News Update :

Distributor

Info APLI

Regulasi

Marketing

Financial Quotient

Technology

EBook

Kritisi MLM Rumput Laut ala Solar Warm

Hadir lagi, satu penawaran investasi berbalut multi level marketing (MLM). Baru-baru ini, PT Solar Warm Indonesia merambah ke ranah abu-abu ini. Perusahaan ini juga menawarkan imbal hasil selangit. Calon investor perlu waspada karena tawaran investasi sejenis kerap merugikan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kontan, PT Solar Warm Indonesia adalah MLM dengan sistem binary. Kantor pusatnya berada di Thailand dan tengah melebarkan sayap bisnisnya ke Indonesia. Perusahaan ini gencar menawarkan program investasinya melalui internet sejak Mei 2014. Solar Warm berencana membuka kantor di Central Park Jakarta lantai 15 mulai 21 November 2014.

Suko Cahyono, salah seorang investor dan anggota PT Solar Warm Indonesia, mengatakan, perusahaan MLM ini bergerak di bidang budidaya rumput laut. Soal legalitas, ia mengklaim, Solar Warm telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Tambak rumput laut yang diolah oleh Solar Warm Indonesia terletak di Perairan Tun Sakaran Marin Park, Malaysia," jelas Suko.

Namun, OJK membantah klaim Suko. Kepala Eksekutif Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti S Soetiono, menyatakan sudah mengecek perusahaan ini. Hasilnya, "Perusahaan ini tidak memiliki izin dari OJK," kata dia (23/11/2014).

Imbal hasil

Tentu saja, investor harus berhati-hati dan jangan hanya terlena pada iming-iming imbal hasil tinggi. Mengutip situs resmi Solar Warm Indonesia di www.sw-indonesia.com, investor pasif bisa mendapatkan imbal hasil harian 1,68 persen.

Sementara, investor aktif akan mendapatkan lima keuntungan. Pertama, bonus sponsor 5 persen jika berhasil mendapatkan downline. Kedua, bonus pairing 10 persen jika berhasil mendapatkan sepasang downline. Ketiga, bonus top up sebesar 5 persen jika downline menambah investasinya.

Keempat, bonus matching harian 3 persendari imbal hasil downline jika menjaring enam downline. Kelima, insentif mobil Mercedez Benz C Class jika investor menjaring grup kecil maupun besar.

Tawaran investasi dengan iming-iming imbal hasil fantastis kerap berakhir pahit. Namun, F. Rahardi, Anggota Dewan Pakar Masyarakat Agribisnis Indonesia, menilai, kewajaran penawaran investasi tidak bisa dilihat dari besar kecilnya imbal hasil yang dijanjikan. Sebagai tolok ukur, ia lebih menekankan pada aspek legalitas. Maklum, Solar Warm termasuk kegiatan mengumpulkan dana masyarakat. Jadi bisnis yang dijalankan harus memiliki landasan hukum yang jelas.

Peraturan yang mengatur kegiatan pengumpulan dana masyarakat adalah UU No 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan (Perbankan, Leasing, Lembaga Ventura dll), UU No 40 Tahun 2007 dan UU No 17 Tahun 2012 tentang Perseroan Terbatas (PT), dan UU No 25 Tahun 1992 serta UU No 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian. 

"Investor harus memperhatikan apakah Solar Warm itu bank, lembaga ventura, PT, atau koperasi yang resmi dan telah mengantungi izin beroperasi di Indonesia," jelas Rahardi.

K-Link Bangun Sekolah bagi Anak Berkebutuhan Khusus

K-Link, perusahaan multi level marketing asal Malaysia membangun K-Care Center, sekolah dan tempat terapi untuk anak-anak berkebutuhan khusus di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Pembangunan sekolah seluas 3.000 meter persegi ini merupakan kerja sama antara K-Link Indonesia melalui K-Link Care Foundation dengan Kedutaan Besar Malaysia.

Presiden Direktur K-Link Indonesia Mohamad Radzi Saleh mengungkapkan, tujuan pembangunan sekolah tersebut adalah memfasilitasi pendidikan dan keterampilan dengan sarana penunjang yang baik, sekaligus menjadi tempat terapi anak-anak berkebutuhan khusus.

