News Update :

Info APLI

Regulasi

Marketing

Financial Quotient

Technology

EBook

Sambut Festival Mooncake, CNI Keluarkan Produk "Supreme Gold Mooncake"

Masyarakat Tionghoa di Indonesia memiliki tradisi menikmati mooncake atau dikenal kue bulan saat Perayaan Imlek. Dimana ritualnya seluruh anggota keluarga dan teman berkumpul untuk makan malam bersama di bawah cahaya bulan terang sambil menikmati makanan khas musim itu yaitu kue bulan (mooncake).

Sedangkan di Tiongkok sendiri tradisi ini disebut Festival Mooncake, merupakan festival pertengahan musim gugur yang merupakan salah satu dari dua hari raya yang paling penting di kalender Tingkok, dimana setiap tahun akan jatuh pada tanggal 8 September 2014. Sehingga kesempatan ini, PT CNI mengeluarkan produk "CNI Supreme Gold Mooncake".

Berbeda dengan mooncake pada umumnya, CNI Supreme Gold Mooncake itu, memiliki 4 varian rasa, di antaranya yaitu 'Glutinous Rice Yam Omochi, 'Pandan Delight, 'Pure Lotus Single Yolk' Oriental Pearl'.

Menurut Francisca Ramli, Head of Food & Beverage PT CNI CNI mengatakan, CNI Supreme Gold Mooncake dibuat dengan menggunakan bahan pilihan terbaik dengan tampilan yang memikat. Supreme Gold Mooncake ini tersedia dengan harga Rp 290.000 per box dengan isi 4 mooncake.

"Box atau kemasan CNI Supreme Gold Mooncake pun didesain cantik dan elegan dengan dominasi warna biru muda serta bunga sakura yang menawan, sangat cocok untuk dijadikan bingkisan atau hantaran istimewa untuk keluarga maupun relasi kerja," katanya, Kamis (28/8).

Dia menambahkan, Supreme Gold Mooncake ini tidak hanya lezat, namun juga memiliki tampilan yang memikat dan disertai dengan kemasan atau box yang cantik dan elegan membuat CNI Supreme Gold Mooncake ini dapat menjadi bingkisan istimewa pada moment ini. Adapun cara mendapatkan produk ini cukup mudah melalui online shopping di www.geraicni.com.

"CNI Supreme Gold Mooncake ini telah tersedia di Sales Counter CNI dan Distribution Center CNI yang tersebar di 10 cabang CNI, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Pekanbaru, Palembang, Medan, Makassar dan Bali serta Balikpapan. Selain itu, CNI Supreme Gold Mooncake juga bisa didapatkan melalui online shopping di www.geraicni.com," jelasnya.

Penipuan Bisnis MLM TVI Express Jerat Guru SMP ke Penjara

Jaksa penuntut umum akhirnya membacakan nota tuntutan kasus dugaan penipuan bisnis Multi Level Marketing (MLM) yang menjerat guru SMPN 22 Kota Jambi Suryati dan Rahmad Hidayat, kemarin (12/8). Dalam tuntutannya, JPU Noraida Silalahi kedua terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan dugaan tindak pidana penipuan secara bersama-sama.

Hal itu diatur dan diancam pidana dalam pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dalam dakwaan pertama.

"Memohon kepada majelis hakim menyatakan perbuatan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan secara bersama-sama. Dan menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun kepada terdakwa," ungkap jaksa berjilbab itu dalam sidang di Pengadilan Negeri Jambi.   

Dalam pertimbangan penuntut umum, yang memberatkan terdakwa karena perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Terdakwa sudah menikmati hasil kejahatan. Antara terdakwa dan para korban belum pernah ada perdamaian. Selain itu, selama persidangan, terdakwa berbelit-belit dan tidak mau mengakui perbuatannya.

"Dan terdakwa ada seorang guru yang seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Sementara yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum," tegas Noraida ketika ditemui usai sidang.

Tentu saja, tuntutan pidana dua tahun penjara terhadap kakak beradik Suryati dan Rahmad Hidayat tersebut mendapat perlawanan dari pihak terdakwa. Menurut Yandi Hendrawan, penasehat hukum terdakwa, perbuatan kliennya tidak bisa dibuktikan secara pidana. Unsur-unsur yang dituntut JPU pun tidak memenuhi sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP.

"Unsur pasal 378 KUHP menurut saya tidak terpenuhi karena tidak ada iming-iming dan tipu muslihat. Dia bekerja sesuai dengan arah dari kebijakan perusahaan tersebut, semua terbuka, semuanya jelas, materi tersusun dengan rapi. Nanti akan kita buktikan dalam pembelaan yang akan dilakukan dua minggu ke depan," terangnya.

