langanan kalangan kelas menengah ke atas. Kaki bisnis ini kuat. Konsumen juga setia. Kesetian pemakai dan manajemen yang kuat membuat Wardah sanggup melewati badai krisis yang menggulung ekonomi Indonesia 1997.

Banyak cara ditempuh memasarkan produk kosmetik ini. Selain lewat sejumlah agen di beberapa kota besar, Wardah juga dipasarkan dengan cara Multi Level Marketing (MLM). Dan kerja keras itu memang ada hasilnya. Produk Wardah terus berkembang seiring dengan membaiknya ekonomi nasional. Modal juga kian banyak. Laba yang diraih dipakai untuk terus memperluas jaringan pasar. Wardah kemudian merangsek ke pasar Negara tetangga. Masuk ke kota-kota di Malaysia. Dan di sana sejumlah produknya laku keras. Diminati banyak muslimah di sana, bersaing dengan produk negeri serumpun itu.

Kini Wardah menjadi salah satu produk kosmetik terbesar di negeri ini. Banyak tokoh wanita dan pesohor yang memakai produk kosmetik dan menjadi bintang iklan perusahannya. Inneke Koesherawati dan Dian Pelangi, yang ada dibaliho kecil di ruang tamu itu, adalah dua contoh bintang itu. Inneke adalah mantan artis. Dian Pelangi adalah desainer hijab yang sukses dan sudah melalangbuana ke sejumlah Negara. Dua wanita cantik itu adalah bintang iklan Wardah. Syuting iklan itu hingga ke kota Paris.

*****

Selain Wardah itu, dia juga meluncurkan produk merek lain seperti Zahra, Camilla, Fadila dan Muntaz. Omset seluruh perusahaannya menjulang ke bilangan Rp200 miliar. Sudah cukup? Belum. "Ini semua belum mencapai puncaknya," katanya kepada Dream.co.id.

Nurhayati bertekad meraih pasar yang lebih luas. Go international. Dia mematok memasang target, perusahaan ini harus go public tahun 2016. Dan itu bisa saja terjadi. Masih ada waktu dua tahun. Meski sudah menyusun rencana besar itu, pada usia 63 tahun, Nurhayati kini mulai menepi. Kendali perusahaan diserahkan kepada kedua anaknya. Kedua anaknya itu juga lulusan ITB. Memegang kendali pemasaran dan produk, dua sektor penting yang menjadi ujung tombak perusahaan ini. Mereka siap go internasional.

ampir 28 tahun menekuni bisnis ini, Nurhayati memperkirakan bahwa segmen muslimah dan kecantikan ini bakal terus bersinar. Bahkan pesat melaju. Tapi dia berharap agar bisnis ini tidak akan pernah mencapai puncak. “Saya justru berharap, bisnis mode, lifestyle muslim ini jangan pernah berada di puncaknya dulu,” katanya. Sebab begitu mencapai puncak, lanjutnya, tinggal menunggu waktu untuk turun.

PT Paragon Technology and Innovation, perusahaan yang menaungi setidaknya 300 item kosmetik itu pesat berkembang. Tumbuh 50 persen setahun. Padahal secara umum, bisnis kosmetika di Indonesia tumbuh dengan rata-rata 10 hingga 15 persen.

Size bisnis segmen muslimah ini, kata Nurhayati, kian melebar lantaran bertumbuhnya fashion muslim yang lifestyle. Lebih modis tapi tetap bermartabat. Dan anak-anak muda seperti hijabers lebih agresif dalam perkara ekspansi dagang. Itu sebabnya Nurhayati menyala optimismenya begitu bicara soal masa depan perusahaan yang dirintis dengan susah payah itu.

Kini, Paragon membuka pabrik di dua lahan yang luas. Dari semula dikerjakan bersama pembantu di rumah, perusahaan ini memperkerjakan 4000 ribu lebih karyawan.

Kesuksesan itu diapresiasi banyak orang dan lembaga. Sebuah Majalah Mingguan di Jakarta memberi penghargaan kepada sebagai salah sati Chief Executive Officer (CEO) terbaik di Indonesia. Sejumlah penghargaan lain juga sudah diterima.

Di usia yang tak lagi terbilang muda, Nurhayati kini diundang banyak orang, banyak lembaga demi membagi resep dan kisah suksesnya. "Saya memulainya dari situ," katanya kepada Dream.co.id, sembari mengarahkan pandangan ke sebuah rumah di belakang kantor itu. Dan kami semua menoleh ke situ.*dream

Friday, June 7, 2013

Jadi Pengusaha Enggak Boleh Gengsi

Gengsi ternyata menjadi musuh besar bagi mereka yang ingin menekuni bidang wirausaha. Oleh karena itu, kawula muda yang hendak berbisnis harus membuang jauh-jauh rasa gengsi.

Pesan ini disampaikan oleh Direktur PT Cahaya Global Vision Andri Firmansyah dalam acara Motivamor di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Pada kesempatan tersebut, pengusaha berusia 30 tahun itu berbagi ilmu kewirausahaan kepada mahasiswa.

Sebelum sukses dengan produk penambal ban otomatis Vionseal miliknya, langkah Andri sebagai pebisnis diawali pada sebuah produk roti dan kue home industry. Bermodalkan Rp100 ribu, dia bersama temannya mempromosikan produk tersebut.

Memanfaatkan waktu luang perkuliahan, dia pun menyebarkan brosur toko kue besutannya ke sejumlah komplek perumahan. Andri mengaku, kendala pertama yang menghantui adalah gengsi. Maka, lanjutnya, seseorang harus menghilangkan rasa gengsi saat berwirausaha.

"Saat itu saya pikir tampang saya lumayan tapi harus keliling rumah orang menyebarkan brosur. Malu. Tapi, menurut saya, apa pun selama halal, lakukan," kata Andri di Unair, Surabaya, Kamis (18/4/2013).

Selain mengatasi rasa gengsi, para wirausahawan muda harus mampu membunuh rasa putus asa. Kegagalan yang kerap menimpa bisnis yang dijalaninya tidak membuat Andri down berlama-lama.

"Menjalani bisnis yang gagal tapi berhasil. Gagal boleh tapi jangan diulangi dua kali. Wajar saja kalau gagal karena dasar bisnis tidak ada, trik bisnis tidak ada, dan cara mengatur keuangan tidak tahu. Maka, tips kedua adalah tidak perlu down saat gagal, yang penting evaluasi diri," jelasnya.

Menurut Andri, kegagalan dalam berbisnis justru menjadi pembelajaran terbaik. Dia mencontohkan, kegagalan saat mengikuti MLM setelah dijalani selama dua tahun membuatnya belajar cara berkomunikasi di hadapan publik.

"Dua tahun di MLM, kata orang-orang saya gagal. Tapi menurut saya, saya berhasil. Saya dapat ilmu lain, yakni cara bicara di depan banyak orang," imbuh peraih Penghargaan Wirausahawan Muda Mandiri di bidang perdagangan itu.

