News Update :

Info APLI

Regulasi

Marketing

Financial Quotient

Technology

EBook

Masalah Silih Berganti Itu Justru Mantapkan Bisnis

“Jangan harap bisa sukses mengelola bisnis jika tidak fokus.”

PETIKAN di atas adalah ungkapan Dian Marhaeny, salah satu pemilik Business Centre (BC) Sophie Paris. Dia satu dari sedikit BC Sophie Paris yang ada di Kota Minyak. Ibu dari dua orang anak, Maysah Muh Tsawat (6 tahun) dan Ziven Athir Muh Rasyad (2 bulan), ini telah memulai karirnya di bisnis fashion, garmen dan kosmetik brand Sophie Paris ini sejak tahun 2006.

Pekerjaannya di Badan Pengelola Migas (sekarang Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Migas atau SKK Migas) pun rela ia tinggalkan demi fokus di bisnis ini. Sebagai buah dari pengorbanannya dan kerja kerasnya ini, omzet yang ia terima kini bisa mencapai ratusan juta per bulannya.

“Bukanlah hal mudah merintis karier di bisnis seperti ini. Masalah silih berganti datang, tapi justru di saat-saat seperti itulah kemantapan Anda akan diuji. Apakah betul Anda memang layak menjadi seorang pebisnis tangguh,” tutur perempuan yang senang memotivasi orang lain.

Bisnis MLM (Multi Level Marketing) memang sempat menjadi kontroversi di beberapa kalangan. Sebagian masih tetap bertahan dengan sistem yang sama, tapi ada pula yang mengganti beberapa hal agar unsur yang membuatnya berhukum haram tersebut hilang. Bahkan beberapa bisnis MLM serupa masih bermunculan, hanya saja di pangsa pasar yang lain.

Sophie Paris adalah bisnis MLM di bidang garmen dan kosmetik. Segala produk mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki tersedia, dari wanita, pria dan anak-anak. Itulah yang membuat Dian, sapaan akrabnya, memilih untuk lebih serius di bisnis ini dibanding bisnis MLM yang lain.

Berkat keseriusannya di bisnis ini, Ibu yang baru saja melahirkan putra keduanya ini telah beberapa kali ke luar negeri--gratis. “Alhamdulillah, aku sudah beberapa kali ke luar negeri gratis berkat bisnis ini. Berkat Sophie, saya bisa dapat reward gratis ke Shanghai, Hongkong, Singapura, Malaysia bahkan beberapa bulan lalu sempat ditawari umrah ke tanah suci, tapi saya tolak karena sudah mendekati masa melahirkan waktu itu. Jadi ketika itu diganti dengan uang saja,” ungkap perempuan kelahiran Balikpapan 29 November 1979 ini.

BC Dian miliknya ini telah memiliki banyak cabang. Di antaranya cabang di Batakan, Sepinggan, Balikpapan Regency, Penajam, Berau hingga daerah Sangatta, bahkan Samarinda yang punya kompetisi kuat di bisnis ini. Member di bawah BC Dian tercatat sudah mencapai 5.639 orang.

Jangan kira kesuksesannya saat ini diraih dengan mulus. Di awal merintis bisnis, masalah berulang kali menghampirinya. Ibu cantik ini mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah pada tahun 2008 ketika sedang mengandung anak pertamanya. Tapi berkat ketekunannya, kira-kira setahun kemudian akhirnya bisa menutupi semua utang-utang atas kerugian tersebut.

“Bisnis seperti ini memang sangat menguntungkan. Keuntungannya dijamin semakin meningkat dari waktu ke waktu. Semakin banyak anggota yang Anda miliki, maka semakin besar omzet yang bisa Anda terima,” tutur Dian. Menjaga silaturahmi menjadi kunci keberhasilan dari setiap bisnis.

Ketika ditanya apa harapan atau target yang ingin dicapainya untuk tahun 2014 mendatang, “Saya hanya ingin mengajak lebih banyak orang agar bisa ikut merasakan keuntungan yang saat ini telah saya rasakan dengan bergabung menjadi anggota. Yang penting bersedia tekun saja,” tutupnya.

Referensi :
http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/45412/masalah-silih-berganti-itu-justru-mantapkan-bisnis.html


Pengadilan Jebloskan 2 Pelaku Investasi Bodong ke Penjara Selama 15 Tahun

Pengadilan Tinggi (PT) Banten menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara bagi Hendra Gunawan dan Ilham Hidayat. Keduanya menjadi otak investasi bodong dengan modus multi level marketing.

Keduanya menjalankan bisnis jahatnya lewat MLM PT Gradasi Anak Negeri (GAN) dengan posisi Hendra sebagai komisaris dan Ilham sebagai direktur. Untuk mendapatkan nasabah, PT GAN menggunakan sistem promosi dari mulut ke mulut. Berdasarkan keterangan tersangka, produk yang diperdagangkan dari bisnis ini adalah sarden dengan merek 'Kiko'.

