News Update :

Distributor

Info APLI

Regulasi

Marketing

Financial Quotient

Technology

EBook

Kisah Jatuh Bangun Bisnis Wardah

Melewati sejumlah kelokan, sampailah kita di jalan itu. Swadharma Raya Kampung Baru, Jakarta Selatan. Dan sepintas tak ada yang istimewa dengan rumah nomor 60 itu. Begitu gerbang dibuka, dua Satpam bersiaga menyambut. Halaman parkir cukup untuk belasan mobil. Cuma ada sebatang pohon bertinggi sedang di halaman itu. Ruang tamu rumah itu bergaya minimalis.

Antik dan terasa begitu nyaman. Buku seputar mode dan kecantikan ditumpuk di meja. Di sudut ruang berdiri baliho kecil bergambar dua wanita berparas permai. Yang sedang tersenyum itu Inneke Koesherawati. Dan wanita di sebelah kanan itu Dian Pelangi. Wajah keduanya berkilau sama.

Di sisi kanan rumah itu ada jalan ke belakang. Ada halaman luas di sana. Sebelah kanan halaman itu, berdiri bangunan minimalis tapi modern. Juga bersih. Gerimis siang itu, menyebabkan alas sepatu kami dibalut lumpur tipis. Dan lumpur itu mengambar di lantai begitu kami menapak.

Malu juga melihat gambar alas sepatu itu membekas. Belum hilang rasa terkejut lantaran jejak sepatu itu, seorang Ibu menyapa kami. Dia ramah. Terus tersenyum sembari mempersilahkan kami duduk mengitari meja kaca itu. Meja itu panjang, bening bersih. "Maaf Bu, lantainya jadi kotor," seorang di antara kami meminta maaf bercampur malu atas jejak itu. "Waduh, ngga apa-apa mas," Ibu berusia 60-an itu menimpal.

Wanita bersahaja, yang berkali-kali menawarkan minuman itu adalah Nurhayati Subakat. Dan mungkin kita lebih mengenal merk dagangan yang dibesarkannya dari rumah itu berpuluh tahun: Wardah. Ya, wanita yang dibalut hijab biru itu adalah orang dibalik kegemilangan Wardah, perusahaan kosmetik kecantikan yang meraksasa dan setiap produk besutannya sohor ke mana-mana itu.

Kosmetik kecantikan ini sudah dipakai berjuta orang. Para wanita muda. Ibu rumah tangga. Wanita karir. Para pesohor yang bermunculan di layar televisi kita. Bahkan hingga ke manca Negara. Wardah juga sudah mensponsori begitu banyak hajatan besar. Sekedar menyebut satu: Indonesian Idol, tayangan yang membetot berjuta mata itu.

*****

Cerita tentang Nurhayati, bukan cerita tentang kecantikan belaka, tapi juga kisah tentang gagasan. Kejelian melihat pasar. Jatuh bangun membesut bisnis. Pantang menyerah. Keringat. Dan selalu melihat "Pertolongan dari Atas" pada setiap kemajuan yang dilalui.

Lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat, 27 Juli 1950, dia melewati masa belia di kota di sana. Dia sekolah di Diniyah Putri. Lalu pindah ke kota Padang. Masa remajanya dilewati di kota itu. Menyelesaikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di situ. Sesudah lulus dari sekolah menengah, dia kuliah di Jurusan Farmasi Institut Teknologi Bandung. Dia cerdas. Juga rajin belajar. Kuliah tuntas lalu wisuda tepat pada waktu.

Kecintaan pada kampung halaman, memulangkan Nurhayati ke Sumatera Barat sesudah wisuda itu. Dia bekerja sebagai apoteker di Rumah Sakit Umum di Padang. Merasa cukup berbakti di sana, dia memilih pindah ke Jakarta. Bekerja sebagai staf quality control di sebuah perusahaan kosmetik yang sudah sohor. Bekerja di perusahaan itu adalah dambaan para professional muda lulusan farmasi. Dari rumahnya di Kebayoran lama, Nurhayati melaju ke kantor perusahaan di timur Jakarta itu. Saban hari begitu.

Dan karir di situ sesungguhnya sudah mulai berkilau. Tapi sebuah kejadian kecil di perusahaan ini mendorongnya keluar. "Saya kurang cocok dengan seorang petinggi di situ," kenangnya kepada Dream.co.id.

Keluar dari perusahaan raksasa itu, dia tak mau menyerah. Dapur harus mengepul. Semangat harus menyala. Dua anaknya beranjak remaja, butuh uang yang cukup. Dia lalu memulai bisnis sendiri. Dan itu tahun 1985. Sebuah industri rumahan. Semula tenaga kerjanya cuma satu orang. Pembantu rumah tangganya sendiri. Produk pertama yang dibesut adalah sampo dengan merek Putri. Dan membesarkan si putri itu mengucurkan keringat.

Si Putri itu mekar berkembang. Keuangan juga mulai berkilau. Meski pelan diterima pasar. "Alhamdulillah, sebagian besar salon menerima produk kami," kata Nurhayati mengenang masa pahit itu. Saat itu sejumlah produk besutannya dikenal di salon-salon ternama di Jakarta. Sudahlah bisa diramalkan, masa depan perusahaan ini bakal kemilau.

Tapi cobaan berat itu datang lima tahun kemudian. Pabriknya hangus terbakar. Usaha yang dirintis dari nol itu tiba-tiba saja jadi arang. Lenyap juga semua mimpi yang sudah lama menyala itu.