Referensi:
http://kampus.okezone.com/read/2013/04/18/373/793551/jadi-pengusaha-enggak-boleh-gengsi

download artikel tersebut? klik disini aja,,, 

Thursday, January 10, 2013

Mengapa Anda dari dulu Tidak Menyukai Bisnis Jaringan atau Network Marketing

Lupakan sejenak pendapat atau pengalaman negatif yang mempengaruhi penilaian Anda terhadap bisnis ini di masa lalu, dan coba simak apa yang dikatakan oleh para tokoh-tokoh dunia berikut ini ... 






 

Bill Clinton, mantan President USA:
"Tujuh juta pelaku bisnis network marketing membantu pertumbuhan Amerika, memperkuat negara dan ekonomi kita. Anda tidak hanya mencapai sukses bagi diri Anda sendiri, tetapi juga menawarkan peluang bagi orang lain. Anda telah membantu banyak orang untuk mendapatkan yang terbaik dalam hidup mereka." 





Robert T. Kiyosaki, pebisnis kaya raya dan penulis buku-buku best seller:
"Dalam jangka panjang, penghasilan pembangun jaringan (network marketer) yang sukses berpotensi mengalahkan penghasilan sebagian besar profesional, seperti dokter, pengacara, akuntan, dan orang-orang kuat dan ulet lainnya."

"Orang-orang terkaya di dunia mencari dan membangun jaringan. Orang-orang lainnya mencari pekerjaan." 


Paul Zane Pilzer, Penasehat Ekonomi Presiden USA di masa Presiden George W. Bush, Ekonom, Penulis, dan Profesor:
"Dari semua peluang-peluang usaha yang ada pada hari ini, salah satu yang paling penting adalah penjualan langsung (direct selling), yang juga disebut pemasaran jaringan (network marketing)." 






 
Brian Tracy, Penulis dan Pembicara Motivasional:
"Masa depan Bisnis Jaringan tak terbatas. Tidak ada ujungnya. Bisnis ini akan terus menerus tumbuh, karena orang-orang yang lebih baik akan masuk ke dalamnya. Mereka meningkatkan seluruh standar MLM ke titik di mana, bisnis ini segera menjadi metode bisnis yang paling dihormati di dunia." 



Jim Rohn, Filsuf Bisnis:
"Bisnis Jaringan adalah gelombang besar masa depan. Bisnis ini mengambil alih bisnis waralaba, yang sekarang ini membutuhkan modal yang terlalu besar untuk orang kebanyakan." 







Stephen Covey, penulis buku terlaris di dunia "7 Habits of Highly Effective People"
"Multi-level marketing adalah bisnis yang dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang latar belakang dan membuat setiap orang yang mengerjakannya dapat menjadi berpikir besar menuju impiannya masing-masing secara terarah." 




Donald Trump, pebisnis kaya raya
Dalam sebuah talk show, Donald Trump ditanya apa yang ia lakukan jika usahanya bangkrut total. Ia menjawab: "Saya akan mencari perusahaan Network Marketing yang bagus lalu mulai bekerja." 







Masih RAGUUUUU,,,,??? buruan ikut bisnis MLM sebelum terlambat,,,
 
Referensi: 
Mbah Google

download artikel tersebut? klik disini aja,,, 

Wednesday, November 21, 2012

5 Prinsip Fokus Di MLM

Tarik-menarik antara keinginan untuk fokus atau menjalankan beberapa program bisnis sekaligus memang sering dihadapi para pelaku DS/MLM. Pemain baru atau yang sudah menjejaki posisi leader, semua bisa terperangkap sindrom supermarket. Tidak fokus dalam bisnis DS/MLM—cepat atau lambat—selalu mendatangkan masalah. Oleh karena itu, cara terbaik dalam menjalankan bisnis DS/MLM adalah dengan fokus pada salah satu perusahaan. Apalagi kalau seorang distributor memiliki visi untuk masuk dalam jajaran top leader di perusahaannya, fokus adalah harga mati. Nah, apa saja prinsip-prinsip untuk fokus? Simak paparan berikut ini: 

Batasi Waktunya
Apabila merangkap program bisnis ditujukan untuk mencari bisnis yang paling cocok, dan dilakukan oleh seorang pemain baru, hal itu masih bisa dimaklumi. Akan tetapi, masa mencoba-coba atau mencari itu harus dibatasi. Dan masa coba-coba harus diisi dengan mempelajari sungguh-sungguh beberapa program yang diikuti sekaligus itu. Jika tidak ada pembatasan waktu dan pemanfaatan waktu untuk mempelajari secara serius, maka yang terjadi sesungguhnya adalah pemborosan waktu. Seorang pemain baru bisa terus terombang-ambing dalam menentukan pilihannya. Prinsipnya, setelah merasa sreg, cocok dengan sistem bisnis maupun produknya, merasa mampu menjalankannya, dan yakin akan sukses di sana, segera saja lepas program lainnya dan jangan menengok lagi ke belakang.

Komitmen Fokus
Pada prinsipnya, fokus di sebuah perusahaan DS/MLM adalah sebuah komitmen diri, bukan paksaan perusahaan atau anjuran dari upline (sponsor). Niat atau tekad untuk fokus pada sebuah perusahaan DS/MLM harus datang dari dalam. Dan itu harus berbentuk sebuah komitmen diri, komitmen untuk menjadi seorang top leader melalui suatu usaha keras dan fokus. Komitmen yang datang dari dalam diri jelas akan lebih kokoh dibanding “komitmen” yang dipaksakan dari luar. Komitmen fokus yang dari dalam diri ini bisa ditumbuhkan dan diinternalisasikan berdasarkan ajakan perusahaan, top leader yang sudah sukses, atau dari upline. Jika tidak ada komitmen fokus dari dalam, jangan harap akan pernah ada niat untuk konsentrasi dalam sebuah program bisnis dalam jangka waktu yang lama.

Law of Dicstraction
Membagi konsentrasi, perhatian, dan usaha sungguh bukanlah hal yang mudah. Seseorang tidak bisa memberikan energinya pada dua hal atau lebih dengan intensitas dan kekuatan yang sama persis. Pasti ada satu hal yang dominan dan yang lain hanya parsial. Apabila konsentrasi, perhatian, dan usaha terpecah, maka curahan energi yang terbagi ke masing-masing hal itu pasti tidak sekuat curahan pada sesuatu yang terfokus pada satu titik. Tarik-menarik curahan energi pasti akan selalu terjadi dan ini menjadi variabel yang melemahkan saluran-saluran energi. Alhasil, tidak akan ada hasil maksimal, baik pada salah satu bidang maupun pada semuanya. Pendek kata, harus disadari sejak awal bahwa orang sulit memperoleh hasil optimal apabila sumber dayanya terpecah-pecah alias tidak fokus. 