PT GAN menarik investor minimal Rp 5 juta kepada pihak perusahaan untuk investasi awal. Kemudian minggu kedua investor tersebut mendapat 10 persen dari investasi awal, lalu berulang seminggu kemudian dan berulang selama 52 minggu. Bonus ini berlaku kelipatannya. Beberapa korban ada yang sudah mendapat bonusnya, sekali atau dua kali. Total uang yang berhasil dikumpulkan PT GAN Rp 390 miliar dari warga Tangerang.

Di tengah jalan bisnis ini macet. Pada Juli 2012, nasabahnya marah dan mengepung kantor PT GAN di Puri Metropolitan, Kecamatan Petir, Kelurahan Cipondoh, Tangerang. Tidak berapa lama polisi dari Polda Metro Jaya turun tangan mengusut investasi bodong ini.

Selain Ilham dan Hendra, Polda juga memasukkan 3 orang ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Mereka adalah Arman Arsito (pencetus berdirinya PT GAN), M Rizal (penggerak nasabah), dan Sunar Sasongko (penampung dana transfer dari nasabah dan pembelanjaan barang). Ketiganya hingga kini belum tertangkap. Ilham dan Hendra pun akhirnya duduk di meja hijau.

PT Banten menyatakan Hendra dan Ilham melakukan tindak pidana penipuan dan pencucian uang yang dilakukan secara bersama-sama dan berlanjut. "Menjatuhkan pidana oleh karena itu dengan pidana penjara masing-masing 15 tahun penjara," putus hakim tinggi PT Banten seperti dilansir website Mahkamah Agung (MA), Kamis (2/1/2014).

Vonis ini dijatuhkan oleh majelis hakim yang terdiri dari J Saban sebagai ketua dan Ester Siregar dan Sarifudin sebagai hakim anggota pada 19 Agustus 2013 lalu.

Terkait investasi bodong, Pengadilan Negeri (PN) Denpasar juga pernah menjatuhkan hukuman serupa untuk I Made Parisadnyana dengan modus asuransi bodong dan mengeruk uang Rp 400 miliar dari masyarakat. PN Denpasar menjatuhkan hukuman 15 tahun untuk dakwaan asuransi bodong dan 5 tahun penjara untuk kasus pencucian uang. Sehingga total hukuman yang harus dijalani Parisadnyana selama 20 tahun penjara.

Telitilah untuk mengikuti bisnis mlm yang legal sehingga tidak tertipu, coba baca artikel kami Mengapa Perusahaan MLM harus Terdaftar di APLI?

Referensi :
http://news.detik.com/read/2014/01/02/141003/2456667/10/pengadilan-jebloskan-2-pelaku-investasi-bodong-ke-penjara-selama-15-tahun?9911012


Mengenal Herbalife International

Untuk Anda yang belum mengetahui apa itu Herbalife International, berikut ini adalah artikel singkat mengenai perusahaan MLM (multi level marketing) yang menjual aneka produk nutrisi, perawatan kulit serta manajemen penurunan berat badan tersebut.

Kantor pusat Herbalife International berada di Los Angeles, California, AS. Didirikan tahun 1980 oleh Mark Hughes, hingga kini Herbalife sudah memiliki tenaga kerja hingga 6.200 orang yang tersebar di seluruh dunia.

Omset penjualan bersih dari berbagai macam produk Herbalife dilaporkan sudah mencapai US$ 4,07 miliar lebih di tahun 2012 kemarin (wikipedia), atau meningkat 18% dari tahun 2011. Ini tentu angka yang luar biasa untuk sebuah bisnis yang berbasis jaringan.

Terdapat 88 negara yang telah menjadi sasaran distribusi dari berbagai produk Herbalife, dengan jaringan 3,2 juta distributor yang terus berkembang seiring makin luasnya jaringan MLM perusahaan ini.

Produk yang dijual oleh Herbalife antara lain adalah protein shake, snack berprotein, nutrisi, suplemen energi, serta berbagai produk perawatan pribadi dan kebugaran.

Produk unggulannya tentu sudah dikenal oleh masyarakat luas, yaitu protein shake. Ini merupakan jenis minuman kaya protein dengan bahan utama kedelai, sangat baik bagi mereka yang ingin sehat, langsing dan membentuk otot dengan baik.

Produk ini merupakan produk pertama yang dijual oleh perusahaan, dan masih ada hingga kini sebab manfaatnya yang kaya dan disukai oleh konsumen.

Ada pula produk untuk kesehatan jantung, kesehatan pencernaan, kulit, juga berbagai produk yang dikhususkan bagi penganut vegetarian, penderita alergi, dan konsumen produk halal.

Kekuatan perusahaan ini selain pada sistem jaringannya, juga kualitas produk yang terjamin dan bermanfaat besar bagi masyarakat, hingga membuat perusahaan ini masih berjalan dan besar hingga saat ini.

Referensi :
http://sidomi.com/233616/mengenal-herbalife-international/


Oriflame Indonesia, Membuat Wanita Indonesia Lebih Cantik dan Kreatif

Oriflame baru masuk ke Indonesia sekitar tahun 80-an, memang terpaut jauh dari waktu pertama kali didirikan pada tahun 1967. Namun, perusahaan kecantikan asal Swedia itu sudah mendapat sambutan hangat dari kaum wanita Indonesia yang memang sedang menyukai produk kecantikan yang mengerti kebutuhannya.