Dihantam krisis ke titik nadir seperti itu, Nurhayati hendak menutup perusahaan itu. Matematika bisnis sudah tak mungkin membangkitkan usaha itu. Sudah tak masuk akal. Utang dibank belum lunas. Ketika usaha ini merangkak naik, Nurhayati memang membeli secara kredit sebuah mobil box. Mobil itulah yang mengantarkan si Putri ke salon-salon. Jadi? Jalan paling masuk akal, tutup itu usaha. Tapi Nurhayati bukan seorang pebisnis belaka. Dia juga seorang ibu, yang bisa meleleh air mata memikirkan nasib para karyawannya. "Bila perusahaan saya tutup, bagaimana nasib mereka," kenangnya mengingat masa-masa susah itu. Mencoba bangkit juga sungguh tak gampang.

Pabrik sudah hangus. Menyerah bukan pilihan.

Dan Nurhayati adalah kata lain dari tekad. Dia mulai lagi. Dari nol. Benar-benar nol. Modal awal pinjam dari tabungan suami. Bayar gaji karyawan diambil dari gaji bulanan suami. Kerja keras episode kedua ini juga ada hasilnya. Mesin pabriknya kembali menyala, "Bahkan bisa bayar gaji dan THR para karyawan," kisahnya.

Sesudah itu mesin pabriknya terus menderu. Begitu untung, dia melakukan inovasi. Dan salah satu inovasi itu masuk ke bisnis kosmetik. Nurhayati jitu membidik konsumen. Merekam apa yang diperluka dunia di sekitarnya. Dari pergaulan sehari-hari dia merasa bahwa ada kebutuhan para muslimah untuk tampil elegan. Merias diri secara bebas tanpa perlu cemas soal halal tidaknya sebuah produk.

Nurhayati seperti menemukan rumah usahannya. Dia membidik segmen muslimah itu. Meramu produk kosmetik yang kini kita kenal dengan nama Wardah. Bunga mawar yang indah. Perlahan si bunga itu mekar. Merangsek pasar. Mulai dikenali dan jadi kosmetik langanan kalangan kelas menengah ke atas. Kaki bisnis ini kuat. Konsumen juga setia. Kesetian pemakai dan manajemen yang kuat membuat Wardah sanggup melewati badai krisis yang menggulung ekonomi Indonesia 1997.

Banyak cara ditempuh memasarkan produk kosmetik ini. Selain lewat sejumlah agen di beberapa kota besar, Wardah juga dipasarkan dengan cara Multi Level Marketing (MLM). Dan kerja keras itu memang ada hasilnya. Produk Wardah terus berkembang seiring dengan membaiknya ekonomi nasional. Modal juga kian banyak. Laba yang diraih dipakai untuk terus memperluas jaringan pasar. Wardah kemudian merangsek ke pasar Negara tetangga. Masuk ke kota-kota di Malaysia. Dan di sana sejumlah produknya laku keras. Diminati banyak muslimah di sana, bersaing dengan produk negeri serumpun itu.

Kini Wardah menjadi salah satu produk kosmetik terbesar di negeri ini. Banyak tokoh wanita dan pesohor yang memakai produk kosmetik dan menjadi bintang iklan perusahannya. Inneke Koesherawati dan Dian Pelangi, yang ada dibaliho kecil di ruang tamu itu, adalah dua contoh bintang itu. Inneke adalah mantan artis. Dian Pelangi adalah desainer hijab yang sukses dan sudah melalangbuana ke sejumlah Negara. Dua wanita cantik itu adalah bintang iklan Wardah. Syuting iklan itu hingga ke kota Paris.

*****

Selain Wardah itu, dia juga meluncurkan produk merek lain seperti Zahra, Camilla, Fadila dan Muntaz. Omset seluruh perusahaannya menjulang ke bilangan Rp200 miliar. Sudah cukup? Belum. "Ini semua belum mencapai puncaknya," katanya kepada Dream.co.id.

Nurhayati bertekad meraih pasar yang lebih luas. Go international. Dia mematok memasang target, perusahaan ini harus go public tahun 2016. Dan itu bisa saja terjadi. Masih ada waktu dua tahun. Meski sudah menyusun rencana besar itu, pada usia 63 tahun, Nurhayati kini mulai menepi. Kendali perusahaan diserahkan kepada kedua anaknya. Kedua anaknya itu juga lulusan ITB. Memegang kendali pemasaran dan produk, dua sektor penting yang menjadi ujung tombak perusahaan ini. Mereka siap go internasional.

ampir 28 tahun menekuni bisnis ini, Nurhayati memperkirakan bahwa segmen muslimah dan kecantikan ini bakal terus bersinar. Bahkan pesat melaju. Tapi dia berharap agar bisnis ini tidak akan pernah mencapai puncak. “Saya justru berharap, bisnis mode, lifestyle muslim ini jangan pernah berada di puncaknya dulu,” katanya. Sebab begitu mencapai puncak, lanjutnya, tinggal menunggu waktu untuk turun.

PT Paragon Technology and Innovation, perusahaan yang menaungi setidaknya 300 item kosmetik itu pesat berkembang. Tumbuh 50 persen setahun. Padahal secara umum, bisnis kosmetika di Indonesia tumbuh dengan rata-rata 10 hingga 15 persen.