"Pembangunan sekolah ini penting sebagai salah satu semangat dan komitmen kami di Indonesia. Tanpa dukungan banyak pihak, terutama pemerintah Malaysia, maka rasanya hal ini sulit terlaksana," kata Radzi di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/11).

Ketua Yayasan K-Link Care Roziyaton Jamaluddin menjelaskan, sekolah ini nantinya memiliki bangunan dua lantai yang dapat menampung sekitar 50 siswa, dengan menelan biaya Rp 6 miliar.

"Target kami dalam 1,5 tahun, pembangunan sekolah ini sudah selesai. Adapun biaya didapat dari berbagai sumber, seperti penggalangan dana dan donasi sejumlah pihak," ujarnya.

Sebelumnya, penggalangan dana diorganisir bersama oleh Kedutaan Besar Malaysia dan K-Link Indonesia dimana terkumpul senilai Rp 1,173 miliar.

Selain itu, Welex Lab yang merupakan salah satu supplier K-Link, manufaktur K-Ayurveda juga memberikan donasi lewat program Rp 1.500 per boks untuk setiap penjualan produk K-Ayurveda.

Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Zahrain Mohamed Hashim memberikan apresiasi atas pembangunan sekolah bagi anak berkebutuhan khusus tersebut.

"Saya percaya, sebuah amal kebaikan akan menciptakan sebuah harapan baru. Indonesia adalah rumah saya, dan pembangunan sekolah ini semoga memberi manfaat bagi banyak anak-anak yang membutuhkan," katanya.

Laksmi (35), salah satu orang tua anak berkebutuhan khusus mengaku senang dengan hadirnya sekolah tersebut. Terlebih, sekolah ini gratis bagi mereka yang kurang mampu.

"Alhamdulillah terbantu sekali dengan adanya sekolah ini. Kami sebagai orang tua anak berkebutuhan khusus jadi optimistis bahwa anak kami bisa tumbuh seperti anak-anak normal lain," ujarnya.

K-Care Center bakal menampung anak-anak berkebutuhan khusus yang mengidap celebral palsy, autism and ADHD, dyslexia and down syndrome, dan slow learners (CADS).

Adapun sistem pembayarannya diberlakukan subsidi silang, yakni bagi mereka yang mampu, dikenakan biaya Rp 200.000 per bulan. Sementara, yang tidak mampu pun tetap boleh bersekolah di sini tanpa dipungut biaya.

Investasi Bodong Hanya Tawarkan Keuntungan Tanpa Mengedukasi Risiko

Maraknya investasi bodong belakangan ini akibat kurangnya pengawasan otoritas kepada anggota pialang berjangka resmi dalam menerapkan strategi marketingnya.

Mereka seringkali hanya menawarkan keuntungan-keuntungan tidak wajar dengan risiko yang kecil.

"Banyak anggota pialang berjangka resmi tidak menggunakan strategi marketing berbasis human spirit (Marketing 3.0)," kata Presiden Direktur PT Astronacci International, Gema Goeryadi, Senin (10/11).

Menurut Gema, mereka seringkali hanya menawarkan keuntungan-keuntungan besar tanpa mengedukasi secara lengkap tentang risiko industri berjangka yang memiliki mekanisme perdagangan dengan leverage margin tinggi. "Investor dibuai dengan iming-iming keuntungan besar tanpa diedukasi dengan benar," kata dia.

Mereka kata Gema, seringkali bermain dalam ranah greed dan fear dari pelaku pasar yang masih awam sehingga hal ini berujung pada kerugian masif.

Di satu sisi, kata dia, pialang resmi tersebut harus belajar sekaligus menuai hasil akibat penerapan marketing yang tidak beres dimana hanya fokus untuk mendapatkan komisi tanpa berpikir bagaimana nasib investornya.

Gema juga mengungkapkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus lebih bijaksana sehingga tidak membuat peperangan antara regulator resmi pemerintah yakni Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemdag) menyusul lebih dari delapan perusahaan berjangka resmi ikut masuk dalam daftar tersebut.