Untuk diketahui, Suryati, oknum guru SMPN 22 Kota Jambi diadili karena diduga terlibat kasus penipuan bisnis MLM TVI Express. Dalam kasus ini, polisi juga menjerat saudara Suryati, yakni Rahmat Hidayat. Awal proses penyelidikan, Suryati sempat ditahan oleh pihak Polresta Jambi. Belakangan Suryati hanya dilekatkan penahanan kota.  

Warga Perumahan Bougenville, Blok A1, No 09, RT 24, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Kotabaru Jambi, hadir dalam sidang bersama penasehat hukumnya. Terdakwa dilaporkan oleh Zen, korban dugaan penipuan janji keuntungan sebuah bisnis berbentuk MLM TVI Express. Kakak beradik itu didakwa karena mengajak para korban untuk ikut bisnis tersebut.

Zen, salah seorang korban mengungkapkan, awal mula ikut bergabung dengan Suryati karena diiming-imingi keuntungan yang menggiurkan. Betapa tidak, ketika berhasil mengajak beberapa orang bergabung dan berada dalam tingkatan tertentu, akan diberikan bonus.

"Kalau kita bisa merekrut tiga orang, maka dapat bonus. Bahkan, kalau sudah berada di level tertentu ada bonus sebesar 500 dolar hingga 10.000 dolar. Setelah ikut bergabung dan berhasil merekrut beberapa orang untuk bergabung, bonus yang dijanjikan tidak saya nikmati. Sebaliknya, bisnis MLM itu malah disebut tidak bisa dilanjutkan lagi oleh Suryati," ungkapnya.

Takut Disaingi, Pengusaha Jamu Minta Pemerintah Larang Jamu dari MLM

Asosiasi pengusaha jamu gerah dengan peredaran jamu yang diedarkan melalui Multi Level Marketing (MLM). Asosiasi itu mengklaim jamu tersebut ilegal.

Oleh karena itu, pengusaha jamu pun meminta agar pemerintah membinasakan produk jamu yang berasal dari MLM tersebut. "Kami mau barang-barang itu dimusnahkan, dibakar dan disiarkan oleh media agar mereka takut," ujar Ketua Gabungan Pengusaha Jamu Charles Saerang di Jakarta, Selasa (26/8/2014).

Dia menjelaskan, seharusnya Kementerian Perdagangan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan koordinasi yang baik terkait peredaran jamu ilegal dari bisnis MLM ini. Bahkan, Charles juga mempertanyakan keseriusan kedua lembaga tersebut dalam melarang bisnis MLM tersebut.

Lebih lanjut Charles juga mempertanyakan kinerja pemerintah melindungi usaha pengusaha dalam negeri terutama jamu. Menurutnya, jika melihat negara tetangga, Malaysia, maka bisnis MLM yang merugikan pengusaha lokalnya dilarang oleh pemerintah Malaysia.

"Itu ada tiga (yang ilegal), jamu untuk pelangsing, untuk seksual dan untuk obat kuat. Nah ketiga inilah yang kami khawatirkan mengganggu jamu kita," kata Charles.

Begini Celah Penipuan dalam Arisan MMM

Analis dari Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe mengingatkan adanya celah penipuan dalam arisan Mavrodi Mondial Moneybox dari Rusia. Di Indonesia, arisan ini diadopsi menjadi Manusia Membantu Manusia (MMM).

Dia mencurigai adanya beberapa orang yang berperan sebagai pengelola website, tetapi menyamar sebagai anggota. Tujuannya adalah mendapatkan jatah transfer dari setiap pendaftar baru.

"Coba kumpulkan sekitar 50 orang yang mendaftar secara bersamaan, pasti masing-masing diminta mentransfer ke nama rekening yang sama. Nah, ini perlu dicurigai. Setelah ketahuan ada nama yang sama, minta saja ke bank untuk membuka siapa dia," ujarnya.

Arisan MMM adalah bentuk investasi keuangan yang menawarkan bunga 30 persen setiap bulannya tanpa melakukan usaha apa pun. Nama sebenarnya adalah Mavrodi Mondial Moneybook (MMM). Sistemnya, setiap anggota membuat akun di website MMM dengan paket dana sesuai keinginan, yakni minimal Rp 1 juta dan maksimal Rp 10 juta. 

Transaksi dilakukan langsung antar anggota. Setelah mendaftar, dalam waktu tiga-lima hari, anggota diminta mentransfer uang sesuai pilihan paket. Akan tetapi, uang ditransfer ke dalam rekening anggota lain yang telah ditentukan dalam sistem MMM. Sekitar satu bulan kemudian, pendaftar tersebut dijanjikan mendapat bunga 30 persen dari uang yang disetor.