Size bisnis segmen muslimah ini, kata Nurhayati, kian melebar lantaran bertumbuhnya fashion muslim yang lifestyle. Lebih modis tapi tetap bermartabat. Dan anak-anak muda seperti hijabers lebih agresif dalam perkara ekspansi dagang. Itu sebabnya Nurhayati menyala optimismenya begitu bicara soal masa depan perusahaan yang dirintis dengan susah payah itu.

Kini, Paragon membuka pabrik di dua lahan yang luas. Dari semula dikerjakan bersama pembantu di rumah, perusahaan ini memperkerjakan 4000 ribu lebih karyawan.

Kesuksesan itu diapresiasi banyak orang dan lembaga. Sebuah Majalah Mingguan di Jakarta memberi penghargaan kepada sebagai salah sati Chief Executive Officer (CEO) terbaik di Indonesia. Sejumlah penghargaan lain juga sudah diterima.

Di usia yang tak lagi terbilang muda, Nurhayati kini diundang banyak orang, banyak lembaga demi membagi resep dan kisah suksesnya. "Saya memulainya dari situ," katanya kepada Dream.co.id, sembari mengarahkan pandangan ke sebuah rumah di belakang kantor itu. Dan kami semua menoleh ke situ.*dream

Hari Jadi Ke-24, Tupperware Indonesia Donor Darah Di Bekasi

DALAM rangka memperingati hari jadinya yang ke-24 dan untuk memenuhi kebutuhan persediaan darah, Tupperware helat aksi sosial berupa donor darah.

Dari penuturan Marketing Support Officer PT Tupperware Indonesia, Maeger Dwi Laksono, pelaksanaan aksi donor darah yang diselenggarakan di Summarecon Mal Bekasi tersebut, menargetkan sebanyak 350 kantong darah di Kota Bekasi dan 16 ribu kantong darah secara nasional.

“Aksi donor darah kali ini dilakukan dalam rangka memperingati HUT Tupperware yang ke-24 sekaligus dilaksanakan di 24 kota di Indonesia secara serentak pada 13 Juni 2015,” tutur Maeger.

Dikatakannya, selain menyambut hari jadi Tupperware, kegiatan ini juga dilakukan dalam rangka menyambut Hari Donor Darah se-dunia yang jatuh pada 14 Juni 2015 dan menggandeng langsung Palang Merah Indonesia (PMI). “Kami menggandeng PMI untuk aksi donor darah ini,” katanya di Bekasi.

Maeger mengatakan, dalam aksi ini ke-24 kota tersebut diantaranya Jakarta, Lampung, Malang, Medan, Padang, Semarang, Surabaya, Purwokerto, Cilacap, Jember, Kediri, Banjarmasin, Samarinda, Palu, Makassar, Kendari, Aceh, Bekasi, Depok, Tangerang, Bogor, Bandung, Yogyakarta dan Solo.

Sementara itu, President of Tupperware Indonesia dan Vice President Sales Development Asia Pasific, Nining W. Pernama mengatakan, dengan mengangkat tema ‘A Drop For Hopes, 24 Kebaikan Donor Darah’ dilakukan untuk meningkatkan persediaan darah di PMI itu sendiri dan mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup.

“Kami menyelenggarakan kegiatan ini untuk mengajak masyarakat agar hidup lebih sehat,” pungkasnya.*gobekasi

Korban Investasi Online Berkedok MLM di Papua Mencapai 3000 Orang

Polisi mencatat ada lebih dari 3.000 korban yang terjerumus praktik penipuan online dengan menggunakan skema investasi uang dalam jumlah besar yang dijalankan oleh PT. Wandermind di Papua hingga Mei 2015 ini.

Dari ribuan korban tersebut, Wandermind diketahui juga telah berhasil meraup uang sebesar Rp 262 Milyar sejak resmi beroperasi di Papua pada Mei tahun lalu. Jumlah kerugian tersebut diprediksi akan terus bertambah karena masih banyaknya korban bisnis ilegal investasi online yang belum terdata oleh pihak kepolisian sampai saat ini.

Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Papua Komisaris Polisi Guntur Setianto mengatakan bahwa pihaknya hingga kini telah mendata ada lebih dari 70 ribu akun yang terdaftar di situs PT. Wandermind sebelum akhirnya polisi menangkap Goenarni Goenawan, pemillik PT Wandermind, pada 8 Mei lalu.

"Sistem (penipuan) ini pernah membuat kacau perekonomian Russia dulu. Kegiatan ini, menurut promosinya, kantor pusatnya ada di Los Angeles. Tapi sampai saat ini kita belum tahu kebenarannya," ujar Guntur di Kantor Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (30/5).

Bisnis ilegal Goenari dijalankan melalui perusahaannya yang diduga menggunakan skema Ponzi (piramida). Dengan pola itu, korban dijanjikan akan mendapat keuntungan dengan menggunakan perputaran dana milik nasabah sendiri.

Setiap korban yang hendak bergabung dengan Wandermind diwajibkan 'menyetor' uang sebesar Rp 3.750.000 dengan cara membeli sebuah akun di website perusahaan itu.

Para korban juga diharuskan membeli minimal delapan akun saat mendaftar sebelum mendapat bonus awal berupa tiket gratis menginap di hotel senilai Rp 750.000.

Ketua Umum Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI), Joko Komara, mengatakan bahwa organisasinya sangat mendukung langkah Polda Papua dalam membongkar praktik penipuan investasi online yang dilakukan Wandermind selama ini.