Selain itu, perusahaan informasi teknologi (IT) seperti Talk Fusion yang menjual software conference online secara multi level marketing (MLM) ikut masuk dalam daftar hitam OJK tersebut. "Kami melihat sebuah kejanggalan dimana adanya indikasi peperangan antara 2 regulator raksasa di Indonesia dan apabila di tarik lebih jauh nampaknya peperangan antara oknum 2 kementrian penting (Keuangan dan Perdagangan)," kata Gema.

Bagaimana mungkin perusahaan pialang berjangka yang mendapat izin resmi dari Bappebti masuk dalam daftar investasi bodong bersanding dengan koperasi-koperasi ilegal dan money game yang memang melakukan praktik bodong. "Hal ini membuat investor bingung dan semakin resah mengingat dua regulator resmi saling tuduh dan kontradiktif," kata dia.

OJK mencatat ada 262 investasi bodong yang kebanyakan ditawarkan melalui website. Investasi ini terdiri atas berbagai jenis, seperti investasi uang, saham, penanaman modal, hingga investasi pulsa.

Dari 262 investasi, terdapat 218 penawaran yang tidak memiliki kejelasan izin usaha dari otoritas berwenang. Bahkan 44 penawaran investasi yang izinnya telah dikeluarkan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemdag) dan Kementerian Koperasi dan UMKM serta Kementerian Hukum dan HAM. Mereka di antaranya aucklandfarm.com, bma21.com, gainscope, CV Anugerah Tekstil dan CV Cahaya Mulya.

Ngaku Bakal Jadi Orang Terkaya Dunia, Warga China Ini Malah Dibui

Sering mengklaim diri sendiri sebagai orang terkaya di masa depan, hidup Zhang Jian justru berakhir di penjara. Penduduk asal China tersebut ditangkap polisi karena dugaan penipuan yang dilakukannya di vila raksasa miliknya yang berlokasi di Thailand.

Menariknya, karena menganggap dirinya akan menjadi miliarder terkaya di masa depan, Zhang tak segan-segan menyogok aparat dengan menawarkan sejumlah uang pada polisi agar kasusnya dihentikan.

Dilansir dari laman Asiaone.com, Selasa (11/11/2014), Zhang ditangkap pihak berwajib di vila miliknya di Phuket, Thailand. Tanpa malu dan secara terang-terangan, Zhang terus-menerus mencoba untuk menyogok polisi dengan sejumlah uang agar membebaskannya.

Kala itu, di vila milik Zhang, polisi menemukan harta senilai lebih dari 19 juta dolar Singapura dalam bentuk uang tunai, perhiasan, lahan, dan beberapa rekening bank.

Kehidupan mewahnya juga terdiri dari dua vila yang dirancang seperti istana. Sebuah kolam renang raksasa mengelilingi sejumlah pohon sawit berwarna keemasan. Bahkan terdapat kulkas besar yang digunakan menyimpan barang-barang berharga Zhang di vila.

Semua barang-barang berharga bernilai tinggi itu yang lantas mengundang tanya dari pihak berwajib. Dia menawarkan banyak uang pada polisi agar dirinya dibebaskan, tapi tak ada satupun yang menerima sogokan tersebut.

Harta yang dimiliki oleh Chang diduga berasal dari bisnis Multi Level Marketing (MLM) YSLM yang kontroversial. Zhang merupakan pendiri organisasi yang dicurigai penuh penipuan tersebut.

Polisi telah mendapatkan laporan bahwa para penduduk China dan Malaysia telah ditipu oleh bisnis dengan skema piramida tersebut.

Sambut Festival Mooncake, CNI Keluarkan Produk "Supreme Gold Mooncake"

Masyarakat Tionghoa di Indonesia memiliki tradisi menikmati mooncake atau dikenal kue bulan saat Perayaan Imlek. Dimana ritualnya seluruh anggota keluarga dan teman berkumpul untuk makan malam bersama di bawah cahaya bulan terang sambil menikmati makanan khas musim itu yaitu kue bulan (mooncake).