Lantaran rawan penipuan, Kiswoyo menyarankan agar masyarakat tidak ikut serta dalam arisan MMM ini. Sebabnya, sistem yang diterapkan pada arisan tersebut dinilai tidak jelas dan seperti berjudi. "Seperti berjudi, bisa rugi sewaktu-waktu," katanya.

Masyarakat yang ingin berinvestasi, kata Kiswoyo, disarankan agar memilih produk yang jelas seperti reksadana, saham atau deposito di bank. "Paling mentok adalah memiliki tabungan di bank sehingga lebih aman," katanya saat dihubungi Tempo, Kamis, 7 Agustus 2014.

Meski menemukan sejumlah celah, arisan tersebut belum bisa dikategorikan dalam penipuan. Pasalnya, kata Kiswoyo, pengelola tidak memaksa orang untuk mendaftar dan mentransfer sesuai permintaannya. Pendaftar bersifat sukarela untuk bergabung dan memilih paket transfer sesuai kemampuannya, yakni Rp 1-10 juta.

Walhasil, tutur Kiswoyo, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bingung menentukan sikap terhadap arisan itu. "Karena arisan itu tidak jelas."

YLKI Ogah Bantu Korban Arisan MMM

Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo mengatakan pihaknya tidak memfasilitasi masyarakat yang merasa dirugikan oleh arisan Manusia Membantu Manusia (MMM). Pasalnya, dalam arisan tersebut tidak ada barang atau jasa yang ditawarkan dan menganut sistem multi level marketing (MLM). "Kalau ada pengaduan, ya kami terima, tapi enggak janji bakal menindaklanjuti," katanya saat dihubungi Tempo, Rabu, 7 Agustus 2014.

Hingga saat ini belum ada pengaduan yang masuk ke YLKI terkait investasi bodong tersebut. Sudaryatmo berpendapat bila ada pihak yang dirugikan, belum tentu mereka mau melaporkannya. "Ya, karena malu, apalagi kalau dia sebagai tokoh masyarakat," ujarnya.

Menurut Sudaryatmo, arisan MMM ini termasuk tanggung jawab Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meski tidak jelas keberadaannya alias abu-abu. Sebab, arisan MMM itu merupakan bentuk penggalangan dana dan menjanjikan keuntungan. Seharusnya OJK lebih proaktif menertibkan investasi ilegal semacam itu sebelum ada korban yang dirugikan. "Selama ini OJK kesannya cuci tangan terhadap pelaku keuangan yang tidak berizin, padahal jelas-jelas meresahkan masyarakat," ujar Sudaryatmo.

Arisan MMM adalah bentuk investasi keuangan yang menawarkan bunga 30 persen setiap bulannya tanpa melakukan usaha apa pun. Nama sebenarnya adalah Mavrodi Mondial Moneybook (MMM). Sistemnya, setiap anggota membuat akun di website MMM dengan paket dana sesuai keinginan, yakni minimal Rp 1 juta dan maksimal Rp 10 juta.

APLI Harapkan Regulasi Baru Perbaiki Citra MLM

Anggota Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) berharap regulasi yang baru diluncurkan pemerintah melalui UU No 7 Tahun 2014 tentang perdagangan akan dapat memperbaiki citra negatif terhadap perusahaan "multi level marketing" (MLM).

"Regulasi ini penting agar masyarakat jangan sampai terjebak ke dalam praktek 'money game' dengan berkedok perusahaan MLM," kata Ketua Umum APLI Djoko H Koswara di Jakarta, Minggu.

Djoko mengatakan, perbedaan paling nyata praktik "money game" yakni bonus diperoleh dari perekrutan, sedangkan dalam MLM atau penjualan dimana pun bonus diperoleh dari penjualan produk.

Sebelum bergabung dalam perusahaan MLM, sebaiknya ditanyakan apakah ada produknya, kemudian aspek legal seperti SIUPL, izin edar BPOM dan Depkes, pastikan pembayaran bonus/ Komisi pada penjualan produk bukan uang pendaftaran, papar Djoko.

Djoko mengatakan, meskipun regulasi tersebut baru memenuhi 90 persen dari usulan APLI, namun setidaknya sudah mampu melindungi masyarakat terhadap praktek "money game" yakni penipuan menggunakan sistem piramida.

Djoko, yang juga didampingi Wakil Ketua APLI, Koen Verheyen dan Arif Mustolih mengatakan, anggota APLI saat berjumlah 86 perusahaan MLM, atau separoh lebih dari 160 perusahaan yang mengantongi Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL).