Fokus adalah Leadership
Kefokusan pada sebuah program bisnis—dalam konteks bisnis DS/MLM—memiliki implikasi nilai tertentu. Fokus sendiri adalah soal kepemimpinan dan kepemimpinan haruslah fokus. Artinya, apabila seorang leader tidak berhasil menunjukkan kefokusannya, maka kekuatan kepemimpinannya akan tergerogoti. Jaringan yang dikembangkan akan mengalami konflik nilai di dalam. Cepat atau lambat akan muncul pertanyaan dan gugatan, terlebih bila si leader yang tidak fokus ini malah menganjurkan jaringannya untuk fokus. Apabila tidak ada konsistensi—yang terproduksi karena sindrom supermarket atau ketidakfokusan—maka leadership pun sebenarnya sudah kehilangan fungsinya. Organisasi bisnis yang dipimpin oleh leader seperti ini pasti tidak solid, tidak optimal produktivitasnya, dan usianya tidak panjang.

Sejarah Membuktikan
Fakta menunjukkan, para top leader di bisnis DS/MLM adalah orang-orang yang sangat fokus pada sebuah program bisnis. Mereka menginvestasikan waktu, tenaga, dan pikiran untuk membuat pilihan tersebut serta bertekun di dalamnya. Para top leader ini tahu persis, bahwa ada potensi-potensi masalah—internal jaringan maupun dalam hubungannya dengan perusahaan—yang bisa meledak di kemudian hari apabila seseorang tidak berkomitmen untuk fokus pada sebuah bisnis. Sejarah juga membuktikan, tidak ada distributor supermarket yang berhasil meraih posisi top leader dan eksis di posisi top tersebut dalam jangka waktu lama. Sejarah juga membuktikan, hanya mereka yang fokus saja yang akhirnya menjadi top leader yang disegani, dihormati, dan diteladani oleh anggota jaringan. Bahkan penghormatan itu bisa datang dari luar keluarga besar perusahaannya. 

Referensi: 
http://apli.or.id/website/index.php?option=com_content&view=article&id=100:5-prinsip-fokus-di-mlm&catid=39:distributor-fast-track

Ingin baca artikel tersebut di rumah??? download aja DI SINI,,, 

Sunday, August 12, 2012

5 Langkah Sukses Si "Top Leader" MLM

Tak mudah memang menjadi ibu bekerja. Namun, hal ini ternyata dapat dilakoni dengan mulus oleh Meuthia Rizki. Meski sempat mengalami jatuh bangun dalam membangun bisnis, ia tetap memiliki mimpi untuk sukses dalam kariernya. Setelah berjuang selama 12 tahun, Meuthia berhasil mencapai posisi top leader di bisnis MLM (multi level marketing) brand kosmetik Oriflame.
"Saya hanya punya cita-cita untuk keliling dunia. Tetapi setelah 12 tahun berjuang, kini saya bisa mendapatkan penghasilan tinggi dan berkali-kali keliling dunia," tukasnya bangga.
Salah satu hal yang patut dicontoh dari Meuthia adalah sifatnya yang tak pantang menyerah. Sekalipun berkali-kali gagal membangun usaha, bahkan nyaris dipenjara, namun ia siap untuk bangkit dan memulai kembali kesuksesannya. Berikut beberapa tips Meuthia untuk mendapatkan kesuksesan usaha.
1. Tidak pernah menyerah
Meski terlihat sepele, namun kata-kata ini memang tidak pernah salah. Dalam hidup, semua manusia akan menghadapi kesulitan dan tantangan, namun hal ini jangan sampai membuat Anda menyerah. Meuthia mengungkapkan, saat putus asa cara yang paling ampuh untuk bangkit adalah dengan mengingat kembali mimpi-mimpinya.
"Ketika saya depresi, saya ingat lagi mimpi-mimpi itu. Kemudian saya berdoa dan ikhlas jika untuk sukses saya harus 'dibanting-banting' seperti ini dulu, karena saya yakin saya pasti sukses," tukas perempuan yang akrab disapa Thia ini.
2. Jangan ragu mulai dari nol
Salah satu kelemahan banyak orang dalam berbisnis adalah keengganan untuk memulai bisnis lagi dari nol. Meuthia mengungkapkan, ketika gagal, banyak orang yang terus berlarut-larut dalam kegagalannya. Selain itu mereka malas untuk kembali berbisnis karena harus memulai segalanya dari awal dan berusaha dengan keras. "Ketika gagal, saya tidak malu untuk memulai bisnis dari awal. Mulai lagi semua usaha dan pekerjaan dari paling bawah, di usia yang sudah tak muda lagi saat itu. Tapi, tidak ada kata terlambat untuk sukses," jelasnya.
3. Dukungan keluarga
Selain keyakinan akan sukses, dukungan keluarga memegang peranan penting dalam kesuksesan seseorang. Thia menambahkan, dukungan keluarga akan membantu mendukung dan memotivasi seseorang untuk tetap berjuang dan sukses. "Semangat, dukungan, dan doa dari keluarga akan menjadi amunisi untuk perjuangan Anda," sarannya.
4. Berkumpul dengan orang sukses
Untuk mendapatkan kesuksesan, khususnya dalam bisnis, Thia menyarankan Anda untuk sering-sering berkumpul bersama orang-orang yang sudah sukses. Hal ini dilakukan bukan sekadar untuk mendengarkan teori dan motivasi untuk sukses, namun untuk berbagi pengalaman dan perjuangan saat menghadapi jatuh-bangun yang pernah mereka alami.
Dengan adanya sharing pengalaman tersebut, Anda bisa memetik berbagai hal positif yang bisa diterapkan untuk diri sendiri. "Selain itu, berkumpul bersama orang sukses dan mendengarkan kisah suksesnya akan membuat Anda merasa 'iri' dalam arti positif untuk bisa sukses seperti mereka," jelasnya.
5. Tetapkan target
Dalam berbisnis, ada dua target yang harus Anda buat, yaitu target bangkit dan target mundur. Saat mengalami kegagalan, rasa sedih memang tak bisa dihindari. Hanya saja sampai kapan hal ini akan berlanjut dan semakin membuat hidup Anda terpuruk? Tak ada salahnya untuk merasa sedih, namun jangan sampai berlarut-larut. Tetapkan target untuk bisa bangkit lagi, dan memulai semuanya untuk mencapai kesuksesan.
Selain itu, ketika sedang menjalankan sebuah usaha, perhatikan dengan seksama apakah pekerjaan yang Anda lakukan bisa membawa kesuksesan. Ketika pekerjaan ini tidak bisa membuat Anda mencapai tujuan, tetapkan target untuk mundur. "Beri target pada diri sendiri di pekerjaan. Misalnya jika dalam jangka waktu tertentu pekerjaan ini tidak bisa membawa kesuksesan, maka Anda harus mundur dan mencari yang lain. Hanya yang harus diingat adalah Anda juga sudah bekerja semaksimal mungkin," pungkas Thia.
Referensi:
http://female.kompas.com/read/2012/07/23/17195883/5.