Sistem penjualan langsung dengan metode multi level marketing pada Oriflame membuat kaum wanita tak hanya kreatif memasarkan produk ini sebagai beauty consultant, namun juga turut membuat mereka aktif menggunakan berbagai produk Oriflame untuk membuktikan mutunya.

Mungkin ini yang menjadi rahasia sukses Oriflame hingga mampu masuk ke lebih dari 60 negara, serta turut membantu mengangkat perekonomian banyak keluarga di negara-negara tersebut.

Tercatat lebih dari 3.500.000 konsultan mandiri yang turut serta memasarkan berbagai produk andalan perusahaan yang diolah dari bahan alami dan berkualitas.

Hasilnya, perusahaan dengan konsep ‘Make money today and fulfill your dreams tomorrow' ini sangat diminati tak hanya sebagai brand kosmetik dan produk nutrisi, namun juga untuk membuka peluang bisnis yang menggiurkan.

Berbagai produk seperti beauty case, skin care, body care, hair care, aksesoris, juga nutrishake dan banyak produk lainnya sukses mendulang keuntungan dari konsumennya.

Kualitas tinggi dari berbagai produk, kehalalannya, serta peluang bisnis dari Oriflame ternyata pas bagi kebutuhan dan keinginan wanita Indonesia.

Referensi :
http://sidomi.com/234267/oriflame-indonesia-membuat-wanita-indonesia-lebih-cantik-dan-kreatif/


CNI Klaim Semakin Eksis dan Dipercaya Masyarakat

PT Citra Nusa Insan Cemerlang (CNI), perusahaan multi level marketing ternama di Indonesia, baru-baru ini menggelar berbagai kegiatan menarik yang dirangkum dalam “Extravaganza 27 Tahun CNI” di CNI Creative Center (C3) Building.

Acara ini, diadakan dalam rangka merayakan HUT 27 CNI yang bertujuan untuk terus mengobarkan semangat kerjasama, semangat pemasaran dan menuju tahun 2014 kepada seluruh besar CNI.

“Semoga perayaan Extravaganza 27 Tahun CNI ini semakin memperkuat tali kebersamaan diantara para senior member, para leader dan para mitranya serta sesama mitra CNI yang lainnya. Dan, semoga acara ini memperkuat tali kebersamaan antara perusahaan dan seluruh mitra CNI,” ujar Teddy Kunrat selaku Ketua Panitia Acara Extravaganza 27 Tahun CNI kepada LICOM di C3 Building, Puri Indah, Jakarta Barat, Senin (4/11/13).

Teddy menjelaskan semangat pemasaran yang dimaksud adalah untuk lebih mendorong mitra-mitra CNI agar lebih gencar memasarkan produk-produk dan bisnis CNI dan untuk memperkuat aplikasi konsep pembagian peran.

Sedangkan semangat 2014 adalah untuk memberikan optimisme dan harapan yang besar kepada para mitra di dalam menjalankan bisnis CNI di tahun 2014 mendatang.

“CNI merupakan perusahaan asal Indonesia yang semakin eksis dan dipercaya percaya masyarakat. CNI tidak hanya memberi manfaat kepada anggotanya, tapi juga terus mengembangkan berbagai terobosan yang kreatif dan inovatif,” kata Teddy.

Sementara, para anggota produktif dan berprestasi didaulat untuk menerima berbagai kategori penghargaan dari perusahaan, seperti Promo Gold Big Bang, Champion Point/Champion Trip 2013, penghargaan TOP 10 Commission, serta kenaikan level keanggotaan dan penghargaan lainnya.

Tepuk tangan dan sorak penuh semangat menggelora saat para peraih didaulat ke atas panggung untuk menerima penghargaan.

Acara ini makin semarak dengan performa para penyanyi dan dancer serta pengundian lucky draw senilai puluhan juta rupiah dari produk-produk CNI.

Referensi :
http://www.lensaindonesia.com/2013/11/05/cni-klaim-semakin-eksis-dan-dipercaya-masyarakat.html

MLM Berkedok Bisnis Katering

Investasi berkedok bisnis katering yang dijalankan Nur Faidah Wahab mirip multi level marketing atau MLM. Uang yang dihimpun dari korbannya digunakan untuk membayar keuntungan modal korban lain yang lebih dahulu bergabung.
   
Uang tidak dapat berputar sesuai harapan, mandek dan berkembang menjadi kasus penipuan. Nur Faidah yang merupakan warga Jalan Serigala akhirnya dilaporkan dengan tuduhan penggelapan dana hingga Rp1,7 miliar.
   
Polisi telah menjemputnya secara paksa di tempat persembunyiannya di Jakarta, Kamis, 26 September. Nurfaidah juga telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan dana.
   
Kepala Kepolisian Sektor Mamajang, Kompol Agus Haerul mengatakan, bisnis tersangka Nurfaidah seperti memutar uang korbannya. Dana investasi korbannya dijadikan keuntungan atas investasi modal korban lainnya.
   
