mlm is your life

hpanetwork.id - member of PT Herba Penawar Alwahida Indonesia - lahirkan pengusaha muslim yang tangguh

Tuesday, May 8, 2018

Cantik, Muda dan Kaya Itulah Intan Nurimani Miliarder Muda dari Solo

Usianya belum genap 35 tahun. Lahir di Solo 14 Juni 1983. Tetapi wanita berpostur tinggi semampai ini sudah muncul sebagai miliarder muda. Bukan karena warisan orang tua. Lalu dari mana uang itu berasal?

Dari kerja Multi Level Marketing (MLM) yang ditekuninya sejak April 2013. Akumulasi bonusnya hingga 19 April 2018 sudah mencapai Rp 15,9 miliar. Betul ini, bukan hoax?

“Betul sekali. Bonus tersebut terakumulasi yang dibayarkan tunai setiap hari masuk rekening saya,” kata Intan Nurimani, si miliarder muda ini menjawab pertanyaan koranbernas.id Kamis (19/4/2018) saat berlangsung Table Talk Jogja di Rembug Kopi.
Bukan itu saja, dia juga mendapat reward berupa satu unit mobil Kijang Innova dan mobil Honda CRV, liburan ke beberapa negara Asia dan Eropa serta ibadah umrah. Semuanya gratis.

Sebagai mantan penyiar di sebuah stasiun radio swasta di Solo, dia memang punya modal pandai bicara. Ditambah personality dan personal approach yang bagus. Itu menjadi modal penting.

Menurut wanita yang dulu kuliah di Akademi Akuntansi di Yogyakarta ini, bisnis MLM bisa dilakukan oleh siapa saja. PNS, istri TNI dan Polri, guru, ibu rumah tangga, dokter dan siapa pun karena bisa disambi.

“Dan saya tidak melakukan door to door menawarkan propolis atau yang lain,”katanya sambil tersenyum.

Semuanya bermula dari gethok tular. Jika langsung gencar menawarkan barang, mungkin banyak orang tidak tertarik. Apalagi banyak orang tidak suka dan menganggap MLM itu haram, hanya menguntungkan yang di atas.

Padahal tidak. Bonus itu dibagi ke semua orang yang berada di jaringan “pohon” sebagai kontraprestasi kerja kerasnya. Lebih mantap lagi di Moment tempat dia bergabung sejak 2013 itu, sudah punya sertifikat Syariah. Sebelumnya dia pernah bergabung MLM sebuah perusahaan. Tetapi tidak merasa sreg karena ada kesan memaksa member.

300 tinggal 9

Tapi meraih sukses tidak semudah dibayangkan. Kerja keras, serius dan jeli melihat peluang itu menjadi kunci utama. Mengawali kerja ini bukan pekerjaan mudah bagaimana harus mampu membangun jaringan seluas-luasnya secara bertahap. Setiap bertemu orang, apalagi komunitas, harus dijadikan sebagai peluang.

“Apalagi saya memang sudah merasakan sendiri produk kesehatan dan kecantikannya. Sehingga saya ngomong punya dasar. Bukan sekadar kata orang. Kata si Anu dan sebagainya,” kata ibu dua anak ini. Dengan demikian dia menjadi sangat mantap menyampaikan ke orang lain.

Sulitnya bisnis ini berkembang karena banyak orang tidak fokus, tidak serius dan enggan kerja keras. Diawali dengan kata tidak bisa. Sebagai contoh dia pernah merekrut 300 orang sebagai downline.
Ternyata yang jadi hanya 9 orang. Betapa tidak imbang rasionya. Meskipun belakangan setelah tahu Intan berhasil banyak yang teriak “aku mau”. “Ya kenapa dulu tidak serius. Karena tidak ada sukses yang instan, harus kerja keras,” katanya.

Contoh gethok tular itu, saat dia dalam perjalanan menyeberang dari Bintan. Di atas perahu dia berdekatan dengan seorang ibu. Ngobrol, cerita anaknya sakit panas. Intan hanya bilang jika anaknya diberi propolis ternyata sembuh. Alhasil ibu itu membelinya. Hanya dalam waktu sekitar 15 menit. Dari situ diharapkan ibu tadi akan bercerita pada orang lain setelah anaknya sembuh.

Bahagiakan orangtua

Untuk apa bonus sebesar itu? “Saya ingin orang tua di masa senja bahagia. Tidak lagi harus bekerja seperti dulu,” katanya. Ayahnya Fatchurrahman Nugroho pengusaha percetakan kecil-kecilan. Ibunya Titut Sri Rejeki dulu jualan gudeg di teras rumahnya dan cukup laris. Kerap menerima pesanan dalam jumlah besar di kalangan pengusaha batik di Solo.