Langkah.Sukses.Si.Top.Leader.MLM

Download cerita sukses tersebut KLIK DISINI AJA,,,
 

Sunday, July 22, 2012

Kisah Inspiratif Perempuan Pejuang Mimpi

Setiap fase kehidupan manusia, dari bayi sampai dewasa, pasti akan menemui masalahnya masing-masing. Hal inilah yang dialami Meuthia Rizki. Di balik kesuksesannya sebagai sebagai top leader perusahaan kecantikan berbasis multi level marketing (MLM), ternyata Meuthia Rizki memiliki masa lalu yang cukup kelam. Namun segala upaya dan dukungan keluarga, terutama ibu dan suaminya, menjadi senjata utamanya untuk bangkit. Pengalaman bangkit dari keterpurukan ini dituangkan Meuthia dalam bukunya, Meuthia Rizki: Memeluk Mimpi Mendayung Harapan.
"Buku ini memaparkan cerita perjalanan hidup yang diharapkan bisa memotivasi banyak orang untuk bisa bangkit dari keterpurukan," tukas Meuthia Rizki kepada Kompas Female di The One Club, fX, Jakarta Selatan, Senin (16/07/2012) lalu.
Semasa kecil, Thia (panggilan akrab Meuthia) sudah harus mengalami berbagai masalah pelik seperti perceraian orangtua yang menyisakan trauma parah dalam hidupnya. Penderitaan yang datang bertubi-tubi tersebut sempat membuatnya mengalami berbagai masalah kesehatan, dari asma, masalah penglihatan, patah tulang karena kecelakaan, sampai menderita gagap. "Gagap merupakan salah satu masalah besar bagi anak-anak, karena mereka bisa dijauhi teman-temannya," ungkap Thia.
Faktanya, masalah tidak akan berhenti menghampiri kita. Setelah dewasa, masalah demi masalah masih tak henti juga menderanya. Jatuh bangun saat membangun bisnis dan sempat dilaporkan ke polisi karena masalah uang, belum lagi sindrom baby blues yang membuatnya semakin terpuruk.", Namun, yang saya kagumi adalah adanya keyakinan Thia untuk tetap memelihara mimpinya dan tetap bangkit untuk bisa meraihnya walau sering menghadapi masalah," tukas Alberthiene Endah, yang menuliskan kisah hidup Meuthia.
Satu hal yang menjadi motivasi Thia untuk bisa bangkit adalah cinta sang bunda. Ibu menjadi sosok yang selalu mendukung dalam menjalankan setiap keputusan yang diambilnya. Selain itu, dukungan sang suami juga membuat Thia bisa bertahan menghadapi masalah dan meraih mimpi-mimpinya untuk bahagia. Dalam perjalanan hidupnya, Thia pun memetik satu pelajaran penting, bahwa kebahagiaan bisa dibangun dari rasa syukur pada setiap kondisi yang ada, baik susah maupun senang.
Pengalaman pahit yang pernah dialaminya mengajarkan Thia bahwa bahagia itu memang harus diciptakan dan diniatkan. Salah satu caranya adalah dengan mengenyahkan perasaan buruk, dan mengundang sebanyak mungkin pemikiran yang baik. Sebab, hidup meminta kita untuk belajar mengapresiasi apa yang kita alami.
12 tahun untuk sukses
Sempat bekerja sebagai seorang sekretaris di hotel, dan beberapa kali mencoba untuk bermain saham, pernah mengantarkan Thia dalam masalah besar dan nyaris dipenjara. Rentetan kejadian itu sempat membuatnya depresi, dan repotnya lagi terjadi saat ia sedang hamil. Namun, ia sadar harus bangkit dan mencari jalan keluar. "Impian saya sangat sederhana, yaitu hanya ingin keliling dunia," serunya.
Dalam hati Thia masih tersisa sebuah keyakinan untuk bisa sukses dan keliling dunia. Pada suatu titik, ia memutuskan untuk bergabung dengan sebuah perusahaan MLM untuk produk-produk kosmetik dan perawatan kulit. Sebagai buah manis dari perjuangannya, kini ia sudah menjadi top leader ke empat di perusahaan ini, dan sudah bepergian ke 15 kota di dunia.
"Saya butuh waktu 12 tahun dan jatuh bangun untuk mencapainya. Tapi sejak awal saya yakin saya bisa sukses," bebernya. Keyakinan ini membuatnya tetap bersemangat, dan membantunya untuk berhasil memeluk mimpinya seperti sekarang.
Maka peluncuran buku ini bertujuan untuk memotivasi semua orang untuk selalu bersyukur dan bangkit dari semua masalah yang membuat kita terpuruk. Ia berharap buku ini bisa menyakinkan banyak orang bahwa mereka bukan satu-satunya orang yang mengalami masalah di dunia ini, dan mereka masih punya teman senasib agar bisa bangkit dan mengejar mimpi mereka.
Setelah sukses, kini Thia masih punya sebuah mimpi dalam hidupnya, yaitu membantu para downline-nya di MLM agar bisa sukses dan mencicipi semua kenikmatan yang dirasakannya sekarang.

Referensi:
http://female.kompas.com/read/2012/07/17/15364564/


Kisah.Inspiratif.Perempuan.Pejuang.Mimpi

Download cerita motivasi tersebut KLIK DISINI AJA,,,
 

Wednesday, May 23, 2012

Network Marketing : Investasi Yang Dibutuhkan Setiap Keluarga

Untuk meningkatkan pendapatan dan taraf hidup, seseorang sering melakukan investasi. Jika kita berbicara mengenai investasi, biasanya kita berbicara mengenai investasi berupa deposito, saham, obligasi, asuransi dan reksadana. Investasi-investasi yang baru saja disebutkan di atas biasanya memerlukan modal awal yang relatif cukup besar. Walaupun demikian, ada investasi yang tidak dijual oleh institusi keuangan, tidak memerlukan modal besar namun dapat memberikan hasil yang berlipat-lipat ganda. Investasi apakah itu???

Jika Anda menginginkan masa pensiun yang nyaman, atau bahkan ingin pensiun muda supaya dapat menikmati hidup secara nyaman sebelum mencapai usia senja, maka investasi yang akan saya paparkan ini wajib Anda pertimbangkan secara serius. 

Jika Anda ingin supaya anak-anak Anda dapat mengecap pendidikan yang tinggi, ataupun Anda ingin supaya dapat meluangkan lebih banyak waktu sehingga dapat melihat dan mendidik anak-anak Anda sendiri sewaktu mereka tumbuh menjadi besar, maka Anda wajib mempertimbangkan investasi ini. 

Investasi yang saya maksud adalah investasi dalam sebuah bisnis network marketing yang dapat Anda jalankan di waktu luang Anda tanpa harus mengorbankan gaji dari kantor Anda. Anda bahkan dapat melakukan bisnis ini dari rumah di waktu senggang Anda. 