Joko mengatakan, bisnis yang dijalankan Wandermind menyalahi aturan perdagangan jenis Multi Level Marketing (MLM) karena menggunakan skema piramida dalam usahanya. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa perusahaan Wandermind tercatat tidak mengantongi Surat Izin Penjualan Langsung (SIPL) selama ini.

"Kalau penjualan langsung harus khusus izinnya, yaitu SIPL. Perusahaan yang mendapat SIPL di Indonesia sampai sekarang ada 178 perusahaan, dan yang tergabung APLI ada 88 perusahaan," kata Joko.

Kepolisian pun telah menetapkan Goenarni sebagai tersangka atas kasus penipuan yang dilakukannya. Atas tindakannya, Goenarni dijerat dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan terancam mendapat pidana minimal 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.*cnn

Mei Wulan Anggraini, Bandar Investasi Bodong Asal Gresik Dituntut Penjara 2 Tahun

Mei Wulan Anggraini (26), warga Perumahan Permata Suci di Jalan Intan, Kabupaten Gresik, Jatim, yang duduk di kursi terdakwa sebagai bandar investasi bodong, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hardijono, dituntut hukuman dua tahun penjara pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (28/5). Jaksa dalam tuntutannya menyebutkan bahwa terdakwa, terbukti melanggar Pasal 28 ayat 1 Jo Pasal 45, ayat 2 UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. "Meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara selama dua tahun dan membayar denda Rp 500.000 subsider satu bulan penjara," ujar Hardijono.

Diuraikan sebelumnya, Mei, perempuan muda berpenampilan menarik itu ditangkap Polda Jatim pada 22 Januari 2015 karena sejumlah anggota investasi (investor) online dari sejumlah kota mengaku ditipu melalui bisnis abal-abal hingga merugikan mereka sekitar Rp 10 miliar. Melalui dua grup facebook bernama Gerobax Michan Community (GMC) yang ia dirikan pada Oktober 2014 dan Big Owner GMC pada November 2014, bisnis mirip multi level marketing (MLM) via online yang terdakwa tawarkan itu, mampu memperdaya sekitar 1.400 pengguna facebook.

Dalam menjalankan bisnis abal-abal via online itu, terdakwa Mei meyakinkan para korbannya dengan merekrut tiga tenaga administrasi yang bertugas membuat daftar member dan mentransfer profit. Ketiga orang tenaga administrasi itu adalah BR dari Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), SW dari Kediri, Jawa Timur (Jatim), dan AL dari Pati, Jawa Tengah (Jateng). Kepada para korban, Mei menawarkan iming-iming persentase profit dalam "arisan" online dan investasi online.

Modus operandinya, setiap member yang berinvestasi di grup Gerobax Michan Community (GMC) dan Big Owner GMC akan mendapatkan empat persen per hari profit (keuntungan) atau investasi 100 persen per bulan gajian seumur hidup. Walaupun jika dipikir amat sangat tidak masuk diakal, namun dalam waktu beberapa bulan, bisnis investasi itu berhasil merekrut 1.400 peserta dengan omzet mencapai Rp 10 miliar.

Sebagaimana bisa ditebak kemudian, dalam perjalanannya semua janji-janji mendapatkan profit besar itu hanya tipuan belaka. Para korban yang sudah berinvestasi dengan menyerahkan (menstransfer) banyak uang sebagai member, tak kunjung mendapat keuntungan. Merasa tertipu, para korban pun membawa perkara ini ke ranah hukum.

Mei mengaku, sengaja membuka bisnis abal-abal itu dengan bermodal pengalamannya yang pernah bekerja di sebuah bisnis valuta asing (valas). Namun, Mei yang selalu berpenampilan modis itu mengaku, dengan sengaja menikmati kiriman uang dari membernya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan sebagian digunakan untuk investasi dengan bermain valas, namun merugi.*beritasatu

Rizal Djibran dkk Tertipu Investasi Berkedok MLM Senilai Miliaran Rupiah

Kasus penipuan investasi bodong kembali terjadi dan kali ini memakan korban beberapa orang selebritis. Tak tanggung-tanggung, bisnis investasi yang diikuti Rizal Djibran, Josh Pieter (Jupiter Fortissimo) dan Nana Khairina itu senilai miliaran rupiah.

Awalnya, Rizal, Josh dan Nana mengikuti bisnis multi level marketing (MLM) dengan konsep memasang iklan di produk tisu bergambar yang dijalankan oleh pria bernama Kamal Tarachan. Kamal sebagai Direktur Utama CV Bintara Eximindo menjanjikan uang miliaran rupiah bila bergabung bersamanya.

Setelah Rizal, Josh dan Nana tergiur, janji keuntungan miliaran rupiah hanya janji-janji manis belaka. Uang yang dijanji-janjikan tak pernah mereka nikmati.

"Awal tertarik karena konsepnya bagus. Waktu itu kami modal awal Rp5 juta sampai Rp10 juta, nanti akan mendapatkan royalti dan uang modal dikembalikan. Tapi ternyata itu semua omong kasong. Saya rugi Rp5 miliar," ungkap Nana Khairina bersama Rizal Djibran dan Josh Pieter saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selata, Selasa (16/6/2015).

Tak hanya Nana saja, Rizal Djibran juga mengalami hal yang sama. Bintang sinetron Tutur Tinular ini juga tertipu hingga miliaran rupiah, setelah dijanjikan dapat beriklan di media tisu bermerk GIG Tisue.