Dari bonus tersebut Intan membelikan rumah harganya di atas Rp 2 miliar. Lebih bagus dari rumahnya sendiri. Mobil Toyota Innova juga dipersembahkan pada kedua orangtuanya, serta mengumrahkannya.

Selain itu biaya hidup setiap bulannya dia penuhi. Meskipun Intan sadar seberapa pun dia bisa berikan tak akan cukup untuk membalasnya. Apalagi dia mengakui, saat remajanya sering menyulitkan orangtua.

Dia juga membelikan ruko untuk kakaknya, Dicky, karena dialah yang membiayai saat Intan kuliah di Yogya serta membelikan mesin cetak yang lebih memadai. Dicky sekarang meneruskan usaha percetakan ayahnya.

Selebihnya untuk membeli beberapa bidang tanah. Bonus tersebut benar-benar cementhel untuk keluarga dan masa depan anak-anaknya. Bukan untuk hura-hura.

Selain rajin beribadah, puasa Senin dan Kamis serta salat dhuha, Intan juga tidak melupakan 2,5 persen harta yang dilimpahkan Allah SWT adalah milik anak yatim, piatu dan kaum duafa. Dia juga rajin mengundang pengajian ibu-ibu. Soal pajak pun tertib.

Karena keberhasilannya, wanita yang mandiri sejak mudanya ini berkesempatan berbagi ilmu keliling berbagai kota besar di Indonesia. Bukan hanya di Jawa, tapi juga di Sumatera, Sulawesi, Bali sampai Raja Ampat Papua.

Setiap Rabu dijadwalkan Intan ke Yogya untuk berbagi ilmu, tempatnya berpindah-pindah. Memotivasi. Ini terbuka untuk siapa saja yang berminat mencari tambahan pendapatan. Terutama bagi kaum wanita yang seharusnya memegang uang hasil usaha sendiri. Ratusan ribu, jutaan bahkan miliaran, siapa tidak ingin?

“Kalau saja tidak di sini, kerja apa dan siapa yang mau menggaji saya sebesar itu?” katanya. Barangkali Anda salah satunya yang ingin meraih sukses seperti Intan? Silakan, gratis kok. Serap ilmunya, ikuti langkahnya.beritojowo

Thursday, April 26, 2018

CNI Tingkatkan Market Berbasis Online

Bisnis multi level marketing (MLM) yang sudah puluhan tahun ini, rupanya tak ingin ketinggalan zaman dan kehilangan anggotanya.

Untuk menguatkanya, PT CNI tengah memperbaiki infrastrukturnya, salah satunya dari segi pemasaran. Dulu secara manual door to door kini mulai bergerak secara digital atau online.

Menurut Head of Sales and Distribution Division PT CNI Theo Sondakh membenarkan hal tersebut.
“Kita lagi memperbaiki infrastrukturnya. Kalau sudah siap terstruktur, tentu nantinya akan lebih baik,” ujar Theo disela acara member achievement gathering (MAG) di hotel Grand Pasundan Bandung, Minggu(22/4).

Lanjutnya, pemasaran melalui digital ini guna mendekati kaum milenial. Pasalnya kaum milenial itu kalau mendapatkan informasi berbeda dengan kaum zaman old (dulu).

Dulu masih banyak lihat iklan dan bincang-bincang sedang untuk kaum milenial hal itu tidak mengena. Kaum milenial lebih mencari informasi di media sosial dan lain-lain.

“Mau tidak mau kita butuh kaum milenial tapi itu bukan hal yang utama karena hal utama kita memperbaiki infrastruktur. Soal akan ada produk-produk khusus bagi kaum muda itu, bisa saja kedepan ada,” terangnya.

Terpenting lanjutnya motor bisnisnya sendiri dan marketing plannya sudah rubah.

“Kita mungkin lebih punya kecenderungan bangun sendiri ketimbang kerjasama dengan platform yang sudah ada. Tak tak dipungkiri kadang produk kita ada di online mereka tetapi itu bukan dari perusahaan tapi dari member. Untuk galeri kita di web sudah ada gerai CNI.com,” ucapnya seraya mengatakan dua tantangan kedepan yang harus dihadapinya adalah teknologi dan pertumbuhan milenial.jabarekspres

Monday, April 9, 2018

Kemenag Larang Sistem Ponzi dan MLM dalam Bisnis Travel Umrah

Kementerian Agama (Kemenag) melarang sistem penjualan paket umrah yang menggunakan skema merugikan jamaah. Di antaranya, skema paket ponzi (modus investasi palsu), sistem pemasaran berjenjang (MLM), investasi bodong, atau jenis lain yang merugikan.