Memiliki dan menjalankan bisnis network marketing dapat diibaratkan seperti memiliki bisnis waralaba pribadi (personal franchise). Sebagai seorang distributor bisnis network marketing, Anda memiliki hak untuk menjual serangkaian produk langsung kepada konsumen. Akan tetapi, bisnis network marketing jauh lebih baik dari bisnis waralaba karena Anda juga dapat mengajak teman Anda untuk bergabung dan menjalankan waralaba pribadi mereka sendiri. Hal ini dapat dilakukan berulang-ulang hingga organisasi waralaba pribadi Anda berkembang hingga masing-masing menjadi mandiri dan sukses. 

Dengan mengembangkan organisasi bisnis network marketing dan waralaba pribadi, Anda secara perlahan-lahan menciptakan residual income, sejenis income yang akan Anda peroleh secara terus-menerus walaupun Anda memutuskan untuk berhenti menjalankan bisnis Anda. 

Residual income tidak boleh dianggap remeh. Semakin besar organisasi network marketing Anda, maka semakin besar pula residual income yang akan Anda peroleh. Karena tidak ada batasan untuk Anda mengembangkan organisasi bisnis network marketing Anda, maka tidak ada juga batasan terhadap residual income yang bisa Anda peroleh (unlimited income). 

Sejak tahun 1978, setiap 1 dari 5 orang milyuner baru di Amerika Serikat menjadi miliyner karena bisnis network marketing yang mereka jalankan. 

Dapatkah Anda melihat potensi yang ditawarkan oleh bisnis network marketing ini? Menurut saya, hampir semua orang membutuhkan bisnis ini. Sebagian besar orang yang saya kenal akan sangat tertolong oleh income tambahan di luar gaji dari pekerjaan kantor. 

Tahukah Anda bahwa taraf hidup sebagian besar orang akan merosot secara drastis, bahkan mungkin terpaksa menjual mobil dan rumah jika harus hidup selama 6 bulan tanpa pekerjaan??? 

Setiap keluarga memerlukan investasi di bisnis network marketing ini. Akan tetapi, masih banyak sekali orang yang tidak mengindahkan potensi yang ditawarkan oleh bisnis network marketing ini. Mengapa??? Mungkin banyak orang yang tidak yakin bahwa bisnis network marketing benar-benar dapat memberikan hasil yang diharapkan. Mungkin juga banyak orang yang tidak bersedia meluangkan sebagian kecil dari waktu mereka untuk mengembangkan bisnis network marketing mereka sendiri. Atau, mungkin mereka merasa bahwa bisnis network marketing adalah bisnis yang melawan hukum. 

Kenyataan sebenarnya adalah : 
  1. Telah banyak sekali orang-orang yang sukses dan mencapai kebebasan finansial melalui bisnis network marketing. (Baca saja artikel-artikel di koran ataupun majalah bisnis). 
  2. Untuk mensukseskan bisnis network marketing, Anda hanya perlu meluangkan sebagian kecil dari waktu Anda. Kunci sukses bisnis network marketing adalah meluangkan waktu untuk belajar memberdayakan diri secara konsisten dan bermutu.
  3. Bisnis network marketing telah memperoleh pengakuan internasional, bahkan beberapa perusahaan network marketing telah berhasil mencatatkan saham (go public) di New York Stock Exchange dan juga bursa-bursa saham lainnya. 
Jika Anda masih belum memutuskan untuk berkecimpung di dalam bisnis network marketing, saya menganjurkan supaya Anda mulai mempelajari potensi yang ditawarkan oleh bisnis ini. Mulailah menggunakan beberapa produk yang dijual melalui jalur distribusi network marketing. Berkomunikasilah dengan orang-orang yang telah sukses menjalankan bisnis network marketing (jangan bertanya pada orang dengan mentalitas “Ingin Cepat Kaya” yang berharap muluk-muluk dari network marketing tetapi gagal dan kemudian menjelek-jelekkan industri yang terhormat ini). 

Jika Anda melakukan hal-hal tersebut di atas, saya yakin Anda akan menyadari bahwa bisnis network marketing adalah solusi yang paling masuk akal untuk mencapai kebebasan finansial yang Anda idam-idamkan. 

Referensi: 

Internet.