Koen mengatakan, masih banyak perusahaan yang belum tergabung menjadi anggota APLI karena tidak memenuhi syarat, seperti SIUPL kedaluarsa atau tidak mau ikut kode etik asosiasi, kemudian dari mereka banyak yang memang tidak tahu atau tidak peduli karena merasa belum merasakan manfaat.

"Padahal untuk menjadi anggota APLI syaratnya mudah memiliki SIUPL, membayar iuran Rp3 juta per tahun, serta melakukan presentasi terhadap bisnis MLM yang akan dilakukan, syarat presentasi ini diatur dalam regulasi," jelas Djoko.

Djoko mengatakan, jumlah tenaga kerja yang terlibat di perusahaan-perusahaan MLM anggota APLI tahun 2012 tercatat 9,4 juta dengan omzet Rp9,2 triliun, sedangkan tahun 2013 10,2 juta dengan omzet Rp11,7 triliun.

Djoko mengatakan, perusahaan MLM yang beroperasi di Indonesia banyak bergerak dibidang makanan sehat, pemeliharaan kulit, perlengkapan rumah tangga, dan fashion, dari jumlah 160 yang mengantongi SIUPL sebanyak 53 merupakan perusahaan asing.

Djoko mengatakan, kehadiran perusahaan MLM ini akan mendorong jumlah wirausaha di Indonesia, saat ini prosentase wirausaha di Indonesia sangat kecil hanya 0,8 persen dibanding jumlah penduduk, bandingkan dengan Malaysia 6 persen, Taiwan 30 persen, Singapura 10 persen.

Djoko mengatakan, APLI juga mengatur prilaku dan kode etik terhadap tenaga penjual seperti mereka tidak dilarang menjual produk ke toko karena akan memutus mata rantai penjual lain, serta membahayakan bisnis MLM secara keseluruhan.

"Produk yang dijual di toko harganya akan berbeda-beda  karena tergantung rantai distribusi dari produsen sampai ke toko, sedangkan MLM harga sama karena langsung melalui tenaga penjual," ujar Djoko. Djoko berharap pemerintah dapat segera mengeluarkan peraturan pemerintah sebagai tindak lanjut undang-undang tentang perdagang terutama terkait dengan sanksi terhadap kejahatan berkedok MLM.

"Banyak korban dari masyarakat dengan penipuan menggunakan nama MLM seperti penjualan emas, paket Umroh, dan lain sebagainya yang seharusnya dapat dicegah apabila adan sanksi yang jelas," ujar Djoko.

Djoko mengatakan, sementara peraturan pendukung belum keluar berdasarkan regulasi tersebut kita menggunakan peraturan lain untuk mengenakan sanksi melalui beberapa jalur diantaranya melalui Direktorat Perlindungan Konsumen, Direktorat Bina Usaha, dan BKPM.

Namun biasanya perusahaan yang berpraktek money game maupun menggunakan sistem piramida tidak memiliki alamat yang jelas, seperti hanya mencantumkan alamat email dan nomor ponsel saja. Kita biasanya menunggu laporan masyarakat agar dapat ditindaklanjuti.

Ratusan Anggota CNI Diajak Jalan-jalan ke Tiga Negara

Setelah sukses menggelar perjalanan wisata ke Jepang bagi para anggota tahun 2013 lalu, tahun ini PT Citra Nusa Insan Cemerlang (CNI) kembali mengadakan "CNI Champion Trip (CT) to Singapore-Malaysia and Turkey". Ratusan peserta yang mengikuti Champion Trip ini adalah anggota yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Palembang, Pekanbaru, Medan, Balikpapan, Makassar dan Bali. Program Champion Trip sudah enam kali diselenggarakan oleh CNI dengan syarat tertentu dalam memasarkan produk sebagai bentuk reward untuk mendorong motivasi dan produktivitas para anggota CNI.

Program ini juga merupakan "Saledutainment" yaitu rangkaian aktivitas yang mengkombinasikan proses pemasaran, motivasi, wawasan dan hiburan/rekreasi secara berkesinambungan, dimana suasana semangat Champion Trip sudah terbangun sejak awal hingga akhir program.

COO CNI Indonesia Suharman Subianto mengemukakan, "Champion Trip ini merupakan bentuk pelayanan kepada konsumen internal yaitu para anggota terbaik CNI. Dengan CT ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas semua anggota. Melalui program Champion Trip, CNI ingin membangun kesadaran para anggota, di tengah persaingan ketat, produk-produk CNI masih menjadi high demand bagi konsumen di tanah air. CNI sendiri produknya tidak hanya diminati di Indonesia saja, namun juga di berbagai negara seperti India, Philippines, Malaysia, Singapore, Hong Kong, Taiwan, Brunei Darussalam, China, Thailand dan Nigeria. Di negara-negara tersebut, CNI juga memiliki kantor perwakilan," jelasnya, Senin (30/6).