Dengan begitu, semakin banyak yang orang yang ikut bergabung dalam bisnis yang dijalankan tersangka. Korban baru akan mengikuti jejak korban lainnya yang sudah mendapatkan keuntungan atas modal yang disetorkannya.
   
"Pengakuan tersangka, uang yang diperoleh digunakan untuk menutupi utang kepada korban lain yang lebih awal memberikan modal," jelas Agus, Jumat, 27 September.
Polisi tidak dapat mengamankan barang bukti berupa uang investasi korbannya yang mencapai Rp1,7 miliar. Tersangka mengaku telah membelanjakan seluruh uang korbannya.
   
Aset-aset milik tersangka juga masih ditelusuri. Nurfaidah masih tertutup soal aset yang dimilikinya. "Kalau kita sudah  dapat asetnya, seluruhnya akan disita untuk menjadi barang bukti," jelas Agus Haerul.
   
Tersangka Nur Faidah Wahab alias Nana menjalankan bisnisnya di rumah yang berada di Jalan Serigala. Rumah ini milik keluarganya yang dipinjam untuk bisnis katering itu. Tempat persembunyiannya di Jakarta juga bukan rumah pribadinya.
   
Puluhan warga telah menjadi korban penipuan dan penggelapan bisnis katering Nurfaidah. Tersangka mengajak korban berinvestasi membiayai bisnis katering di sejumlah perusahaan besar di Makassar. Tersangka mengiming-imingi korbannya dengan keuntungan perhari atau perbulan.
   
Salah seorang korban, Lia mengaku ditawari anak pelaku bernama Ika untuk berinvestasi awal Agustus lalu. Tertarik dengan bisnis dan keuntungannya, dia pun bergabung. Sayangnya, keuntungan yang dijanjikan tak pernah ada.
   
"Keuntungan dari hasil kateringnya katanya dibagi dua dengan pemodal. Tapi ternyata, sampai sekarang keuntungannya tidak ada. Dia malah melarikan diri ke Jawa," jelas dia.

Referensi :
http://www.fajar.co.id/metromakassar/2955528_5662.html

Pajak Atas Multi Level Marketing

Kegiatan penjualan melalui multi level marketing (MLM) saat ini demikian menjamur di masyarakat. Beragam produk ditawarkan lewat sistem multi level marketing, mulai dari produk kecantikan sampai produk-produk kesehatan. MLM  adalah suatu sistem penjualan secara langsung kepada konsumen yang dilakukan secara berantai oleh orang perorang sebagai distributor perusahaan tertentu.

Pada prinsipnya perusahaan MLM  adalah struktur dimana semua anggota adalah distributor dari perusahaan MLM . Untuk memperluas jaringan distributor maka distributor tingkat pertama sebagai distributor sponsor (up-line) dapat menarik distributor tingkat dua yang disponsorinya (down-line) demikian seterusnya.

Dalam hal produk yang dibeli oleh distributor dari perusahaan MLM  tidak seluruhnya terjual maka perusahaan MLM  menjamin untuk membeli kembali produk tersebut. Terhadap setiap pembelian produk dari perusahaan MLM , para anggota dapat membayar dengan harga distributor (harga yang diberlakukan terhadap anggota), sedangkan untuk penjualan produk tersebut kepada konsumen yang bukan anggota, perusahaan MLM  menetapkan harga yang dianjurkan. Selisih antara harga yang dianjurkan dengan harga distributor merupakan keuntungan yang dinikmati oleh distributor.

Setiap bulan perusahaan MLM  akan memberikan rabat kepada distributor. Rabat tersebut diberikan dalam bentuk presentase tertentu secara bertingkat sesuai dengan akumulasi pembelian yang dilakukan oleh distributor. Rabat dapat berbentuk komisi, diskon, bonus dan lain sebagainya, namun pada hakekatnya adalah komisi penjualan yang diberikan oleh perusahaan MLM  kepada distributor.

Perlakuan Pajak Penghasilan (PPh) untuk kegiatan multi level marketing dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu pajak yang diterapkan atas rabat (dengan berbagai macam nama dan bentuknya) dan atas keuntungan (selisih) dari harga yang dianjurkan dengan harga distributor.

Atas rabat yang diterimanya setiap bulan, distributor akan dipotong PPh oleh perusahaan MLM tempat yang bersangkutan bergabung. PPh ini biasa disebut sebagai PPh Pasal 21. Besarnya PPh Pasal 21 atas rabat didasarkan pada besarnya rabat yang diterima pada bulan tertentu. Selain itu, status perkawinan dan jumlah tanggungan distributor juga mempengaruhi besarnya PPh pasal 21. Mengingat perusahaan MLM adalah pihak yang paling mengetahui jaringan anggotanya, maka perusahaan MLM ditunjuk sebagai pihak yang melakukan pemotongan PPh Pasal 21 untuk setiap rabat.