Download artikel tersebut KLIK DISINI AJA,,,

Monday, May 21, 2012

Just Do It


Perbedaan besar antara mereka yang sukses dan mereka yang gagal ternyata hanya sederhana saja. Orang sukses dalam setiap hal selalu fokus pada tindakan, sementara orang gagal berorientasi kepada kata-kata. Orang yang mencapai sukses besar adalah orang yang “melakukan”, sementara mereka yang meraih sedikit menghabiskan hidupnya dengan hanya berharap, berkeinginan, bermimpi dan membuat alasan.
Dengan memulai bisnis ini, saya yakin Anda telah mengambil langkah pertama untuk bergabung dengan sekumpulan kecil orang-orang yang sukses.
Perlu diyakini bahwa kita tidaklah perlu menjadi jenius terlebih dahulu untuk menjadi kaya. Apa pun kondisi kita saat ini, kita tetap bisa menjadi kaya, yang dibutuhkan adalah menerapkan sebuah sistem yang tepat dan telah teruji mampu membuat orang menjadi kaya.
Penemuan yang sangat menakjubkan adalah jika kita melakukan apa yang dilakukan oleh orang kaya dan sukses lainnya secara terus menerus, pada akhirnya kita akan mendapatkan hasil yang sama. Kesuksesan finansial bukanlah keajaiban melainkan hanyalah merupakan sebuah hukum sebab akibat, jika kita memulai sebabnya maka kita mendapatkan akibatnya.
Sistem yang telah teruji yang dimaksud diatas adalah Investasi dan Re-Investasi. Orang-orang kaya yang mendapatkan kekayaannya bukan dari warisan, melainkan dari hasil usaha mereka sendiri, selalu melakukan investasi dan re-investasi dengan menggunakan tiga kendaraan yang telah teruji, yaitu: Bisnis, Properti dan Paper Asset. Dan fokus kita adalah pada bisnis MLM.
Mungkin kita pesimis karena kita pernah gagal menjalankan bisnis MLM, tetapi janganlah mental block atau apriori terlebih dahulu. Karena survei menunjukkan bahwa sebagian besar dari kita yang gagal dalam menjalankan bisnis MLM sebenarnya hanya disebabkan oleh alasan yang sederhana, yaitu keberanian kita jauh lebih besar dibandingkan keahlian yang kita miliki. Akibatnya, kita dengan keberanian luar biasa langsung terjun ke bidang ini tanpa pengetahuan dan pengalaman yang memadai, sehingga pada akhirnya mengalami kerugian.
Padahal sama halnya dengan investasi pada bidang apa pun juga, baik bisnis maupun properti, jika kita terjun tanpa pengetahuan dan pengalaman yang memadai, kemungkinan besar juga akan mengalami kerugian. Jika kita tahu caranya, segala sesuatu akan menjadi jauh lebih mudah, demikian halnya dengan melakukan investasi di bidang bisnis MLM. Robert G Allen, pengarang buku best seller “Creating Wealth”, mengilustrasikan hal tersebut kepada para peserta seminarnya. Di atas sebuah meja, ia menempatkan sebuah tatakan perhiasan dari beludru biru, di tengah-tengahnya ia menempatkan sebuah kaca pembesar, penjepit, dan setumpuk 50 berlian yang berkilau.
Robert menjelaskan, “Batu-batu yang berkilau ini bukanlah berlian, dalam tumpukan ini, ada 49 berlian palsu dan hanya satu yang asli, yang sangat berharga. Kalau Anda bisa menemukan berlian yang asli, saya akan memberikannya kepada Anda. Anda mau mencobanya?”. Semua orang mengajukan diri. “Syaratnya hanya satu, waktu Anda hanya 60 detik.”
Satu persatu mereka mencoba menemukan berlian yang asli, tetapi dengan waktu yang demikian singkat, mereka semua gagal. Lalu Robert setuju menunjukkan caranya kepada mereka, ia membalikkan semua batu tersebut sehingga sisi bersudutnya menghadap ke atas. Robert membutuhkan waktu 55 detik untuk mengatur semua batunya seperti itu. Lalu dengan beberapa detik yang tersisa, ia memandang semua batu tersebut dari atas dan dapat melihat berlian yang asli di antara yang palsu hanya dengan mata telanjang. Begitu segalanya diatur dengan benar, sangatlah mudah melihat berlian yang asli, mengapa? Sebab semua berlian palsu itu persis sama, tak bercacat dan sempurna. Hanya berlian aslilah yang mempunyai cacat, setitik kecil noda karbon, yang memantulkan cahaya sedikit berbeda dibandingkan dengan batu-batu lainnya. Perbedaan ini kentara sekali, bahkan dengan mata telanjang sekalipun.
Moral dari cerita ini sebenarnya sederhana saja, kita sering tidak mendapatkan apa-apa karena kita tidak tahu cara yang benar, padahal jika saja kita mau tahu, maka hasil yang akan kita peroleh sangat jauh berbeda.
Selama lebih dari 50 tahun, bisnis jaringan telah menawarkan kepada kita janji-janji seperti kemampuan untuk bekerja dari rumah, jam kerja yang fleksibel, pilihan untuk bergabung dalam bisnis ini sebanyak atau sesedikit yang kita mau, kapanpun dan dimanapun kita mau, kemampuan untuk melepaskan diri dari kompetisi dalam sebuah perusahaan, para majikan, dan karyawannya. Bisnis jaringan juga menawarkan potensi pendapatan sejenis royalti yang berkelanjutan, yang nilainya bisa berkisar antara ratusan ribu dalam satu bulan hingga ratusan juta.
Banyak dari kita melihat konsep bisnis jaringan sebagai sebuah kesempatan yang hanya datang sekali dalam seumur hidup. Kesempatan ini diberikan kepada kita dengan modal awal usaha yang sangat rendah (sekitar Rp. 50.000,- sampai Rp. 100.000,-) untuk memulai sebuah bisnis dengan potensi menciptakan peningkatan pendapatan seumur hidup. Saat ini, industri bisnis jaringan patut bangga atas sebuah track record yang mengesankan dan berkembang secara ekstentif selama lebih dari 50 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis ini setara dengan berbagai perusahaan yang telah berhasil melewati ujian sang waktu, memberikan konfirmasi seperti laporan bulanan kepada kita, pendapatan dan penjualan produk jaringan kita, serta perkembangan jaringan kita.
Selain sejarah yang mengesankan ini, banyak dari kita masih bingung dengan bisnis jaringan yang menggunakan cara-cara yang ilegal, tidak beretika dan dibuat-buat, cara cepat menjadi kaya yang palsu, yang memangsa orang-orang yang tidak berpengalaman dan tidak memiliki rasa curiga. Rendahnya modal awal yang dibutuhkan, tidak adanya kebutuhan mengenai latar belakang pendidikan tertentu dan tidak adanya penghalang untuk tetap melangkah dalam bisnis ini, menjadikan hal ini mungkin bagi kita semua untuk mengumpulkan sejumlah uang dan memulai bisnis ini.
Kemudahan untuk memulai bisnis ini akhirnya membuat kita yang terlibat didalamnya tidak menjalankan bisnis ini dengan sungguh-sungguh. Kita meluangkan hanya sedikit waktu untuk mempelajari keahliah-keahlian penting yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan di tingkat teratas. Kita menghabiskan sedikit waktu untuk menjadi terdidik dan terlatih dalam prinsip-prinsip kesuksesan yang penting. Kita seringkali memperlakukan bisnis ini sebagai hobi, seringkali berdagang tanpa komitmen yang serius dan memilih apa yang lebih nyaman. Kita berhenti saat menemui kesulitan dan penolakan lalu mempertanyakan mengapa kita kurang sukses atas usaha yang telah kita lakukan! Lalu, kita menyalahkan bisnis jaringan atas kegagalan kita. Kita tidak bersedia mengambil tanggung jawab atas apa yang dapat menjadi hal yang penting mengenai kesuksesan kita di bisnis ini.
Banyak keahlian-keahlian penting yang harus terus dikembangkan agar kita sukses membangun dinasti bisnis jaringan kita. Selama kita membangun dinasti bisnis jaringan kita, ada tiga elemen penting yang perlu diingat untuk membuat usaha kita berarti: kita harus memberikan hasil, kita harus mengalami pertumbuhan pribadi, dan kita harus bersenang-senang di sepanjang perjalanan.

Referensi :
Mega Options Team. Smart Investment For Mega Profit : Strategi Menuju Kebebasan Finansial Melalui Investasi Stocks dan Options dengan Small Capital, Low Risk, Liquid & Stress Free. 2007. Penerbit : Elex Media Komputindo, Jakarta.
DR. Joe Rubino & John Terhune. 15 Secrets Every Network Marketer Must Know. 2008. Penerbit : MIC Publishing, Surabaya.
Internet.
Download artikel diatas KLIK SINI AJA,,,


Thursday, March 8, 2012

Anda Ingin Berubah Menjadi Pribadi yang Lebih Sukses?

Apakah Anda ingin melakukan proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik? Melakukan perubahan perilaku (behavior change) agar Anda tumbuh menjadi pribadi yang sukses nan sejahtera? Atau mungkin Anda pengin melakukan proses perubahan agar kinerja perusahaan dan organisasi Anda menjadi lebih kinclong. Melakukan proses “organizational change” yang berhasil?

Tema tentang perubahan – baik dalam ranah personal ataupun organisasional – telah lama menjadi topik hangat dalam jagat manajemen. Cuma sialnya, banyak inisiatif perubahan (change management) yang gagal dan nyungsep di tengah jalan, dan kemudian kandas. Mengapa bisa seperti ini?