Dalam Champion Trip kali ini, semua peserta akan menikmati berbagai layanan dengan melakukan aktivitas perjalanan yang menyenangkan ke beberapa obyek wisata di Singapura-Malaysia dan Turki. Trip pertama di tahun 2014 ini adalah dengan tujuan Singapura-Malaysia yang dilaksanakan pada 21-25 Maret 2014 lalu. Sedangkan pada trip berikutnya di tahun yang sama yaitu ke negara Turki yang dilaksanakan pada 21-28 Mei 2014 lalu.

Para peserta di "Champion Trip" ini dimanjakan dengan berbagai fasilitas serta perjalanan ke tempat wisata yang tak terlupakan. Salah satunya saat di Malaysia, para peserta diajak mengunjungi Legoland wahana permainan lego terbesar yang pernah ada di Asia. Di Singapura para peserta menikmati pertunjukan laser di Marina Bay Sands, peserta juga mengunjungi Universal Singapore Studio (USS) serta Sea Aquarium. Peserta juga diajak berbelanja di Bugis, China Twon dan Orchard serta masih banyak lagi tempat menarik dan menyenangkan lainnya yang dihampiri.

Sedangkan pada trip berikutnya, yaitu negara Turki, dimana para peserta Champion Trip dimanjakan oleh pesona budaya Istambul, peserta juga berkesempatan mengunjungi Canakkale, Izmir, Kusadasi, Pamukkale, Bursa, dan obyek wisata lainnya yang ada di Turki. Salah satu tempat yang paling diminati oleh para peserta adalah Blue Mosque, masjid biru yang menjadi icon kebanggaan negara Turki selama berabad-abad. Tak ketinggalan wisata kuliner di berbagai restoran yang menyajikan makanan khas Turki, serta apalagi kalau bukan beberlanja di Grand Bazaar Istanbul.

Rencana berikutnya CNI sudah mempersiapkan CT 2014 dengan tujuan trip ke tiga negara, yaitu Hong Kong-Macau, Gold Coast-Australia dan Mekah-Madinah.

Bisnis VSI Milik Yusuf Mansur Dinilai Ilegal

Setelah tawaran investasinya di bisnis perhotelan kena tegur Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rupanya Yusuf Mansur tidak jera mengajak umat untuk berbisnis bersama.

Pada 22 Agustus 2013, sang Ustaz meresmikan bisnis barunya di bawah payung PT Veritra Sentosa Internasional (VSI). Tidak perlu waktu lama, bisnis VSI menyebar lewat dunia maya. Sayang, belum genap setahun, masalah sepertinya sudah mulai muncul.

Simak saja cuit sang Ustaz di linimasa Twitter. Pada Selasa (1/5/2014) sore, pemilik akun @Yusuf_Mansur itu menulis, “yg slh ttp sy. gpp. tp soal deposit VSI ga mungkin ilang. 90% sbb kslhn konfirmasi sj. next will be better. maafin ya. VSI brproses.”

Rupanya, Yusuf menuliskan hal itu lantaran para mitra VSI tidak bisa melakukan transaksi dengan VPay, yang merupakan alat pembayaran berbagai jasa di VSI.

Pernyataan itu langsung mendapat respons seru dari sejumlah follower berjuluk Ustad Sedekah ini. Ada yang mendoakan. Ada pula yang bertanya tentang apa itu VSI. Pemilik akun @Kakasi46 menulis, “@Yusuf_Mansur knp kalau mslh uang, bisnisny slalu mslah yah? Dngerin crmh agamanya aja. Bisnisny jngn. #slow.”

Lantas, apa sebenarnya bisnis VSI? VSI mengklaim sebagai penyedia jasa transaksi online untuk pembayaran listrik, pulsa telepon seluler, tagihan PDAM, televisi berbayar, hingga zakat. Untuk itu, VSI menjaring mitra dengan iming-iming bisa membayar banyak tagihan tersebut secara gratis. Padahal, investasinya sangat mungil, yakni mulai dari Rp 275.000 hingga sekitar Rp 8,5 juta.

Modal kecil beriming-iming bonus lumayan

Lebih jelasnya, VSI menawarkan 5 paket kemitraan. Paket Basic, mitra cukup menyetor modal Rp 275.000. Dengan modal ini, mitra mendapatkan kepemilikan satu fasilitas VPay yang berlaku seumur hidup dan dapat diwariskan.