"Awalnya saya tertarik karena medianya tisu dan bukan seperti brosur, kalau tisu kan bisa digunakan. Saya pelajari dan saya melihat sistemnya oke. Saat berjalan banyak kendala dan keganjilan membuat kami dan tim memberhentikan sistem ini untuk melihat berjalan dengan baik atau tidak. Saya rugi Rp2,1 miliar," beber Rizal.

Sama seperti Nana dan Rizal, Josh Pieter juga ikutan tertipu. Artis yang sebelumnya bernama Jupiter Fortissimo itu juga kepincut bisnis tersebut lantaran dengan modal Rp5 juta akan mendapatkan uang ratusan juta hingga miliaran rupiah.

"Waktu itu gue mau cetak brosur. Kalau brosur langsung dibuang tapi ini di tisu menari. Nah terus masuk investasi untuk cetak plat film gue bayar Rp 5 juta. Kalau terjual satu tisu dapat keuntungan Rp 10 ribu. Kalau gue diamkan saja kan keuntungannya bisa ratusan juta," kata Jupiter.

Kuasa hukum Rizal Djibran M. Herdiyan Saksono mengatakan akan menuntaskan kasus yang dialami kliennya. "Model MLM ini haram, melanggar UUD perdagangan nomor 7 tahun 2014, bahwa sistem MLM seperti ini dilarang‬. Kita akan  menempuh jalur hukum dengan melaporkan seluruh keluarga yang terlibat dalam kasus ini," tegasnya.

Kini Kamal Tarachan telah ditangkap pihak Polda Metro Jaya  dan ditetapkan sebagai tersangka investasi bodong. Segala investasi yang miliki Kamal Tarachan seperti rumah, mobil dan barang-barang mewah kini telah disita pihak kepolisian.*liputan6

Ari Wibowo, Wajah Ganteng Modal Bisnis

Profesi artis di ranah hiburan tidak selamanya bisa menjamin masa depan. Sejumlah selebriti yang pamornya mulai pudar sedang berupaya keras mempersiapkan masa depan. Ada yang terjun di kuliner, properti, promotor, atau otomotif, ada juga yang menekuni bisnis online.

Mempersiapkan masa depan juga sedang dilakoni Ari Wibowo. Adik artis Ira Wibowo ini belakangan sangat serius menekuni bisnis MLM sebuah produk bernama Sekai Ichi. Ari didapuk menjadi founder. Ia dituntut mengembangkan sistem penjualan produk berbasis online. Inilah kali pertama pria yang mengawali kariernya sebagai peragawan dan foto model itu serius menekuni dunia usaha.

Di ranah hiburan, nama Ari langsung melejit di usia ke-17 saat ditawari untuk memperagakan karya perancang dunia tersohor dari Prancis, Pierre Cardin, di Hotel Hilton Jakarta. Setelah itu, ia laris jadi peragawan, model foto, dan bintang iklan majalah.

Tak lama kemudian datang tawaran untuk membintangi sebuah film layar lebar berjudul Valentine (1989) karya Bobby Sandy. Meski masih hijau di dunia akting, Ari langsung dipasangkan artis ternama saat itu seperti Sophia Latjuba, Dian Nitami, Karina Suwandi, dan Thomas Djorghi. Empat tahun berikutnya, Ari membintangi empat film lagi, Pengantin (1990), Aku Rindu (1991), Pesta (1992), dan Si Manis Jembatan Ancol (1993).

Saat industri film nasional tengah lesu, Ari beralih ke produksi layar kaca. Sinetron pertamanya adalah Keluarga van Danoe Wiryo (1993). Tak puas di jalur akting, Ari pun merambah dunia tarik suara dengan bergabung di kelompok vokal Cool Colours bersama dengan Ari Sihasale, Surya Saputra, dan Johandy Yahya. Album yang pernah dirilis bersama Cool Colours adalah Satu yang Pasti (1999).

Saat ditemui awak media, termasuk Muhammad Andy dari Tabloid C&R di Fairmont Hotel, Jakarta Pusat, belum lama ini, Ari menuturkan ketertarikannya berbisnis MLM. Selain soal bisnis, suami Inge Anugrah itu juga menceritakan kehidupan pribadinya yang cenderung tertutup, hingga kedua anaknya tidak tahu jika ayahnya seorang aktor.

Berikut petikan wawancaranya:

Kenapa tiba-tiba Anda tertarik terjun ke bisnis Multi Level Marketing (MLM)?

Dalam mindset saya, MLM sempat punya satu imej negatif. Ini karena ada orang yang memanfaatkan sebagai money game. Ini yang saya takutkan. Tapi melihat sistem kerja MLM ini saya melihat ada sesuatu yang baru. Ketika saya pelajari, MLM ini luar biasa. Alangkah baiknya kita menjual dan memperkenalkan produk yang sudah kita coba bisa menjadi bahan testimoni untuk teman, sahabat, keluarga, dan orang lain. Kenapa saya mau, awalnya saya anti MLM karena kurang memahami kerjanya. Lalu saya pelajari itu dan berminat. Kalau bicara MLM sudah banyak juga yang berhasil.

Apa sebenarnya tantangan menjalankan bisnis ini?

Selama ini saya menutup diri dari orang banyak, karena takut digosipin. Tapi kali ini saya mencoba untuk melangkah sangat hati-hati. Saya mau pelajari dahulu sebelum saya mengajak orang termasuk teman-teman artis. Saya juga bukan menjual tapi menawarkan sesuatu yang baik dan bermanfaat. Karena kalau tujuannya uang semata, maka kita hanya jadi pedagang. Ini untuk menyenangkan banyak orang dan menyehatkan. Kalau saya bisa, rasanya satu kepuasan tersendiri.