Sedangkan di Tiongkok sendiri tradisi ini disebut Festival Mooncake, merupakan festival pertengahan musim gugur yang merupakan salah satu dari dua hari raya yang paling penting di kalender Tingkok, dimana setiap tahun akan jatuh pada tanggal 8 September 2014. Sehingga kesempatan ini, PT CNI mengeluarkan produk "CNI Supreme Gold Mooncake".

Berbeda dengan mooncake pada umumnya, CNI Supreme Gold Mooncake itu, memiliki 4 varian rasa, di antaranya yaitu 'Glutinous Rice Yam Omochi, 'Pandan Delight, 'Pure Lotus Single Yolk' Oriental Pearl'.

Menurut Francisca Ramli, Head of Food & Beverage PT CNI CNI mengatakan, CNI Supreme Gold Mooncake dibuat dengan menggunakan bahan pilihan terbaik dengan tampilan yang memikat. Supreme Gold Mooncake ini tersedia dengan harga Rp 290.000 per box dengan isi 4 mooncake.

"Box atau kemasan CNI Supreme Gold Mooncake pun didesain cantik dan elegan dengan dominasi warna biru muda serta bunga sakura yang menawan, sangat cocok untuk dijadikan bingkisan atau hantaran istimewa untuk keluarga maupun relasi kerja," katanya, Kamis (28/8).

Dia menambahkan, Supreme Gold Mooncake ini tidak hanya lezat, namun juga memiliki tampilan yang memikat dan disertai dengan kemasan atau box yang cantik dan elegan membuat CNI Supreme Gold Mooncake ini dapat menjadi bingkisan istimewa pada moment ini. Adapun cara mendapatkan produk ini cukup mudah melalui online shopping di www.geraicni.com.

"CNI Supreme Gold Mooncake ini telah tersedia di Sales Counter CNI dan Distribution Center CNI yang tersebar di 10 cabang CNI, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Pekanbaru, Palembang, Medan, Makassar dan Bali serta Balikpapan. Selain itu, CNI Supreme Gold Mooncake juga bisa didapatkan melalui online shopping di www.geraicni.com," jelasnya.

Penipuan Bisnis MLM TVI Express Jerat Guru SMP ke Penjara

Jaksa penuntut umum akhirnya membacakan nota tuntutan kasus dugaan penipuan bisnis Multi Level Marketing (MLM) yang menjerat guru SMPN 22 Kota Jambi Suryati dan Rahmad Hidayat, kemarin (12/8). Dalam tuntutannya, JPU Noraida Silalahi kedua terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan dugaan tindak pidana penipuan secara bersama-sama.

Hal itu diatur dan diancam pidana dalam pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dalam dakwaan pertama.

"Memohon kepada majelis hakim menyatakan perbuatan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan secara bersama-sama. Dan menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun kepada terdakwa," ungkap jaksa berjilbab itu dalam sidang di Pengadilan Negeri Jambi.   

Dalam pertimbangan penuntut umum, yang memberatkan terdakwa karena perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Terdakwa sudah menikmati hasil kejahatan. Antara terdakwa dan para korban belum pernah ada perdamaian. Selain itu, selama persidangan, terdakwa berbelit-belit dan tidak mau mengakui perbuatannya.

"Dan terdakwa ada seorang guru yang seharusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Sementara yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum," tegas Noraida ketika ditemui usai sidang.

Tentu saja, tuntutan pidana dua tahun penjara terhadap kakak beradik Suryati dan Rahmad Hidayat tersebut mendapat perlawanan dari pihak terdakwa. Menurut Yandi Hendrawan, penasehat hukum terdakwa, perbuatan kliennya tidak bisa dibuktikan secara pidana. Unsur-unsur yang dituntut JPU pun tidak memenuhi sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP.

"Unsur pasal 378 KUHP menurut saya tidak terpenuhi karena tidak ada iming-iming dan tipu muslihat. Dia bekerja sesuai dengan arah dari kebijakan perusahaan tersebut, semua terbuka, semuanya jelas, materi tersusun dengan rapi. Nanti akan kita buktikan dalam pembelaan yang akan dilakukan dua minggu ke depan," terangnya.