Dan apa yang mestinya didekap erat manakala kita hendak melakukan proses perubahan yang berhasil – baik pada level personal ataupun organizational?

Sejumlah pakar perilaku (behavioral expert) menyebut proses perubahan acap menjadi tidak efektif lantaran diawali dengan pendekatan weakness-based orientation. Sering juga disebut sebagai problem-based orientation. Maksudnya begini : inisiatif perubahan diawali dengan premis bahwa ada yang “salah” dalam diri kita atau organisasi kita. Bahwa diri kita atau organisasi kita memiliki banyak kekurangan (weakness) dan problem.

Untuk itulah kemudian kita melakukan serangkaian action untuk “mengobati” kelemahan itu, atau juga untuk mengobati problem yang begitu banyak muncul di organisasi/perusahaan kita.

Pendekatan problem-based atau weakness-based ini begitu merasuk dalam wacana manajemen selama ini. Begitulah kita lalu mengenai ilmu problem solving skills, atau competency gap analysis, atau juga beragam metode untuk menganalisa akar masalah (root cause problem analysis). Semua metode ini berangkat dari premis yang tadi itu : bahwa ada “kekurangan”, “penyakit” atau “problem” dalam diri kita atau organisasi kita, dan kita harus mengobatinya.

Dan aha, sejumlah studi menunjukkan bahwa pendekatan semacam itu acapkali tidak efektif dalam membawa keunggulan kinerja. Sebabnya sederhana : pendekatan tersebut dengan mudah mendorong kita untuk terjebak dalam negative mindset and culture. Kita menghabiskan energi yang begitu banyak dan melelahkan untuk hanya berkutat pada kekurangan, pada kelemahan, pada problem (masalah) yang seolah-olah tak pernah kunjung selesai.

Pendekatan yang beorientasi pada problem dan weakness-based itu dengan mudah juga akan membawa kultur pesimisme dan men-discourage semangat kita atau anggota tim. Kita atau anggota tim pesimis sebab seolah-olah kita memiliki begitu banyak kelemahan, dan organisasi kita penuh dengan problem/masalah. Dalam situasi ini, kita dengan mudah kehilangan inspirasi dan motivasi.

Itulah kenapa kini muncul pendekatan yang secara radikal berbeda dengan pendekatan diatas. Pendekatan baru ini acap disebut sebagai strenghts-based orientation. Prinsip dasar dari pendekatan ini adalah : kita akan berhasil menuju ke arah yang lebih baik, jika inisiatif perubahan itu bertumpu pada kekuatan yang telah kita miliki saat ini. Kuncinya adalah ini: focus on your positive strenghts.

Jadi alih-alih menghabiskan energi untuk berfokus pada kekurangan (ingat: competency gap analysis) atau pada problem organisasi, kita justru harus mencari elemen kekuatan yang telah ada pada diri kita, atau elemen positif yang telah hadir inside our organization. Alih-alih menggunakan bahasa “root cause of problem”, kita harus menggunakan frasa “root cause of success” untuk melacak kisah keberhasilan yang pasti sudah pernah ada dalam organisasi kita.

Konkritnya : alih-alih meratapi kelemahan diri Anda terus menerus, mengapa tidak mengingat apa kira-kira kekuatan (strenghts) yang ada dalam diri Anda, atau pengalaman positif yang pernah Anda miliki (pasti dong Anda punya kelebihan atau pengalaman positif). Nah, studi menunjukkan bahwa kinerja individual akan jauh melesat jika kemudian “poin-poin positive” yang sudah ada itu terus diakumulasi, diduplikasi dan terus dimekarkan menuju titik yang optimal.

Dalam konteks organisasi, hal itu juga berlaku. Alih-alih sibuk mendiagnosa problem yang ada dalam organisasi/perusahaan, dan kemudian lelah mengobatinya, maka energi kita justru harus diarahkan untuk menggali “momen-momen positif” atau “fitur kekuatan” yang telah ada dalam organisasi. Lalu ciptakan serangkaian tindakan untuk menduplikasi “momen positif” tersebut, dan terus tumbuhkan fitur kekuatan yang telah ada menuju ke level yang makin maksimal.

Secara ekstrem pendekatan ini mau mengatakan hal seperti ini : forget your weakness/problems, and just focus on your strenghts/positive expectations. Find your positive areas and discover your bright spots. Dan ajaibnya, beragam studi menunjukkan premis semacam itu ternyata telah berhasil mengubah banyak individu dan organisasi melesat menjadi lebih sukses.

Jadi mulai hari ini, jika Anda ingin menjadi pribadi yang lebih sukses, selalu ingatlah kalimat ini: always, and always focus on your bright spots. (strategimanajemen.net)

Tuesday, January 3, 2012

Susahnya Cari Downline

Salah satu alasan penolakan yang sering saya dengar ketika saya menawarkan peluang usaha melalui MLM adalah, “Nggak bisa cari downline… ”

Hal ini tampaknya merupakan celah bagi beberapa pendiri situs money game yang marak beredar di internet. Bukan satu dua kali saya melihat iklan “dapatkan penghasilan jutaan, tanpa perlu cari downline. Usaha halal, bukan MLM.” Hayah…, saya kok malah curiga kalau ada embel-embel bukan MLM…

Mendapatkan downline memang disebut-sebut sebagai “nyawa” dalam pengembangan jaringan. Dengan adanya downline, kerja anda memasarkan produk MLM menjadi terbantu. Tetapi, seperti yang juga saya alami, mengajak orang untuk menjadi downline tidaklah mudah.

Banyak orang menyangka, bahwa semakin tinggi level yang dimiliki seseorang dalam suatu jaringan MLM, maka akan semakin mudah mengajak orang masuk ke dalam jaringannya. Hanya masalahnya, sebelum sampai ke level dengan penghasilan tinggi, tidak sedikit orang yang menyerah karena tidak kunjung mudah mendapatkan downline, terutama downline yang kompeten.

Salah satu hal yang saya lakukan untuk bisa menduplikasi ilmu orang-orang yang sudah lebih dulu sukses dalam MLM yang saya ikuti adalah membaca blog pribadi mereka. Saya sendiri bersyukur, karena berkat akses internet, saya bisa dengan mudah mempelajari keseharian leader-leader saya lewat blog. Mereka bahkan tidak segan membagi ilmunya lewat chatting, facebook, twitter maupun email. Dari sini saya tahu, bahwa meskipun seorang Diamond sudah memiliki ribuan downline, mereka masih kerap kali mendapatkan penolakan. Seorang leader pernah bercerita bahwa dia baru saja bicara di depan 30 orang prospek, dan tidak satupun yang berminat menjadi anggota.

Tentunya, punya ribuan downline adalah hasil dari berbicara pada berpuluh-puluh kali lipat lebih banyak orang. Dan tentu saja, mengalami ribuan kali penolakan.

Adam Khoo mengatakan bahwa “The Price of Being a Genius” adalah meluangkan waktu 10 ribu jam untuk melakukan suatu hal.