Paket Silver, mitra memperoleh 3 fasilitas VPay plus cash back alias dana tunai Rp 75.000 plus deposit VPay sebesar Rp 50.000. Syaratnya, mitra menyetor Rp 825.000.

Paket Gold, mitra memperoleh tujuh fasilitas VPay serta dana tunai Rp 225.000 dan deposit Rp 170.000. Modalnya, Rp 1.925.000.

Paket Platinum, mitra memperoleh 15 unit VPay plus dana tunai Rp 675.000 dan deposit VPay sebesar Rp 450.000. Untuk itu, mitra mesti berinvestasi Rp 4.125.000.

Terakhir, paket Titanium dengan modal Rp 8.525.000. Di sini, mitra mendapat 31 fasilitas VPay, dana tunai Rp 1.635.000, dan deposit VPay Rp 1.090.000.

Tidak cukup sampai di situ, iming-iming VSI bertaburan, mulai dari jalan-jalan ke luar negeri hingga mobil seharga Rp 5 miliar. Caranya, mitra mesti mencari “kaki” sebanyak 500 di kiri dan 500 di kanan. Di posisi ini, status mitra bukan lagi sebagai sponsor, tetapi leader.

Setiap menggaet orang baru, si mitra mendapat bonus sebesar Rp 50.000, terdiri atas uang tunai Rp 30.000 dan deposit VPay Rp 20.000. Setelah berhasil mengajak mitra baru, status si mitra lama tadi menjadi sponsor. Dan, apabila mitra baru yang digaet berhasil mengajak dua orang baru, sang sponsor di atasnya akan mendapatkan bonus Rp 25.000.

Perinciannya, Rp 13.000 berupa dana tunai dan Rp 12.000 berupa deposit VPay. Namun, bonus dana tunai tadi baru bisa dicairkan bila nilainya sudah melewati angka Rp 150.000.

Berkat popularitas Yusuf Mansur sebagai ustaz dan promosi yang gencar lewat dunia maya, terutama media sosial, bisnis VSI tumbuh bongsor. VSI mengklaim, sekitar 45.000 mitra alias anggota telah bergabung.

Sejumlah mitra mengaku merasakan manfaat bisnis ini. Wawan Pradipta, salah satunya. Ia menjadi mitra VSI sejak tujuh bulan silam. Ia membeli paket Rp 275.000. Dengan mengajak istri dan sanak saudara, kini Wawan memiliki 150 mitra di dalam jaringannya.

Namun, Wawan mengaku, bonus yang ia terima saban bulan belum begitu besar. “Paling banyak Rp 1,5 juta. Itu pun harus bersusah payah memotivasi kaki-kaki saya,” ujar lelaki asal Palembang ini.

Harun Dermawi mengungkapkan pengalaman serupa. Setelah dua bulan bergabung, kini ia telah memiliki 20 mitra. Ia mengaku tertarik menjadi mitra lantaran sosok pendirinya adalah Ustaz Yusuf Mansur yang terkenal. Dus, bisnis ini bisa menarik banyak orang. “Apalagi bisnisnya terlihat sederhana dengan menjual produk sehari-hari, seperti voucer pulsa dan listrik,” jelas Harun.

Toh, Harun tidak menjadikan bisnis ini sebagai mata pencarian utama. Apalagi, sistem pembayaran VPay sering macet. “VPay itu sering hang kalau di jam-jam sibuk,” ungkapnya.

Termasuk skema money game?

Sekilas, bisnis VSI terlihat seperti bisnis multilevel marketing (MLM). Sebab, bisnis ini berkembang dengan cara menjaring mitra-mitra baru. Namun, benarkah ini MLM?

Di sini, masyarakat sebaiknya waspada. Sebab, banyak skema piramida atau money game yang menyaru sebagai bisnis MLM. Bisnis MLM mewajibkan penjualan produk yang jelas. Sementara, bila kita cermati, bonus imbalan keberhasilan merekrut anggota jaringan yang baru masih menjadi andalan pendapatan anggota VSI.

Ketua Umum Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) Djoko Komara menyebut, bisnis VSI berlangsung ilegal. Ia menilai, Yusuf tidak mengerti sejumlah aturan mengenai pendirian perusahaan direct selling atau MLM. “Salah-salah, nanti bisnis ini malah masuk dalam kategori investasi bodong,” ujar dia.

Pakar ekonomi syariah Setiawan Budi Utomo pun menyoroti produk VPay dan skema pemberian bonus yang nilainya tak sesuai dengan nominal pembelian. Jadi, meski berkedok agama, ia meminta agar masyarakat tetap waspada. “Biasanya bisnis semacam ini hanya akan menguntungkan maksimal 20 persen peserta, yang mereka adalah anggota lama dan pemilik bisnis,” jelas dia.