Untuk diketahui, Suryati, oknum guru SMPN 22 Kota Jambi diadili karena diduga terlibat kasus penipuan bisnis MLM TVI Express. Dalam kasus ini, polisi juga menjerat saudara Suryati, yakni Rahmat Hidayat. Awal proses penyelidikan, Suryati sempat ditahan oleh pihak Polresta Jambi. Belakangan Suryati hanya dilekatkan penahanan kota.  

Warga Perumahan Bougenville, Blok A1, No 09, RT 24, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Kotabaru Jambi, hadir dalam sidang bersama penasehat hukumnya. Terdakwa dilaporkan oleh Zen, korban dugaan penipuan janji keuntungan sebuah bisnis berbentuk MLM TVI Express. Kakak beradik itu didakwa karena mengajak para korban untuk ikut bisnis tersebut.

Zen, salah seorang korban mengungkapkan, awal mula ikut bergabung dengan Suryati karena diiming-imingi keuntungan yang menggiurkan. Betapa tidak, ketika berhasil mengajak beberapa orang bergabung dan berada dalam tingkatan tertentu, akan diberikan bonus.

"Kalau kita bisa merekrut tiga orang, maka dapat bonus. Bahkan, kalau sudah berada di level tertentu ada bonus sebesar 500 dolar hingga 10.000 dolar. Setelah ikut bergabung dan berhasil merekrut beberapa orang untuk bergabung, bonus yang dijanjikan tidak saya nikmati. Sebaliknya, bisnis MLM itu malah disebut tidak bisa dilanjutkan lagi oleh Suryati," ungkapnya.

Takut Disaingi, Pengusaha Jamu Minta Pemerintah Larang Jamu dari MLM

Asosiasi pengusaha jamu gerah dengan peredaran jamu yang diedarkan melalui Multi Level Marketing (MLM). Asosiasi itu mengklaim jamu tersebut ilegal.

Oleh karena itu, pengusaha jamu pun meminta agar pemerintah membinasakan produk jamu yang berasal dari MLM tersebut. "Kami mau barang-barang itu dimusnahkan, dibakar dan disiarkan oleh media agar mereka takut," ujar Ketua Gabungan Pengusaha Jamu Charles Saerang di Jakarta, Selasa (26/8/2014).

Dia menjelaskan, seharusnya Kementerian Perdagangan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan koordinasi yang baik terkait peredaran jamu ilegal dari bisnis MLM ini. Bahkan, Charles juga mempertanyakan keseriusan kedua lembaga tersebut dalam melarang bisnis MLM tersebut.

Lebih lanjut Charles juga mempertanyakan kinerja pemerintah melindungi usaha pengusaha dalam negeri terutama jamu. Menurutnya, jika melihat negara tetangga, Malaysia, maka bisnis MLM yang merugikan pengusaha lokalnya dilarang oleh pemerintah Malaysia.

"Itu ada tiga (yang ilegal), jamu untuk pelangsing, untuk seksual dan untuk obat kuat. Nah ketiga inilah yang kami khawatirkan mengganggu jamu kita," kata Charles.

Begini Celah Penipuan dalam Arisan MMM

Analis dari Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe mengingatkan adanya celah penipuan dalam arisan Mavrodi Mondial Moneybox dari Rusia. Di Indonesia, arisan ini diadopsi menjadi Manusia Membantu Manusia (MMM).

Dia mencurigai adanya beberapa orang yang berperan sebagai pengelola website, tetapi menyamar sebagai anggota. Tujuannya adalah mendapatkan jatah transfer dari setiap pendaftar baru.

"Coba kumpulkan sekitar 50 orang yang mendaftar secara bersamaan, pasti masing-masing diminta mentransfer ke nama rekening yang sama. Nah, ini perlu dicurigai. Setelah ketahuan ada nama yang sama, minta saja ke bank untuk membuka siapa dia," ujarnya.

Arisan MMM adalah bentuk investasi keuangan yang menawarkan bunga 30 persen setiap bulannya tanpa melakukan usaha apa pun. Nama sebenarnya adalah Mavrodi Mondial Moneybook (MMM). Sistemnya, setiap anggota membuat akun di website MMM dengan paket dana sesuai keinginan, yakni minimal Rp 1 juta dan maksimal Rp 10 juta. 