Jadi terjun ke bisnis ini untuk persiapan masa depan?

Dulu satu hari saya bisa datang ke beberapa lokasi, tapi menginjak usia kepala empat peran yang ditawarkan adalah selalu sebagai orang tua. Scene juga berkurang. Kondisi begitu buat saya kurang maksimal untuk menghasilkan uang buat keluarga. Akhirnya saya memutuskan menekuni bisnis ini.

Apa saja yang Anda lakukan untuk serius menjalankan bisnis ini?

Saya sudah menolak dua sinetron kejar tayang dan satu film. Saya pikir harus memilih salah satu yang harus dikorbankan. Main sinetron harus totalitas, enggak bisa jalani bisnis lain kalau masih main sinetron. Itulah kenapa saya memutuskan seperempat tahun atau sekitar tiga bulan ke depan, fokus ke bisnis ini.

Bagaimana kalau Anda kurang berhasil dalam bisnis ini?

Saya optimistis bisa menjalani bisnis ini, karena sebuah jerih payah dan kerja keras pasti bisa menghasilkan. Tetapi ukurannya tiga bulan ke depan kita lihat ini bisa berkembang atau sebaliknya. Kalau iya, tidak menutup kemungkinan tidak main sinetron. Karena sinetron sudah mendarah daging. Akting yang membesarkan nama saya, pastinya saya kangen untuk akting lagi. Ini kan baru awal, kalau sudah jalan kayak autopilot. Saya bisa kembali melakukan apa yang saya suka (sinetron).

Kenapa tidak memilih bisnis yang lain?

Di Mata Najwa pernah dikatakan MLM ini adalah yang paling menguntungkan penghasilannya, di atas artis dan pengacara. Tanpa kita pahami ini sangat bisa dilaksanakan kalau dengan jalan yang benar.

Anda merasa diuntungkan memiliki wajah rupawan dan bertubuh proporsional?

Kita anggap itu sebagai bonus. Saya akui memang itu memudahkan menawarkan produk pada klien karena sudah dikenal. Tapi apapun itu mau tampan, ganteng, cantik, tubuh ideal, dan lain-lain kalau produk yang ditawarkan jelek yang sama saja.*cekricek

Begini Cara Mendeteksi Investasi Bodong

Investasi bagi sebagian orang sering diartikan sebagai cara cepat untuk kaya. Sebagian yang lain mengasosiasikannya dengan penipuan karena maraknya pemberitaan tentang penipuan berkedok investasi. Bagaimana mendeteksi apakah tawaran investasi yang Anda terima bodong atau tidak?

Ada dua skema yang biasa digunakan, yang dapat dikategorikan investasi bodong. Mari kita pelajari satu per satu.

Skema Ponzi (Ponzi Scheme)

Skema Ponzi atau dikenal juga sebagai money game tergolong banyak digunakan dalam penipuan investasi bodong. Carlo Pietro Giovanni Guglielmo Tebaldo Ponzi, pria asal Italia yang lebih dikenal sebagai Charles Ponzi setelah pindah ke Amerika, bisa disebut sebagai Godfather dari skema Ponzi.

Pada 1920, Ponzi menjanjikan keuntungan sebesar 50% dalam jangka waktu 45 hari dan 100% untuk 90 hari sejak investor menyetor uangnya. Skema Ponzi ini menarik masyarakat untuk beramai-ramai menyetorkan uangnya. Ponzi membayar keuntungan yang dijanjikan dengan menggunakan dana investor yang setor belakangan.

Skema ini akhirnya akan runtuh karena uang yang terkumpul tidak diputar ke bisnis atau usaha untuk mendapatkan keuntungan. Ketika investor baru semakin sedikit yang masuk, maka keuntungan yang dijanjikan untuk investor pun tidak bisa dibayarkan. Di titik ini biasanya pengelola investasi bodong dengan skema Ponzi akan melarikan diri dengan membawa uang para investor.

Skema Piramida (Pyramid Scheme)

Skema Piramida ini didasari oleh skema Ponzi, perbedaannya adalah investor lama yang bergerak mencari investor baru. Ketika investor lama berhasil menarik investor baru maka dia akan mendapat semacam komisi yang sebenarnya diambil dari dana segar dari investor baru. Semakin banyak investor eksisting melakukan perekrutan, semakin besar komisi yang dia peroleh dan semakin tinggi pula posisinya (seperti piramida).

Pada zaman modern ini, baik penipuan dengan skema Ponzi maupun skema Piramida telah banyak berganti baju. Intinya tetap sama, yaitu money game. Tetapi kedoknya bermacam-macam. Ini yang harus Anda waspadai ketika mendapat tawaran investasi apapun.

Gunakan insting dan akal sehat Anda. Seperti kata pepatah, “if it seems to good to be true, it probably is.”

Ketika suatu investasi memberikan janji manis dan tawaran yang menggiurkan, saatnya Anda berhati-hati. Banyak terjadi justru sifat serakah dan tamak menyingkirkan akal sehat.

Berikut beberapa kedok investasi bodong yang sering ditemui pada zaman sekarang dan sebaiknya diwaspadai.