Menghadapi tudingan-tudingan miring itu, Yusuf cuma berkilah pendek, “Doain, ya. Ini buat Indonesia.”

Bagaimanapun, urusan duit kita harus waspada.

Kemendag Sebut Penipuan MLM Kejahatan Besar

Maraknya penipuan yang mengatasnamakan bisnis Multi Lavel Marketing (MLM) membuat pemerintah menyatutkan ketentuan mengenai MLM di Undang-Undang Perdagangan. "Penipuan MLM itu adalah kejahatan besar. Karena banyak orang yang susah karena penipuan yang mengatasnamakan MLM tersebut," ungkap Kepala Biro Hukum Kementerian Perdagangan Laksiminingsih saat berdiskusi dengan media di Bogor, akhir pekan kemarin.

Ia menyatakan bahwa kebijakan mengenai MLM tidak diatur dalam UU, namun melihat banyaknya penipuan maka Kementerian Perdagangan berinisiatif membuat ketentuannya. "Kebanyakan orang menggunakan sistem MLM, tapi yang dilakukan justru permainan uang (money games). Itu jelas melanggar aturannya, makanya kami memberikan hukuman sanksi pidana dan denda yang besar. Ini merupakan tindak pidana," ucapnya.

Denda Rp10 miliar

Seperti diketahui, bisnis MLM diatur dalam UU perdagangan pada pasal 105 tentang ketentuan pidana disebutkan bahwa pelaku usaha distribusi yang menerapkan sistem skema piramida dalam mendistribusikan barang sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun atau pidana paling banyak Rp10 miliar.


Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Srie Agustina mengatakan, mulai tahun ini pemerintah akan memberi perhatian lebih kepada bisnis MLM. Sebab, bisnis ini semakin marak dengan beragam jenis produk yang dijualbelikan. Sayangnya, beberapa melakukan kegiatan menyimpang. "MLM akan diatur ketat mulai dari pendaftaran usaha hingga distribusi," ujarnya.

"Apalagi bisnis MLM sudah masuk dalam UU No 7/2014 Perdagangan. Dalam aturan itu, pelaku bisnis MLM diharuskan terlebih dulu mendaftarkan bisnisnya ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di pemerintah pusat. Setelah itu, Kemendag akan mengeluarkan izin usahanya. "Kami tidak akan menghambat pelaku usaha apapun asal sesuai ketentuan," tegasnya.

Srie menegaskan, bisnis MLM dilarang melakukan model usaha piramida atau skema Ponzi atau money game. Di dalam UU Perdagangan juga diatur mengenai hak distribusi eksklusif, di mana produk MLM hanya boleh diperjualbelikan distributornya. "Jangan menggunakan sistem money game dengan perekrutan jumlah anggota. MLM yang benar itu bermitra usaha dan memberi komisi," tuturnya.

Pihak Kemendag menyatakan siap menindak tegas pelaku MLM yang menyimpang dengan menyiapkan sanksi berupa pidana dan denda. Dia mengakui selama ini sanksi yang diberikan hanya bersifat administratif. "Sanksinya 10 tahun penjara dengan denda Rp 10 miliar. Kenapa sebesar itu karena itu merugikan. Bisa merusak tatanan perdagangan dan juga mengganggu konsumen," tegasnya.

Direktur Bina Usaha Kementerian Perdagangan Fetnayeti menambahkan, perusahaan yang bergerak di bidang MLM harus memiliki marketing plan yang jelas."Pihaknya siap menutup perusahaan MLM yang tidak memiliki Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL). "Beberapa perusahaan sudah kami proses, berdasar laporan masyarakat," sebutnya.


Akibat penipuan yang dilakukan sejumlah pelaku usaha MLM, bukan saja konsumen yang dirugikan. Tapi pelaku usaha MLM yang berbisnis sesuai aturan juga dirugikan. "Karena segelintir MLM yang jelek lainnya ikutan jelek. Intinya banyak kasus yang merugikan konsumen dan pelaku usaha MLM yang berusaha dengan baik justru dirugikan," tukasnya.

Pelaku usaha MLM yang melanggar peraturan dapat dibedakan menjadi dua macam. Yakni pelaku usaha yang belum memahami aturan dan pelaku usaha yang memang sejak awal berniat melakukan penipuan. Bagi pelaku yang tidak tahu aturan, Kemendag akan melakukan pembinaan. "Tapi bagi yang jelas-jelas melakukan penipuan, kita tidak akan beri ampun," jelasnya.