Distributor MLM pun mempunyai hak dan kewajiban perpajakan yang sama seperti jenis profesi maupun kegiatan usaha lainnya. Sehingga, ketika distributor MLM memperoleh penghasilan tertentu (melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak), mereka diwajibkan untuk mendaftarkan diri untuk memperoleh Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Setelah ber-NPWP, setiap tahun mereka juga berkewajiban untuk melaporkan seluruh penghasilan yang diterimanya dalam Surat Pemberitahuan Tahun PPh Orang Pribadi.

Nah, PPh yang sering dilupakan oleh para distributor MLM adalah PPh atas penghasilan yang timbul dari selisih antara harga jual yang dianjurkan dengan harga distributor. Mayoritas distributor MLM beranggapan bahwa urusan pajak mereka telah selesai, ketika mereka dipotong PPh Pasal 21 oleh perusahaan MLM.

Padahal sesuai dengan peraturan perpajakan, selisih antara harga yang dianjurkan dengan harga distributor pun merupakan obyek PPh. Oleh karena itu, distributor wajib melaporkan seluruh penghasilannya, yang terdiri dari  rabat yang diterima ditambah keuntungan dari selisih harga jual yang dianjurkan dengan harga distributor, dalam SPT Tahunan PPh Orang Pribadinya. Sudahkah Anda laporkan juga selisihnya? Mari hitung dan bayar pajak dengan benar.

Referensi :
http://klien.kontan.co.id/advertorial/client/pajak/123/

Waspada Terjebak Bisnis MLM Ilegal

Hati-hati memilih perusahaan multi level marketing (MLM). Pasalnya, pemerintah mulai mengendus banyaknya bisnis MLM ilegal yang masih terus beroperasi di Indonesia.

Temuan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) belum lama ini, salah satu perusahaan yang diduga beroperasi secara ilegal yaitu MLM asal Florida, Amerika Serikat, Jeunesse Global. Perusahaan yang menggandeng mitra lokal PT Rajawali Pembaharuan tersebut diduga tidak mengantongi surat izin usaha perdagangan langsung (SIUPL).



Perusahaan yang menjual produk kosmetika tersebut sudah beroperasi selama setahun, namun ketika ditelusuri ternyata BKPM belum pernah merilis SIUPL untuk perusahaan tersebut.


Bahkan ketika dilakukan audiensi pada 4 September 2013, perwakilan BKPM bisa memberikan jaminan bahwa perusahaan asing itu telah melakukan pelanggaran berupa pemalsuan SIUPL.


Namun, hingga kini perusahaan tersebut tetap beroperasi. Jeunesse Global justru berdalih telah dijebak oleh mitra lokalnya yaitu Rajawali Pembaharuan. Mereka bilang Rajawali mengaku telah memiliki SIUPL dan legal beroperasi di Indonesia.


Berdasarkan salinan surat BKPM yang bocor ke media, pemerintah belum pernah menerbitkan SIUPL Nomor 137/I/SIUPL/PMDN/PERDAGANGAN/2012 atas nama PT RAJAWALI PEMBAHARUAN. Dengan demikian, selama ini perusahaan yang berkantor di Gedung APL Tower Central Park, Jakarta tersebut menjalankan bisnis MLM secara ilegal.


Dalam bocoran surat BKPM yang diterima wartawan, turut hadir dalam pertemuan tersebut yaitu perwakilan Kemendag, BKPM, APLI, dan PT Rajawali Pembaharuan, dan Dinas Perdagangan DKI.


BKPM sendiri menyatakan bahwa nomor SIUPL MLM yang diterbitkan hanya memiliki angka di bawah 100 sedangkan punya PT Rajawali Pembaharuan sudah di atas 100 yaitu 137.


Sementara, penandatangan surat tersebut sudah pensiun beberapa bulan sebelum tanggal SIUPL tersebut diterbitkan dan tidak mungkin penandatangannya beliau.


Dihubungi terpisah, Bayu Riono, Ketua Bidang MLM Wach Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) membenarkan bahwa saat ini Jeunesse Global yang tidak tergabung dalam asosiasi sedang mendapat masalah.


"Jeunesse belum mendapat SIUPL yang resmi tapi sudah beroperasi secara MLM. Menurut ketentuan yang berlaku, Jeunesse tidak boleh melakukan penjualan dengan cara MLM namun dibolehkan konvensional sebab mereka hanya mempunyai SIUP saja," katanya.


Bayu juga mendesak pemerintah untuk menertibkan perusahaan MLM liar yang kian menjamur di Indonesia. Hal itu dilakukan untuk melindungi konsumen Indonesia sekaligus menyelamatkan iklim bisnis perusahaan MLM.


Ia juga menambahkan bahwa perlindungan konsumen yang dimaksud APLI yaitu selama ini produk yang dijual dari MLM liar tersebut bisa saja membahayakan pengguna karena belum melalui serangkaian tes. "MLM liar juga bisa mengancam nama baik MLM legal yang tergabung dalam APLI. Nanti konsumen bisa menyamaratakan MLM liar dengan yang legal," ungkapnya.


Biasanya MLM yang hendak masuk ke Indonesia diseleksi dahulu oleh BKPM, setelah itu BKPM bakal meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan APLI untuk melakukan survei kepada perusahaan baru tersebut.