1. Tawaran bisnis atau usaha di bidang tertentu yang menjanjikan keuntungan pasti

Kata kuncinya adalah ‘keuntungan pasti’. Apalagi jika besaran keuntungan yang ditawarkan sangat menggiurkan.  Bisnis apapun tidak bisa menjanjikan keuntungan pasti. Terlebih lagi jika bisnis itu baru dibangun.

Ketika mendapat tawaran untuk joint atau investasi pada bisnis tertentu, sebaiknya Anda pelajari dengan cermat. Misalnya, penting untuk Anda ketahui jenis usaha apa yang dijalankan. Anda perlu waspada jika disebutkan usahanya bergerak di bidang pertambangan (misalnya batubara), agribisnis, atau properti. Sektor usaha ini di mata masyarakat awam memang menjanjikan keuntungan besar.

Anda harus cek lokasi kantor, lokasi usaha, dan kenali pemilik usahanya. Ketahui mengapa mereka menawari Anda untuk joint bisnis tersebut, apakah ada rencana untuk membesar usaha, membeli lahan atau pabrik baru, dan lain-lain. Jika mereka berniat untuk ekspansi usaha, pelajari juga apakah masih dalam core bisnis yang menjadi spesialisasi perusahaan tersebut. Karena jika mereka sedang mencoba-coba bidang lain, bisa jadi uang Anda akan menguap karena usaha spekulasi ini. Cek juga perizinan dan dokumen legalitas lainnya. Kemudian, cermati juga skema perjanjian joint investasi yang ditawarkan.

Selain itu juga pastikan bahwa orang yang menawari Anda adalah benar-benar orang dalam dan memiliki wewenang terkait investasi tersebut. Dan, jika kemudian Anda memutuskan untuk menyetor modal, pastikan bahwa dana benar-benar diterima pada rekening perusahaan dan bukan disalahgunakan.

Jika disebutkan usahanya bergerak di bidang investasi, Anda harus cek apakah perusahaannya tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini seluruh lembaga keuangan di Indonesia wajib terdaftar dan diawasi oleh OJK. Silakan cek juga daftar perusahaan investasi  ilegal yang telah diumumkan pada website OJK. Selain itu Anda juga sebaiknya mencari pemberitaan di media massa terkait perusahaan tersebut. Pelajari lebih dalam jika ada pemberitaan negatif. Sebaiknya Anda hindari atau tolak saja tawaran ini.

Anda sebaiknya juga mengetahui berapa tingkat bunga deposito bank umum saat ini. Ketika suatu tawaran investasi menjanjikan tingkat bunga yang jauh melebihi tingkat bunga deposito bank umum, saatnya Anda berhati-hati. Ketika bunga deposito ada di kisaran 7,5 – 8% per tahun dan Anda mendapat penawaran keuntungan hingga 30% per tahun, ini saatnya untuk waspada.

2. Tawaran bisnis mirip MLM (multi level marketing) atau model arisan berantai

Saya tidak menganggap bisnis model MLM jelek karena cukup banyak MLM yang legal dan berkembang baik. Namun, saat ini banyak penipuan skema piramida dengan menyaru bisnis model MLM sehingga harus Anda waspadai.

MLM yang legal sebenarnya hanya bentuk lain dari proses pendistribusian barang hasil produksi ke tangan konsumen. Sedangkan pada MLM ilegal biasanya barang yang mereka jual tidak berkualitas atau harganya sangat mahal dengan janji manfaat yang tidak masuk akal. Atau, bisa juga tidak ada barang yang dijual. Keuntungan yang dijanjikan sebenarnya berasal dari uang yang Anda setor untuk joint. Dan bisa ditebak kelanjutannya, bisnis ini hanya memberi keuntungan pada mereka yang joint lebih awal. Bagi Anda yang joint belakangan tinggal menunggu bom waktu runtuhnya bisnis ini.

3. Tawaran investasi emas dan bisnis online di Internet

Pada saat harga emas sedang booming beberapa waktu lalu, penawaran skema investasi emas di internet banyak bermunculan seperti jamur di musim hujan. Iklan seminar-seminar tentang bagaimana mendapatkan keuntungan dari investasi emas mudah Anda temui hampir setiap minggu. Ini biasanya diadakan oleh lembaga yang kemudian menawari untuk mempercayakan investasi emas Anda pada mereka.

Emas yang mereka jual biasanya produk resmi keluaran PT ANTAM (Aneka Tambang) yang berbentuk lempengan emas, biasa disebut emas logam mulia (LM). Salah satu skemanya adalah Anda membeli emas pada mereka dengan harga cukup tinggi (jauh di atas harga jual resmi PT ANTAM). Kemudian, mereka akan memberikan semacam kontrak investasi yang menjanjikan Anda pendapatan pasif sekian persen setiap bulan. Padahal sebenarnya apa yang mereka sebut pendapatan pasif tadi adalah uang Anda sendiri yang digunakan untuk membeli emas LM dengan harga di atas normal.

Tawaran bisnis online abal-abal di internet kebanyakan menggunakan dalih investasi forex. Anda cukup menyetor sejumlah dana yang disebutkan akan diputar oleh pengelola pada transaksi forex, dan setiap bulannya anda akan mendapatkan pendapatan pasif. Ini mirip dengan skema Ponzi. Kondisi yang sebenarnya terjadi adalah uang Anda bersama dengan uang investor yang lain dikumpulkan oleh pengelola, tidak diputar ke usaha manapun. Hanya tinggal menunggu waktu saja ketika ‘bisnis’ ini runtuh. Indikasinya dapat berupa mulai macetnya transfer dana ‘pendapatan pasif’ Anda setiap bulan, pengelola sulit dihubungi, atau website yang tiba-tiba tidak dapat diakses.