Kemenag menerbitkan regulasi baru untuk menertibkan travel umrah nakal yang meresahkan masyarakat karena menawarkan paket perjalanan ke Tanah Suci tetapi gagal memberangkatkan dan jenis-jenis pelanggaran lain yang merugikan jamaah. Regulasi itu adalah Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 8 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah yang menggantikan PMA Nomor 18 tahun 2015.

"PMA ini menutup celah aturan yang tidak termuat dalam PMA 2015," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar Ali di Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Dia mengatakan, PMA baru itu hadir untuk menyehatkan bisnis umrah sekaligus untuk perlindungan jamaah. Melalui regulasi baru itu, Kemenag  berupaya mendorong Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk mengedepankan bisnis syariah daripada skema-skema paket merugikan.

"Penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah bukanlah bisnis sebagaimana umumnya. Umrah adalah ibadah, karena itu pengelolaannya harus benar-benar berbasis syariah," tuturnya.

Selanjutnya, kata dia, PMA yang baru memperketat izin penyelenggaraan umrah. Izin PPIU hanya diberikan kepada biro perjalanan wisata yang memiliki kesehatan manajemen dan finansial, tidak pernah tersangkut kasus hukum, taat pajak dan tersertifikasi.

"Secara berkala akan diakreditasi oleh lembaga yang ditunjuk oleh Kemenag," ujarnya.

PMA itu, lanjut dia, juga mengatur mekanisme pendaftaran jamaah. Sistem pendaftaran harus dilakukan melalui pelaporan elektronik dengan pembatasan keberangkatan paling lama enam bulan setelah akad atau tiga bulan setelah pelunasan.inews

Wednesday, March 21, 2018

XL Axiata & K-Link Kerja Sama Penyediaan Paket Data

PT XL Axiata Tbk bekerja sama dengan usaha multilevel marketing, K-Link, untuk penyediaan paket data yang dibutuhkan perusahaan dan para membernya di seluruh wilayah Indonesia.

Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata Kirill Mankovski mengatakan antusias mendukung K-Link yang merupakan perusahaan MLM yang sangat besar dan kredibel dengan produk yang juga dikenal luas.

“Kami bekerja sama untuk meningkatkan produktivitas member K-Link untuk meraih tujuan bersama yang saling menguntungkan,” katanya seperti dalam rilis, Selasa (20/2/2018).

Penandatanganan nota kerja sama bdilakukan oleh Kirill Mankovski bersama Dato’ DR. H. MD Radzi Saleh, Presiden Direktur K-LINK Indonesia di jakarta, pekan lalu.
Menurut Dato Radzi Saleh sebagai perusahaan penjualan langsung yang sudah sangat mapan di Indonesia, saat ini K-Link memiliki member aktif yang tentunya adalah potensial pelanggan baru bagi XL Axiata. Karena itu, kerjasama ini juga sekaligus langkah strategis XL Axiata dalam memperbesar basis pelanggan.

“Saat ini K-Link juga sedang menuju era digital yang membutuhkan mitra kerja andal di dunia digital dan mampu menyediakan layanan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan para member,” katanya.

Dia menambahkan K-Link melihat XL Axiata sangat berkompeten dengan layanan yang kami butuhkan. Kami berharap, kerjasama ini akan membawa manfaat kemudahan bagi para member K-Link dalam berkomunikasi sesama anggota juga lebih produktif dengan adanya free akses website dan aplikasi K-Link Indonesia.

Saat ini jumlah member K-Link mencapai lebih dari 2 juta member.

Karena itulah perusahaan membutuhkan sarana telekomunikasi dan akses digital yang mampu mengakomodasi kebutuhkan untuk berkomunikasi dengan para member, termasuk mempermudah para member meng-akses web dan aplikasi digital K-Link.

Jaringan data yang berkualitas milik XL Axiata kini semakin luas dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia.

Jaringan 4G LTE XL Axiata telah menjangkau 360 kota/kabupaten di berbagai wilayah di Indonesia, ditopang oleh lebih dari 17.000 BTS 4G dan hampir 46.000 BTS 3G. Sementara itu, layanan 3G U900 telah menjangkau lebih dari 400 kota d/kabupaten.bisnis

Mengapa Perusahaan MLM Harus Terdaftar di APLI?

APLI adalah singkatan dari Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia, adalah suatu organisasi yang merupakan wadah persatuan dan kesatuan te...

Find Us on Facebook

Blog Archive

Visitors


pinjaman utang