"Survei meliputi business plan perusahaan dan kategori bisnisnya. Jika sudah sesuai ketentuan, maka BKPM bakal memberikan SIUPL untuk MLM tersebut," katanya.


APLI juga memiliki kewenangan untuk mengeluarkan anggotanya jika dianggap bandel atau menyalahi ketentuan.

Referensi :
http://www.tribunnews.com/bisnis/2013/09/12/waspada-terjebak-bisnis-mlm-ilegal 

Soros Borong Saham Herbalife

Sepak terjang investor kakap selalu mengundang perhatian. Maklum, mereka yang memiliki jam terbang tinggi di bursa saham dianggap mempunyai pandangan selangkah lebih maju. Nah, aksi terbaru yang tengah menarik perhatian para pelaku pasar internasional yakni langkah George Soros. 

Miliarder yang meraih untung berlimpah dari bursa saham ini dikabarkan baru saja membeli saham Herbalife. Ini adalah perusahan yang meracik suplemen nutrisi dengan skema bisnis multilevel marketing (MLM). Aksi Soros membenamkan investasi di Herbalife pertama kali terendus oleh CNBC

Media ini melaporkan, Soros membeli saham Herbalife dalam persentase besar. Mengutip CNBC, Soros mengoleksi saham Herbalife hingga jumlahnya masuk ke dalam posisi tiga besar portofolio saham. Yang menarik, kehadiran Soros di Herbalife menyusul jejak investor kakap lain, yakni, Carl Icahn. Pendiri Icahn Enterprise itu saat ini merupakan salah satu pemegang saham terbesar Herbalife dengan menguasai sekitar 16,46 persen saham Herbalife.

Berita pembelian Soros tersebut langsung membuat harga saham Herbalife melonjak menjadi 66,25 dollar AS. Ini merupakan posisi tertinggi sejak Mei 2012.


Saham Herbalife dalam tempo setahun belakangan bergerak bagai roller coaster. Perjalanan saham Herbalife banyak dibumbui cerita dari sejumlah hedge fund kakap. Para manajer investasi ini mentransaksikan saham Herbalife senilai 2,25 triliun dollar AS dalam jangka waktu setahun terakhir.

Begini ceritanya, Icahn kali pertama masuk ke Herbalife pada bulan Februari lalu dengan kepemilikan sekitar 12,98 persen saham. Kala itu, saham Herbalife langsung menanjak 17,6 persen. Kemudian di Desember 2012 kemarin, William Ackman, pendiri Pershing Square Capital Management, memasang posisi short alias jual pada saham Herbalife senilai 1 miliar dollar AS. 

Ackman menilai, skema MLM ala Herbalife sudah bergeser ke skema piramida atau ponzi. Sebelumnya, di awal tahun 2013, taipan Daniel Loeb, pendiri Third Point, menyatakan telah menjual seluruh saham Herbalife. Awal pekan ini, Senin (28/7/2013), Herbalife mengumumkan kinerja kuartal II. 

Hasilnya, perusahaan dengan tenaga penjual 2,5 juta di 80 negara tersebut berhasil membukukan laba bersih sekitar 143,2 juta dollar AS. Angka ini naik tipis 8,3 persen dibandingkan pencapaian kuartal II tahun 2012 yang sebesar 132 juta dollar AS.

Referensi :
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/08/03/1932346/Soros.Borong.Saham.Herbalife

Siapa pun Bisa Meraih Hal Luar Biasa

Sulit membayangkan bagaimana seseorang harus mengawasi perusahaan pemasaran bernilai puluhan triliun rupiah yang beroperasi di berbagai negara. Segudang masalah pasti menyergapnya setiap saat.

Begitulah yang dialami President & Co-Chief Executive Officer (Co-CEO) Amway Corp, Doug DeVos. Ia bertanggung jawab mengawasi operasional harian Amway Corp, perusahaan pemasaran berjenjang (multilevel marketing/MLM) global bernilai US$ 8,2 miliar atau sekitar Rp 82 triliun asal Amerika Serikat (AS).

Bersama rekannya, Steve Van Andel sebagai chairman, Doug DeVos bukan saja harus menjaga agar bisnis Amway tetap tumbuh dan berkembang, tapi juga menjadikannya sebagai salah satu perusahaan "paling internasional" di dunia.

Berkat kerja keras, antusiasme, dan keuletannya, Doug DeVos yang menukangi Amway Corp sejak 2002 berhasil menjaga bendera bisnis Amway tetap berkibar. Rupanya, salah satu kunci sukses Doug DeVos adalah kemampuannya mengelola masalah atau tantangan.

Apa kata Doug DeVos tentang tantangan? “Tantangan adalah peluang. Ternyata, 90 persen masalah yang kita hadapi adalah mencoba mencari tahu pokok permasalahannya,” kata pria kelahiran Grand Rapids, Michigan, AS, itu di Jakarta, baru-baru ini.

Doug DeVos juga percaya bahwa setiap orang memiliki potensi untuk meraih hal-hal yang luar biasa. Itu karena manusia pada hakikatnya memiliki beragam keahlian, semangat, dan bakat. “Maka kami, saya dan Steve Van Andel, berupaya menemukan cara untuk menolong teman-teman di Amway agar mereka mengeluarkan karakter dan potensi yang dimilikinya,” tutur eksekutif berusia 49 tahun itu.