Sekali lagi, gunakan insting dan akal sehat Anda ketika menghadapi tawaran investasi apapun. Selalu pelajari dengan cermat ketika akan berinvestasi.


Penulis:
William Henley
CEO & Founder IndoSterling Capital

Apa Itu Bisnis MMM yang Praktiknya Dilarang Pemerintah?

Saat ini Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) melakukan pemblokiran pada  20 situs internet yang berkaitan dengan aktivitas lembaga Mavrodi Mondial Moneybox (MMM). Berikut adalah sedikit penjelasan terkait apa itu MMM berasal dari Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo, Ismail Cawidu.

Ia menyatakan, sistem MMM diciptakan warga Rusia Bernama Sergey Mavrodi (warga Rusia). Tekniknya masyarakat diajak bergabung untuk menempatkan dana dalam kegiatan MMM. Kemudian keikutsertaan masyarakat dilakukan melalui sistem di internet.

Kemudian Calon peserta MMM harus memiliki rekening pada bank, no telepon genggam aktif, alamat email. Setelah peserta mendaftar melalui internet, sistem akan memberi password agar kita bisa masuk ke sistem dan kode akses untuk setiap transaksi.

Selanjutnya Peserta akan diberi perintah untuk mentransfer sejumlah dana pada rekening bank tertentu yang berposisi sebagai provide help. Tugas member menjaga sirkulasi provide help dan get help saat mavro jatuh tempo.

Jika perintah itu tak dipenuhi, maka dia di blacklist dari sistem MMM. Berikutnya bukti transfer diupload ke sistem

Setelah mentransfer dana, maka peserta berposisi sebagai penerima bantuan (get help) dan dapat menerima manfaat 30 persen lebih besar dari jumlah yang ditransfer dalam waktu 1 bulan. Contoh, jika kita membantu member lain Rp 100 ribu, maka kita akan dibantu sebesar Rp 130 ribu oleh member lainnya.

MMM bukan MLM dan tak perlu mencari member. Admin atau pemilik situs MMM tak menampung uang anggota dan hanya menyediakan sistemnya saja.

Hampir Mirip, Ini Bedanya MMM dan MLM

Mavrodi Mondial Moneybox atau yang lebih dikenal dengan sebutan Manusia Membantu Manusia (MMM) terus menjadi perbincangan yang hangat. Kehadiran MMM pun mengingatkan publik pada kehadiran Multi Level Marketing (MLM), yang kala itu juga menjadi polemik. Lalu apa bedanya antara MMM dan MLM.

Menurut Pendiri Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini Sutikno, MMM sangat berbeda dengan metode MLM. Perbedaannya terletak pada bentuk usaha secara riil.

"Kalau MMM ini kan money game, permainan uang saja jadi bisnisnya enggak ada," kata Mike, Jakarta, Kamis (9/4/2015).

Menurutnya, hal tersebut membuat MMM tidak layak menjadi pilihan dalam melakukan investasi. Skema MLM, lanjut Rini, memiliki produk yang diperjualbelikan dan juga dikelola oleh manajemen profesional. “Jadi dia beri keuntungan dari produk itu," jelas dia.

Mieke juga menuturkan, masyarakat perlu berhati-hati dengan skema MMM ini. Sebab, beberapa tahun lalu telah ada skema Ponzi yang merugikan banyak orang di dunia.

"MMM ini kan sama seperti skema Ponzi, ngibulin orang kaya di dunia," ujarnya.

Seperti diketahui, money game besutan Sergey Mavrodi memang terus bergulir di Indonesia. Namun, tahun lalu arisan tersebut hilang tanpa kabar.

Kini Mavrodi kembali menawarkan keuntungan sebesar 30 persen tanpa melakukan apapun. Eksistensi MMM pun sudah terus menguat dengan adanya iklan baik pada media online maupun televisi.

Regina Ivanova Serius Pelajari Bisnis MLM

Setelah namanya dikenal lewat ajang pencarian bakat menyanyi Indonesian Idol, nama Regina Ivanova (28) kini mulai menikmati sukses di dunia tarik suara.

Tak cukup sampai di situ, kini Regina Idol tertarik belajar bisnis. Ia ingin mengembangkan bakatnya di dunia bisnis dengan mempelajari bisnis multi level marketing (MLM).

Menurut dara kelahiran Jakarta, 4 Desember 1986 ini, bisnis MLM memang sudah sangat menjamur di Indonesia. Hanya saja memang harus pintar-pintar memilih perusahaan MLM mana yang memiliki pondasi kuat dalam dunia bisnis.

"Pertama sih yang harus dibangun itu pondasi ya, bawahnya dulu dikuatkan nanti pasti ke atas akan lebih baik. Mereka benar-benar membangun pondasinya, bahkan SDM-nya pun dibangun juga. Jadi bukan hanya fokus tentang menghasilkan uangnya saja," terang Regina.

Solois 28 tahun ini kerap mendapat tawaran untuk bergabung dengan berbagai macam MLM, hingga ia pun mulai tertarik untuk belajar.

"Sejauh ini aku belum pernah ikut (MLM) yang serius gitu ya, sekarang aku cukup tertarik tapi mau mempelajari lebih jauh dulu," akunya.

Newsflash

Product

 

© Copyright AB MLM 2011-2014 | Design by Investasi Dari Sofa Rumah | Template by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.