Transaksi dilakukan langsung antar anggota. Setelah mendaftar, dalam waktu tiga-lima hari, anggota diminta mentransfer uang sesuai pilihan paket. Akan tetapi, uang ditransfer ke dalam rekening anggota lain yang telah ditentukan dalam sistem MMM. Sekitar satu bulan kemudian, pendaftar tersebut dijanjikan mendapat bunga 30 persen dari uang yang disetor.

Lantaran rawan penipuan, Kiswoyo menyarankan agar masyarakat tidak ikut serta dalam arisan MMM ini. Sebabnya, sistem yang diterapkan pada arisan tersebut dinilai tidak jelas dan seperti berjudi. "Seperti berjudi, bisa rugi sewaktu-waktu," katanya.

Masyarakat yang ingin berinvestasi, kata Kiswoyo, disarankan agar memilih produk yang jelas seperti reksadana, saham atau deposito di bank. "Paling mentok adalah memiliki tabungan di bank sehingga lebih aman," katanya saat dihubungi Tempo, Kamis, 7 Agustus 2014.

Meski menemukan sejumlah celah, arisan tersebut belum bisa dikategorikan dalam penipuan. Pasalnya, kata Kiswoyo, pengelola tidak memaksa orang untuk mendaftar dan mentransfer sesuai permintaannya. Pendaftar bersifat sukarela untuk bergabung dan memilih paket transfer sesuai kemampuannya, yakni Rp 1-10 juta.

Walhasil, tutur Kiswoyo, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bingung menentukan sikap terhadap arisan itu. "Karena arisan itu tidak jelas."

YLKI Ogah Bantu Korban Arisan MMM

Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo mengatakan pihaknya tidak memfasilitasi masyarakat yang merasa dirugikan oleh arisan Manusia Membantu Manusia (MMM). Pasalnya, dalam arisan tersebut tidak ada barang atau jasa yang ditawarkan dan menganut sistem multi level marketing (MLM). "Kalau ada pengaduan, ya kami terima, tapi enggak janji bakal menindaklanjuti," katanya saat dihubungi Tempo, Rabu, 7 Agustus 2014.

Hingga saat ini belum ada pengaduan yang masuk ke YLKI terkait investasi bodong tersebut. Sudaryatmo berpendapat bila ada pihak yang dirugikan, belum tentu mereka mau melaporkannya. "Ya, karena malu, apalagi kalau dia sebagai tokoh masyarakat," ujarnya.

Menurut Sudaryatmo, arisan MMM ini termasuk tanggung jawab Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meski tidak jelas keberadaannya alias abu-abu. Sebab, arisan MMM itu merupakan bentuk penggalangan dana dan menjanjikan keuntungan. Seharusnya OJK lebih proaktif menertibkan investasi ilegal semacam itu sebelum ada korban yang dirugikan. "Selama ini OJK kesannya cuci tangan terhadap pelaku keuangan yang tidak berizin, padahal jelas-jelas meresahkan masyarakat," ujar Sudaryatmo.

Arisan MMM adalah bentuk investasi keuangan yang menawarkan bunga 30 persen setiap bulannya tanpa melakukan usaha apa pun. Nama sebenarnya adalah Mavrodi Mondial Moneybook (MMM). Sistemnya, setiap anggota membuat akun di website MMM dengan paket dana sesuai keinginan, yakni minimal Rp 1 juta dan maksimal Rp 10 juta.

APLI Harapkan Regulasi Baru Perbaiki Citra MLM

Anggota Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI) berharap regulasi yang baru diluncurkan pemerintah melalui UU No 7 Tahun 2014 tentang perdagangan akan dapat memperbaiki citra negatif terhadap perusahaan "multi level marketing" (MLM).

"Regulasi ini penting agar masyarakat jangan sampai terjebak ke dalam praktek 'money game' dengan berkedok perusahaan MLM," kata Ketua Umum APLI Djoko H Koswara di Jakarta, Minggu.

Djoko mengatakan, perbedaan paling nyata praktik "money game" yakni bonus diperoleh dari perekrutan, sedangkan dalam MLM atau penjualan dimana pun bonus diperoleh dari penjualan produk.