Beberapa fakta terdapat metode lain yang dapat merugikan masyarakat atau konsumen, yaitu kegiatan usaha MLM yang sering disebut dengan permainan uang (Money Game) yang memiliki skema-skema piramida (Pyramid Scheme) yang mengerucut ke atas, ke samping dan ke bawah. Kegiatan ini dapat digolongkan ke dalam perbuatan yang melawan hukum. Sebagai informasi, berdasarkan investigasi Federal Bureau of Investigation (FBI) di Amerika bisnis money game dinyatakan sebagai bisnis ilegal.



Ibu Rumah Tangga Ini Punya Omzet Rp 7 Miliar Sebulan dengan Bisnis Sophie Paris

Sophie Paris diklaim sebagai brand multi-level marketing (MLM) nomor satu di Indonesia. Perkembangan bisnis produknya semakin pesat hingga ke berbagai negara di Asia. Label yang fokus di bidang fashion dan kecantikan itu telah memiliki lebih dari 2,5 juta anggota di Indonesia dan 300 anggota di empat negara seperti Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Maroko.

Salah satu anggota terbaik Sophie Paris adalah Citra Avianto. Citra mengaku kini sudah memiliki omzet Rp 7 miliar per bulan. Awalnya ibu rumah tangga ini hanya menjadi anggota. Setelah memiliki banyak anggota di bawahnya ia kemudian menjadi distributor. Usai 15 tahun bergabung dengan brand asli Indonesia itu, Citra kini memiliki omzet Rp 7 miliar per bulan.

"Awal jadi distributor omzetnya Rp 20 juta per bulan. Zaman dulu Rp 20 juta nggak sebesar sekarang karena barangnya mahal-mahal, sekarangkan murah. Tapi sekarang setiap bulan sekitar Rp 7 miliar," tutur Citra saat diwawancara Wolipop saat acara 'Sophie Paris Reward & Achievement Celebration Go Thailand' di Hotel Berkeley, Bangkok, Thailand, Minggu (4/4/2014).

Sebelum memiliki bisnis tersebut, Citra hanya seorang ibu rumah tangga. Karena tidak memiliki kegiatan lain, ia ingin mempunyai usaha tapi tidak tahu bagaimana memulainya. Saat label yang berdiri sejak 1995 itu mulai masuk ke Bandung ia mencoba mendaftar menjadi anggota.

Wanita 24 tahun ini kemudian mencoba menawarkan produk ke daerah Semarang yang merupakan kota asalnya. Namun sulit sekali mengajak para wanita bergabung karena tingkat kepercayaan mereka mengenai produk MLM belum besar. Awalnya Citra datang dari satu rumah ke rumah lain tapi selalu ditolak.

Kemudian ia mencari strategi baru untuk menjaring banyak anggota. Citra mengumpulkan para ibu rumah tangga serta teman-temannya untuk membuat acara gathering. Citra pun mengaku awalnya hanya bermodal nekat dengan pinjaman uang dari teman dekatnya.

Saat berbincang dengan Wolipop, wanita lulusan Universitas Stikubank Semarang itu juga bercerita kalau dirinya sering dikira penipu berkedok MLM. Meskipun kini sudah sukses dengan penghasilan miliaran rupiah per bulan, ia masih sering diremehkan oleh sesama pengusaha.

"Dulu penipuan berkedok MLM banyak sekali. MLM dianggap sesuatu yang negatif kalau sekarang sih pengetahuan tengtang MLM lebih berkembang. Sekarangpun saya masih sering diremehkan oleh para pengusaha, mereka pikir saya ibu rumah tangga biasa, tapi ketika  mereka tahu omzet saya per bulan mereka akhirnya percaya kalau bisnis MLM itu luar biasa," tutur Citra.

Kini Citra sudah memiliki 500 ribu anggota di bawahnya. Tak hanya dari Indonesia, beberapa anggota di bawahnya berasal dari Malaysia dan Singapura. Dalam satu bulan, sekitar 2.000 orang bergabung menjadi anggotanya. Meskipun demikian, ia masih ingin mengembangkan bisnis ini ke berbagai negara lainnya.

Saat ditanya apa ia akan membangun bisnis baru selain MLM, Citra mengaku belum ada rencana. Kemungkinan akan membuat usaha seperti restoran. Citra juga dibantu oleh sang suami mengelola bisnisnya yang kian besar. Ia pun telah memiliki counter Sophie Paris terbesar di Bandung dan Semarang.

Newsflash

Product

Distributor

 

© Copyright AB MLM 2011-2014 | Design by Investasi Dari Sofa Rumah | Template by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.