Doug DeVos dan Steve Van Andel memang punya sejarah hidup dan kedekatan yang unik. Hubungan yang terjalin di antara Doug dan Steve tidak berbeda jauh dengan hubungan pendiri Amway yang tak lain adalah Rich DeVos (ayah Doug DeVos) dan Jay Van Andel (ayah Steve Van Andel), yakni hubungan persahabatan sejak remaja.

Bagi Doug DeVos, tak mudah membawa nama besar ayahnya--juga sahabat ayahnya--untuk mempertahankan, menjaga, dan menjalankan bisnis Amway secara global. Lalu, apa visi-misi yang diemban Doug DeVos? Apa pula nilai-nilai bisnis yang dianut perusahaan yang didirikan pada 1959 itu? Berikut hasil wawancara dengannya.

Mengapa Anda dipilih dan apa yang mendorong Anda bersedia meneruskan Amway?
Ayah saya dan Jay (Jay Van Andel, Red) sangat percaya bahwa fondasi bisnis yang telah mereka bangun selama ini akan sangat baik jika diteruskan oleh anggota keluarga. Setelah ayah saya pensiun pada 1992, kakak tertua saya, Dick, menggantikan beliau untuk menjabat sebagai president Amway dan berhasil membawa bisnis ini merambah pasar global.

Pada 2002, saya menggantikan Dick setelah ia memutuskan kembali ke usaha pribadinya. Saya berhasil mengelola Amway secara internasional. Keberhasilan saya dalam penjualan dan operasional Amway-lah yang membantu saya mempersiapkan diri untuk posisi saya sekarang ini.

Tentu tidak mudah membawa nama besar DeVos sebagai pendiri di Amway?
Ayah saya dan Jay memiliki keyakinan bahwa mereka berangkat bekerja setiap hari dengan tujuan melakukan segala sesuatu menjadi lebih baik lagi. Tidak semata berkaitan dengan uang. Keinginan mereka adalah menolong orang untuk berbuat lebih, menjadi lebih baik.

Ayah saya dan Jay memperjuangkan semangat kewirausahaan untuk memiliki bisnis sendiri, dengan berpegang pada prinsip-prinsip mendasar, yakni kebebasan, keluarga, harapan, dan penghargaan, serta tatanan nilai yang berkaitan.

Di Amway, prinsip dasar dan tatanan nilai ini adalah warisan yang menjadi kebanggaan kami dan yang telah membuat bisnis ini sukses. Mengetahui bahwa setiap hari kami terus berupaya membuat kehidupan yang lebih baik bagi banyak orang di seluruh dunia adalah alasan bagi saya untuk terus mencintai pekerjaan ini setiap hari.

Anda punya karakter kepemimpinan seperti apa?
Berbicara mengenai ayah saya dan gaya kepemimpinannya, sangat sulit memisahkan ayah saya dan rekan bisnisnya, Jay. Mereka berdua menjunjung tinggi kemitraan, kewirausahaan, dan bisnis global. Mereka sangat fokus pada jangka panjang dan tidak pernah berkutat pada kesalahan bila ada masalah atau tantangan.

Ayah saya sangat terbuka terhadap setiap saran dan nasihat. Beliau tidak pernah merasa bahwa beliau mempunyai semua jawaban. Beliau dan Jay selalu bekerja sama dalam menemukan solusi. Itu adalah beberapa contoh pelajaran yang saya dapatkan dari mereka dan saya selalu terapkan pada diri saya dalam menjalankan bisnis ini sekarang.

Hambatan yang Anda hadapi?
Setiap kali menghadapi tantangan, kami selalu melihatnya sebagai peluang. Ayah saya mengatakan bahwa 90 persen dari setiap masalah yang kita hadapi adalah mencoba mencari apa pokok permasalahannya. Ketika semua lebih tenang, solusi atau jalan keluarnya akan lebih mudah ditemukan. Ayah saya dan Jay adalah orang-orang yang sangat fokus dan selalu optimistis bahwa semua solusi dapat ditemukan. Jadi, saya selalu berusaha mengadopsi sikap yang sama setiap menghadapi persoalan atau tantangan.

Hal-hal terbaik yang Anda temukan saat bekerja?
Kami tumbuh bersama Amway. Jadi, setiap anggota keluarga kami mengunakan produk-produk Amway. Seperti yang lainnya, jadwal saya sangat padat, tetapi saya fokus untuk mengonsumsi makanan sehat dan berupaya hidup sehat. Produk-produk Amway membantu saya meraih tujuan saya itu.

Dengan bekerja di Amway, saya terinspirasi oleh para karyawan dan distributor-distributor kami di seluruh dunia mengenai keinginan mengeksplorasi potensi diri agar menjadi lebih baik lagi. Saya melihat semangat kemitraan di setiap tempat yang saya datangi, ketika orang-orang saling menolong untuk fokus pada masa depannya bersama Amway.