Sebelum bergabung dalam perusahaan MLM, sebaiknya ditanyakan apakah ada produknya, kemudian aspek legal seperti SIUPL, izin edar BPOM dan Depkes, pastikan pembayaran bonus/ Komisi pada penjualan produk bukan uang pendaftaran, papar Djoko.

Djoko mengatakan, meskipun regulasi tersebut baru memenuhi 90 persen dari usulan APLI, namun setidaknya sudah mampu melindungi masyarakat terhadap praktek "money game" yakni penipuan menggunakan sistem piramida.

Djoko, yang juga didampingi Wakil Ketua APLI, Koen Verheyen dan Arif Mustolih mengatakan, anggota APLI saat berjumlah 86 perusahaan MLM, atau separoh lebih dari 160 perusahaan yang mengantongi Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL).

Koen mengatakan, masih banyak perusahaan yang belum tergabung menjadi anggota APLI karena tidak memenuhi syarat, seperti SIUPL kedaluarsa atau tidak mau ikut kode etik asosiasi, kemudian dari mereka banyak yang memang tidak tahu atau tidak peduli karena merasa belum merasakan manfaat.

"Padahal untuk menjadi anggota APLI syaratnya mudah memiliki SIUPL, membayar iuran Rp3 juta per tahun, serta melakukan presentasi terhadap bisnis MLM yang akan dilakukan, syarat presentasi ini diatur dalam regulasi," jelas Djoko.

Djoko mengatakan, jumlah tenaga kerja yang terlibat di perusahaan-perusahaan MLM anggota APLI tahun 2012 tercatat 9,4 juta dengan omzet Rp9,2 triliun, sedangkan tahun 2013 10,2 juta dengan omzet Rp11,7 triliun.

Djoko mengatakan, perusahaan MLM yang beroperasi di Indonesia banyak bergerak dibidang makanan sehat, pemeliharaan kulit, perlengkapan rumah tangga, dan fashion, dari jumlah 160 yang mengantongi SIUPL sebanyak 53 merupakan perusahaan asing.

Djoko mengatakan, kehadiran perusahaan MLM ini akan mendorong jumlah wirausaha di Indonesia, saat ini prosentase wirausaha di Indonesia sangat kecil hanya 0,8 persen dibanding jumlah penduduk, bandingkan dengan Malaysia 6 persen, Taiwan 30 persen, Singapura 10 persen.

Djoko mengatakan, APLI juga mengatur prilaku dan kode etik terhadap tenaga penjual seperti mereka tidak dilarang menjual produk ke toko karena akan memutus mata rantai penjual lain, serta membahayakan bisnis MLM secara keseluruhan.

"Produk yang dijual di toko harganya akan berbeda-beda  karena tergantung rantai distribusi dari produsen sampai ke toko, sedangkan MLM harga sama karena langsung melalui tenaga penjual," ujar Djoko. Djoko berharap pemerintah dapat segera mengeluarkan peraturan pemerintah sebagai tindak lanjut undang-undang tentang perdagang terutama terkait dengan sanksi terhadap kejahatan berkedok MLM.

"Banyak korban dari masyarakat dengan penipuan menggunakan nama MLM seperti penjualan emas, paket Umroh, dan lain sebagainya yang seharusnya dapat dicegah apabila adan sanksi yang jelas," ujar Djoko.

Djoko mengatakan, sementara peraturan pendukung belum keluar berdasarkan regulasi tersebut kita menggunakan peraturan lain untuk mengenakan sanksi melalui beberapa jalur diantaranya melalui Direktorat Perlindungan Konsumen, Direktorat Bina Usaha, dan BKPM.

Namun biasanya perusahaan yang berpraktek money game maupun menggunakan sistem piramida tidak memiliki alamat yang jelas, seperti hanya mencantumkan alamat email dan nomor ponsel saja. Kita biasanya menunggu laporan masyarakat agar dapat ditindaklanjuti.

Newsflash

Product

 

© Copyright AB MLM 2011-2014 | Design by Investasi Dari Sofa Rumah | Template by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.