Anyone can be genius in something, you just have to pay a price.

Semua orang bisa menjadi jenius dalam suatu hal, anda hanya perlu membayar harganya. Masalahnya, maukah anda meluangkan waktu dan tenaga anda untuk membayar harga tersebut ?

Contohnya, Tiger Woods mulai diajar ayahnya sejak dia berusia 3 tahun. Dia berlatih 4-5 jam sehari, sehingga pada usia 21 tahun dia menjadi pegolf nomor 1 di dunia.

Hal ini juga bisa saya lihat dari keseharian orang-orang yang sukses menjalankan MLM. Kuncinya adalah konsisten berbicara tentang bisnis mereka kepada orang lain. Memang tidak setiap orang mau bergabung, tetapi usaha yang konsisten dan terus menerus tentunya akan membuahkan hasil yang manis.

Bagaimana dengan janji-janji “tidak perlu mencari downline… ” yang sering diumbar di internet ? Saya sendiri akan menyarankan anda untuk meneliti dulu dengan seksama, sistem apa yang dipakai untuk mengembangkan jaringan bisnis tersebut. Kok saya curiga, yang biasanya pakai janji seperti ini, adalah salah satu bentuk money game… (gudangmlm.com)

Thursday, December 29, 2011

Belajar Dari MLM

Ini suatu pernyataan menarik yang di Majalah Tempo.

Singapura punya 7% enterpreneur, sedangkan Indonesia hanya 0,18%.

Menurut Pak Ciputra, pendapatan per kapita Singapura 15 x lipat dibanding kita. Lalu, masih menurut Pak Ciputra, pendidikan di Indonesia itu tidak menumbuhkan jiwa enterpreneur. Tidak ada motivasi, inspirasi, apalagi latihan. Jadi, lulusan pendidikan Indonesia itu kebanyakan hanya diplot untuk jadi karyawan, bukan jadi orang yang menggaji karyawan.

Saya juga termasuk hasil dari sistem pendidikan ini. Selama sekolah, yang ada di pikiran hanya belajar yang rajin supaya lulus dengan nilai memuaskan, dan bisa diterima kerja di perusahaan dengan gaji besar.

Bukannya saya menyalahkan cara berpikir seperti ini. Tapi, kalau menurut Robert Kiyosaki, kalau mau masa tua terjamin, jangan kelamaan jadi karyawan. Selama jadi pegawai, belajarlah supaya suatu saat bisa jadi pengusaha.

Untungnya (kalau bisa disebut beruntung ya…), saya nggak betah jadi karyawan. Saya mulai berpikir untuk punya usaha sendiri. Apalagi ketika anak saya lahir, mulai deh saya merasakan “malas jadi pegawai”. Soalnya, sebagai pegawai, waktu saya habis untuk ngurusin orang lain, bukannya malah ngurusin anak sendiri.

Tapi, mau jadi pengusaha itu juga bukan soal yang gampang.
Kenapa ?

Yang bisa dijadikan alasan sebenarnya banyak…

Misalnya, tidak tahu dari mana memulainya, karena dari kecil tidak pernah diajarkan untuk jadi pengusaha. Seandainya saya lahir di keluarga Bakrie, gitu… kan otomatis saya bakal diplot untuk mewarisi perusahaan… he he…

Beruntung (ya, saya memang selalu merasa beruntung !) saya ketemu dengan bisnis MLM.

Banyak orang menganggap MLM itu sesuatu yang negatif. Awalnya, saya juga merasa curiga. Tapi, setelah dipertimbangkan dengan seksama, bisnis yang saya jalankan ini justru membuat saya belajar banyak tentang bagaimana memiliki usaha sendiri.

Pertama, saya jadi tahu bahwa punya usaha sendiri itu butuh komitmen dan disiplin yang tinggi. Sebagai seorang karyawan, kita tinggal melakukan apa yang diperintahkan oleh atasan. Kalau kerjaan kita tidak beres, paling-paling dimarahi oleh atasan, tetapi belum tentu membuat perusahaan bangkrut.

Dalam berbisnis, saya dituntut proaktif dan kreatif, agar apa yang saya lakukan bisa memberikan keuntungan di masa depan. Ketika kerjaan saya tidak beres, saya akan mendapat komplain langsung dari customer, dan ini akan mempengaruhi keuntungan yang saya peroleh. Jadi, kalau saya tidak berkomitmen membuat usaha saya berhasil maka bisnis saya akan berakhir.

Lalu, saya juga belajar bagaimana menjual.
Banyak orang, ketika saya tawari untuk bergabung dengan MLM, mengatakan bahwa dia tidak bisa menjual.

Saya juga tidak punya latar belakang sebagai sales, tetapi saya sadar, dalam bisnis apa pun, komponen dasarnya adalah penjualan. Entah barang atau jasa. Sebagai karyawan pun, sebenarnya orang itu menjual jasa dan waktunya untuk perusahaan. Nah, masalahnya, bagaimana membuat penjualan yang efektif.

Berkat MLM, saya jadi banyak membaca buku-buku tentang sales & marketing. Terlebih, karena MLM yang saya ikuti bisa dijalankan secara online, saya juga punya banyak kumpulan artikel tentang internet marketing. Apalagi kelompok MLM kami sering mengadakan workshop tentang internet marketing, yang biayanya murah.

Sebenarnya kalau dipikir, apa sih yang paling menghalangi seseorang untuk jadi pebisnis yang sukses ? Kalau menurut saya, mentalnya.

Tidak mudah menjadi seseorang yang bermental ulet dan tidak gampang menyerah. Padahal kita tahu, yang namanya bisnis itu pasti ada jatuh bangunnya, tidak selamanya berjalan mulus.

Nah, ketika menjalankan bisnis sendiri, tidak semua orang bisa membangun mental yang tahan banting. Dengan bergaul sesama pebisnis MLM, saya jadi punya teman untuk sharing dan bertanya bagaimana cara menghadapi masalah. Dan tentu saja, MLM punya banyak acara untuk meningkatkan motivasi dan memberi kita inspirasi.

Apalagi buat saya, MLM yang saya jalankan ini membuat saya belajar bisnis secara langsung tanpa perlu modal yang besar. Biaya pendaftaran hanya beberapa puluh ribu rupiah saja. Saya juga tidak perlu menyediakan stok barang, sehingga tidak takut mengalami kerugian uang dalam jumlah besar. Saya juga tidak perlu memikirkan promosi produk, karena setiap bulan, pihak perusahaan sudah menyediakannya untuk saya, termasuk katalog dan brosur yang bentuknya menarik. Yang perlu saya lakukan adalah menjalankan prosedurnya saja. (gudangmlm.com)

Mengapa Perusahaan MLM Harus Terdaftar di APLI?

APLI adalah singkatan dari Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia, adalah suatu organisasi yang merupakan wadah persatuan dan kesatuan te...

Find Us on Facebook

Blog Archive

Visitors


pinjaman utang