Apa obsesi Anda?
Tujuan saya untuk masa depan adalah terus mengembangkan peluang bisnis Amway bagi mereka yang ingin memiliki bisnis sendiri di seluruh dunia. Semakin banyak yang dapat kami lakukan untuk memberikan peluang bisnis ini, maka secara pribadi saya akan semakin memperoleh kepuasan.

Filosofi hidup Anda?
Saya sangat percaya bahwa setiap orang memiliki potensi untuk meraih hal-hal yang luar biasa. Manusia memiliki beragam keahlian, semangat, dan bakat. Saya dan Steve Van Andel berupaya menemukan cara untuk menolong mereka agar mengeluarkan karakterisik-karakteristik dan potensi-potensi tersebut.

Saya juga percaya pada nilai-nilai bisnis kami, yakni kemitraan, harga diri, tanggung jawab pribadi, pencapaian, dan usaha yang luas. Kami menerapkan nilai-nilai ini pada setiap orang yang saya temui serta pada setiap investasi yang kami tanamkan dalam bisnis kami.

Bagi saya, ini sangat penting. Saya menjadi duta bagi nilai-nilai ini dan menjaga perspektif bahwa ini semua bukanlah mengenai saya, tetapi mengenai jutaan distributor di seluruh dunia yang mencari hidup lebih baik melalui peluang Amway.


Strategi bisnis yang Anda terapkan?
Strategi kami adalah growth through innovation. Strategi mengejar pertumbuhan melalui inovasi inilah yang bisa menjadikan Amway global mencatatkan rekor penjualan senilai US$ 11,3 miliar tahun lalu. Ini adalah tahun keenam kami menjalani strategi tersebut.

Strategi ini merupakan kerangka kerja yang mengarahkan kami mencapai pertumbuhan berkesinambungan melalui peluang bisnis penjualan langsung yang mendukung semangat kewirausahaan. Ini sekaligus memberikan pengalaman yang dapat menghubungkan konsumen dengan produk yang mereka inginkan.

Bisnis kami tumbuh hampir dua kali lipat sejak strategi growth through innovation diluncurkan. Bisnis kami sekarang jauh lebih selaras secara global, dengan kepemimpinan yang kuat dan berpengalaman di setiap empat region kami.

Kami melihat tahun ini dan tahun-tahun mendatang memiliki potensi pertumbuhan yang lebih meningkat. Kami terus berinvestasi dalam penyediaan pasokan, manufaktur, dan tenaga peneliti untuk lebih responsif terhadap kebutuhan pasar. Itu akan membantu distributor kami lebih baik lagi dalam melayani pelanggan melalui berbagai produk, kapan saja, dan di mana saja mereka membutuhkannya.

Bagaimana perkembangan Amway di Indonesia?
Distributor-distributor kami di sini (Amway Indonesia) telah mengalami pertumbuhan dan kesuksesan yang secara signifikan juga turut mendukung pertumbuhan kami secara global. Penjualan tahunan telah meningkat dalam 12 dari 13 tahun terakhir. Para karyawan dan distributor-distributor kami di Indonesia adalah pemimpin dalam tim mereka dan juga dalam keluarga Amway. Kami bangga atas semua pencapaian yang telah diraih mereka. Kami berharap momentum ini terus berlanjut.

Produk unggulan Amway di Asia, khususnya di Indonesia?
Nutrilite menjadi nomor satu di dunia untuk penjualan merek vitamin dan suplemen, berkontribusi sekitar 46 persen terhadap seluruh penjualan produk perusahaan, baik secara global, di Asia, maupun di Indonesia. Nutrilite Protein Powder, termasuk pengenalan Nutrilite All Plant Protein Powder, suplemen Double X Vitamin/Mineral/Fitonutrisi dan Nutrilite Vitamin C Plus Extended Release memimpin penjualan produk untuk kategori produk nutrisi.

Adapun kategori produk kecantikan Artistry menghasilkan 26 persen terhadap seluruh penjualan perusahaan tahunan dan menjadi lima merek top dunia dengan penjualan terbesar untuk kategori perawatan kulit premium. Sedangkan kategori produk untuk rumah, menyumbang 22 persen terhadap seluruh penjualan Amway, dipimpin penjualan penjernih udara Atmosphere dan pembersih serta penjernih air Espring.

Selain itu semua, produk-produk kami merupakan hasil pengembangan, riset, dan inovasi lebih dari 900 ilmuwan, insinyur, dan teknisi profesional di 65 pusat penelitian dan pengembangan (R&D) dan laboratorium yang memilliki jaminan kualitas untuk mendukung pengembangan produk serta menciptakan budaya keunggulan ilmiah dan inovasi.

Rencana Anda untuk masa depan Amway?
Tujuan kami adalah menciptakan pertumbuhan jangka panjang. Jadi, kami membangun dan mempersiapkan diri untuk memastikan ini terus berlanjut.

Referensi :
http://www.beritasatu.com/figur/128903-siapa-pun-bisa-meraih-hal-luar-biasa.html

Newsflash

Product

Distributor

 

© Copyright AB MLM 2011-2013 | Design by Investasi Dari Sofa Rumah | Template by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.